Timotius suatu kali mengalami tantangan dalam pelayanannya. Sebagai pendeta muda,
dia harus mengajar, mendidik, dan menggembalakan orang yang lebih tua. Paulus, dalam
suratnya kepada muridnya itu, menulis supaya Timotius jangan mau direndahkan karena
usianya. Sebagai gembala, meskipun masih muda, Timotius harus menunjukkan martabatnya.
Namun, bagaimana caranya membuat diri yang masih muda tidak dihina oleh yang lebih tua?
Adakah cara yang rohani, yang tidak mengandalkan modal duniawi, untuk menunjukkan
kehormatan seseorang?
Orang dunia tentu mempunyai banyak cara untuk dihormati orang. Jalan-jalan yang dapat
ditempuh antara lain adalah dengan mengandalkan harta kekayaan dan kekuasaan. Harta dan
kekuasaan dapat mengangkat harkat orang secara duniawi.
Namun, ini jelas bukan yang dinasihatkan Paulus kepada Timotius, karena Paulus meminta
Timotius untuk mengajarkan kesederhanaan dan kebercukupan kepada jemaatnya. “Asal
ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam
pencobaan . . . .” (1Tim. 6:8-9).
Jika demikian, apakah nasihat Paulus kepada Timotius supaya dihormati? Pertama, Timotius
harus memahami firman Tuhan dengan benar dan mendalam, sehingga dapat melawan
ajaran sesat (1Tim. 4:1-12). Ini berarti Timotius harus terus meningkatkan kualitas khotbah
dan pengajarannya. Namun, tidak hanya sampai di sini. Seorang pemuda tidak langsung
dihormati karena pintar dan berbakat. Dia harus memperlengkapi diri dengan kualitas yang
kedua, yaitu kesaksian hidup. Dia harus menghidupi apa yang dia ajarkan, menjalankan
kehidupan kerohanian yang sehat dan disiplin, menjaga kesucian, menggunakan bakat
karunia untuk menyatakan kebenaran Tuhan, dan menjadi teladan (12-16).
Apa yang berlaku bagi Timotius juga berlaku bagi semua orang Kristen. Dengan apakah
kita membangun kehormatan dan wibawa kita, di depan jemaat dan di hadapan dunia?
Bukan dengan memperkaya diri dengan harta duniawi, bukan dengan kekuasaan, posisi
dalam sosial-politik, bukan juga dengan kecerdasan dan pengetahuan semata, tetapi dengan
mendalami dan memperluas pengetahuan kita akan firman Tuhan, dan “hiduplah di dalamnya
supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.”