Dalam kehidupannya di dunia ini, orang Kristen pasti mengalami masa-masa yang “naik” dan
“turun”. Hal ini dapat dimengerti dengan melihat kepada kehidupan Yesus Kristus sendiri
sebagai teladan dan model kehidupan orang Kristen. Berkenaan itu, peristiwa pemuliaan
Kristus di atas gunung penting dan menarik untuk direnungkan.
Injil Lukas mencatat bahwa sebelum dimuliakan di atas gunung, Yesus untuk pertama
kalinya memberitahukan tentang penderitaan-Nya di masa yang akan datang, bahwa Dia akan
ditolak oleh imam-imam, ahli-ahli Taurat, dan penatua. Dia akan dibunuh, tetapi akan
dibangkitkan pada hari ketiga. Yesus juga memperingatkan murid-murid- Nya bahwa mereka
juga akan ikut menderita (Luk. 9:22-27).
Seminggu setelah peringatan akan masa yang kelam itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes,
dan Yakobus naik ke gunung untuk berdoa. Di situlah wajah dan pakaian Yesus menjadi
bercahaya, sebuah peristiwa yang juga disebut transfigurasi Yesus. Selain itu, tampak pula
Musa dan Elia bersama-sama dengan Dia. Penampakan Musa dan Elia di sini sangat penting.
Ahli Taurat, imam, dan penatua menolak Yesus karena menganggap Yesus melawan Taurat
Musa dan ajaran para nabi. Mereka mengira Musa dan Elia ada di pihak mereka. Pertemuan
Musa dan Elia dengan Yesus mengukuhkan bahwa Yesuslah Mesias yang dinubuatkan oleh
Musa dan para nabi.
Namun, peneguhan yang terpenting bukan datang dari nabi, tetapi dari Allah sendiri. Allah
Bapa memberikan kesaksian bahwa, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (Luk.
9:35). Allah Bapa memerintahkan murid-murid Yesus untuk mendengarkan Yesus karena
tampaknya mereka begitu terpesona dengan kehadiran Musa dan Elia. Mereka tidak sadar
bahwa yang mereka ikuti setiap hari lebih mulia daripada para nabi itu.
Pemuliaan Kristus di gunung merupakan peristiwa keemasan yang langka terjadi dalam
kehidupan Kristus. Sejak kelahiran-Nya, Yesus mengalami perendahan dan penghinaan, yang
akan berpuncak pada kayu salib. Akan tetapi, transfigurasi adalah peristiwa Yesus paling
dimuliakan oleh Allah Bapa di sepanjang hidup-Nya sebelum disalibkan. Tidak ada peristiwa
pemuliaan kedua. Setelah turun gunung nanti, Yesus akan terus direndahkan, disalibkan,
sampai akhirnya Dia dibangkitkan dan menerima kembali kemuliaan kekal-Nya.
Apa kaitannya peristiwa ini dengan kehidupan dan iman orang Kristen, pengikut Kristus?
Mereka akan mengalami penghinaan di dalam dunia dan di tengah-tengah banyak pihak yang
mengaku mewakili Allah. Akan tetapi, Allah akan menyatakan keberpihakan-Nya kepada
pengikut Anak-Nya. Allah akan membenarkan mereka, seperti Dia membenarkan Anak-Nya
di hadapan ahli Taurat dan orang Farisi. Sebelum sampai kepada pembenaran di pengadilan
terakhir itu, orang Kristen akan mengalami banyak goncangan dan tantangan. Ada kalanya,
mereka merasa konfirmasi dari Tuhan dan iman mereka begitu dikuatkan. Mereka mengalami
masa-masa keemasan dalam iman mereka. Setelah itu, akan ada saatnya Allah membiarkan
mereka diserang oleh musuh-Nya. Di saat-saat seperti itu, orang Kristen harus menyangkal
diri dan sabar memikul salib mereka, setia dengan iman mereka, dan taat sepenuhnya seperti
Kristus di masa-masa paling gelap-Nya. Kiranya Tuhan menolong kita menjadi pengikut
Kristus sejati.