Kita sebal sekali kalau mendengar kata “delay” (tertunda). Misalnya sudah pergi
lebih awal ke bandara, dan ketika sampai di sana, kita mendengar pengumuman bahwa jadwal
penerbangannya ternyata tertunda selama 4 jam. Menyebalkan sekali! Tidak jarang kita
menonton para penumpang yang frustrasi mengerumuni meja petugas maskapai yang tidak
bisa berbuat apa-apa juga. Intinya we hate delays.
Mengapa? bukan hanya tentang rugi waktu atau rugi uang, delay bisa merupakan masalah
hidup dan mati. Frustasi inilah yang pernah dialami oleh Yairus, seorang kepala rumah ibadat
ketika ia sedang membawa Yesus ke rumahnya karena anak perempuannya hampir mati. Di
tengah jalan, Yesus berhenti karena ada seorang wanita yang sakit pendarahan menjadi
sembuh setelah menjamah jubah Yesus.
Markus mencatat peristiwa tersebut:
Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan
dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu Ia memandang sekeliling-Nya
untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. (Mk. 5:30-32)
Di tengah segala peristiwa tersebut, rasa frustrasi dialami Yairus pasti puluhan kali lebih
intens dibandingkan mereka yang mengalami delay penerbangan. Apalagi ketika ia melihat
salah seorang kerabatnya datang, jantungnya berdegup lebih kencang lagi. Berita terburuk
yang ditakutkannya akhirnya terjadi, “anakmu sudah meninggal!” Lutut Yairus lemas dan
segala kekuatannya sirna. Hampir saja… kalau saja Yesus tiba di rumahku tepat waktu,
mungkin anakku tidak meninggal karena nama Yesus sudah tersebar di mana-mana bisa
menyembuhkan segala macam penyakit.
Singkat cerita, Yesus tetap datang dan membangkitkan putri Yairus. Semua orang yang hadir
sangat takjub. Yesus bukan hanya mempunyai kuasa atas penyakit, namun juga atas
kematian! Yairus belajar satu hal dari delay yang dialaminya: kalau saja Yesus datang
tepat waktu, maka Yesus baginya hanya sekadar tabib ajaib, namun sekarang dia mengenali Yesus
sebagai Penghulu Hidup!
Tuhan ingin mengajarkan kita bahwa waktu-Nya sering kali tidak sesuai harapan kita yang
ingin segala sesuatu instan. Delay-nya Tuhan memang mungkin merepotkan dan meresahkan,
tetapi waktu-Nya dan rencana-Nya tidak mungkin keliru. Mari belajar melihat rencana-Nya
di dalam segala situasi, bahkan situasi yang menyebalkan sekalipun, karena Tuhan tidak
mungkin salah!