Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kesia-siaan Hidup

Christ is the answer! demikianlah bunyi tulisan dari sebuah bumper sticker. Tetapi kemudian dijawab oleh meme... But what is the Question? (tetapi apa pertanyaannya?)

Suatu hari seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya setelah keduanya melihat aktivitas ikan-ikan di dalam aquarium, “Pa, ikan-ikan itu sepanjang hari hanya berenang muter-muter begitu? Apakah mereka tidak punya....” “Tujuan hidup?” sang ayah melanjutkan pertanyaan yang menggantung. “Bukankah banyak manusia juga hidup seperti ikan-ikan tersebut?” sang ayah mulai terdengar seperti seorang filsuf sekarang. “Lalu apa itu tujuan hidup kita sebagai manusia dan bukan ikan, pa?” Pertanyaan polos dari seorang anak kecil tersebut adalah sebuah pertanyaan filosofis dan eksistensialis–apakah hidup ini ada makna atau tidak. Mirip seperti pertanyaan dari Heidegger–seorang embah filsafat eksistensialisme, “Why is there anything rather than nothing?”

Kitab yang paling banyak pertanyaan filosofis adalah Kitab Pengkhotbah. Bahkan menurut Peter Kreeft, seorang profesor filsafat yang aktif menulis puluhan buku, Kitab Pengkhotbah adalah buku yang melebihi semua buku filsafat mana pun juga. Mengutip salah satu tulisannya, “Ecclesiastes is the question to which Christ is the answer. Whenever I teach the Bible as a whole, I always begin with Ecclesiastes.

Dia beragumen, di zaman modern sekarang ini mungkin ketakutan terbesar dari umat manusia bukan lagi kengerian akan kematian atau ketakutan atas dosa, rasa bersalah, dan neraka, melainkan ketakutan akan ketiadaan makna, atau dalam bahasa Pengkhotbah–kesia- siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Toynbee, seorang ahli sejarah dari Inggris pernah menganalisis bahwa dari dua puluh satu peradaban yang pernah ada di dalam sejarah, peradaban barat modern adalah peradaban pertama yang tidak mengajarkan warganya tentang jawaban terhadap pertanyaan mengapa mereka ada dalam dunia ini.

Maka kita sebagai anak-anak “zaman now” ini semoga kita bukan hanya bisa menempelkan stiker di bemper mobil, “Christ is the answer!”, namun kita juga perlu peka mendengar pertanyaan-pertanyaan apa yang Kristus menjadi jawabannya dalam setiap zaman. Sepertinya kitab Pengkhotbah piawai dalam menjadi pemandu kita dalam perjalanan tersebut, sehingga suatu saat kita mampu menjawab pertanyaan seorang anak kecil yang tiba-tiba ganti mode menjadi seorang filsuf ketika melihat ikan-ikan yang berenang “muter-muter gak jelas”.

Heruarto Salim

Juni 2021

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲