,

Mencela TUHAN

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1Kor.
10:12)

Peringatan dari ayat ini tidak pandang bulu, siapa pun itu tidak terkecuali. Karena siapakah
kita jika dibandingkan dengan Daud, seseorang yang dicatat di Alkitab sebagai “orang yang
berkenan di hati Tuhan” (a man after God’s own heart). Tetapi ketika kita membicarakan
dosa Daud, maka dosa Daud sering diidentikkan dengan perzinahannya dengan Batsyeba.
Walaupun Daud mempunyai banyak dosa lain yang juga dicatat di Alkitab, namun dosa
perzinahannya memang yang paling spektakuler. Sewaktu raja-raja biasanya maju berperang,
Daud merasa sangat teguh berdiri dan ia cukup mengutus Yoab untuk menghadapi raja-raja
tersebut dalam medan peperangan. Ia tidak perlu lagi turun tangan langsung. Oooh, betapa
jauhnya Daud terjatuh di dalam episode hidupnya ini. Dia membunuh Uria, suami Batsyeba
yang dihamilinya tanpa memakai tangannya sendiri, ia meminjam tangan orang-orang Amon.
Suatu taktik licik yang pernah dilakukan Saul kepada diri Daud bertahun-tahun silam. David
now is “The new Saul”
.

Ketika suara penghakiman datang, sebelum Tuhan menegur dosa pembunuhan dan
perzinahannya, Daud mendengar, "Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan
apa yang jahat di mata-Nya?” Seruan yang sama pernah keluar dari mulut Daud ketika ia
pergi menghadapi Goliat, “Siapakah orang Filistin yang tidak bersunat ini, sampai ia berani
mencemoohkan barisan daripada Allah yang hidup?” Di mata Tuhan, apa yang dilakukan
Daud tidak jauh berbeda dari yang pernah Goliat lakukan: menghina TUHAN.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang
semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil
kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Why. 2:4-5)

Akar dari dosa perzinahan Daud adalah ia kehilangan kasihnya yang semula kepada Tuhan
sehingga ia merasa perlu mencari kasih dari Batsyeba. Orang demikian akan dicela oleh
Tuhan, orang demikian sedang menghina Tuhan.

Apakah kita sudah terjatuh begitu dalam, sehingga ketika kita menoleh ke belakang hidup
kita, kita melihat kasih semula kepada Tuhan yang pernah ada sudah redup dan hampir
padam? Bertobatlah sekarang! Jangan tunggu besok, karena mungkin tidak ada besok,
atau mungkin tidak ada lagi kesempatan! Tinggalkan dosa sekarang juga! Kembalilah kepada
Tuhan, kembalilah kepada kasih yang mula-mula!