Ndeso

Hati-hati mengejek orang ndeso sekarang, bisa-bisa dilaporkan oleh orang yang bajunya
metropolitan tapi hatinya lebih kampungan dari orang ndeso antah berantah sekalipun. Orang
kota mengejek orang dari kampung dengan julukan ndeso.

Di Alkitab, Nathanael yang berasal dari kota Kana, sebuah kota kecil dan miskin yang lebih
mirip desa sebenarnya, pernah mengejek kota Nazaret. Ketika Ia mendengar Filipus berkata
Ia telah menemukan Juru Selamat yaitu Yesus dari Nazaret. Natanael dengan melengos sinis
berkata, “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Orang ndeso mengejek
sesama ndeso lainnya. 

Manusia suka melecehkan hal-hal yang rendah, tetapi Tuhan Allah suka memakai hal-hal
yang rendah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ketika Tuhan Yesus inkarnasi dan mulai
menggenapi misi Kerajaan Sorga, Ia memanggil 12 orang ndeso sebagai tim elit-Nya.
Hah, ndak salah? Iya tidak salah, seperti Ia memakai Abraham dan Sarah yang mandul
untuk menjadi bangsa yang besar.

Orang-orang ndeso yang lari terbirit-birit ke segala arah ketakutan ketika Guru mereka
ditangkap di Taman Getsemani seperti dicatat dalam Kitab Injil, adalah orang-orang yang
pergi ke segala arah, segala kota, segala benua memberitakan Injil Kristus tanpa gentar. Kita
dari desakah atau dari kota besarkah? Keduanya sama-sama bisa dipakai Tuhan. Tidak
penting kita ndeso atau tidak, yang lebih penting adalah apakah kita siap dipakai Tuhan ke
segala kota dan desa yang paling ujung sekalipun?