Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nyala Api

Hari ini di tengah kita memperingati Pentakosta–turunnya Roh Kudus, saya mengajak kita memperhatikan dua ayat yang sama-sama mencatat tentang peristiwa yang berkenaan dengan api.

Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. (Kel. 3:2)

Tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. (Kis. 2:3)

Walau dua peristiwa ini terpisahkan hampir satu setengah milenium, namun ternyata mempunyai kesamaan yang bisa kita telaah. Musa “encounter” kehadiran Tuhan di dalam nyala api yang keluar dari semak duri lalu diutus oleh Tuhan untuk pergi kepada Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir. Walaupun pada awalnya Musa memberikan berbagai alasan yang menyatakan ketakutan dan keengganannya untuk pergi, namun janji penyertaan Tuhan akhirnya memberikan keberanian kepada Musa untuk menghadap Firaun.

Petrus dan para rasul lainnya sedang berkumpul bersembunyi di dalam sebuah ruangan dengan pintu terkunci, mungkin masih tersisa ketakutan dari peristiwa mereka terbirit-birit melarikan diri ketika Yesus, Sang Guru mereka, ditangkap di depan mata mereka. Namun ketika lidah-lidah api hinggap di atas mereka, mereka dengan berani pergi berkhotbah di pelataran Bait Allah, “sarang dari musuh”, yang mereka hindari sebelumnya. Keberanian mereka juga tampak dari isi khotbah mereka yang pedas, menyatakan bahwa Yesus, yang para pemimpin agama salibkan, adalah Kristus yang dinantikan dalam pengharapan Israel.

Maka Pentakosta seharusnya dimaknai lebih daripada fenomena-fenomena seperti berbicara dengan bahasa asing tetapi esensinya adalah umat yang tadinya dipenuhi ketakutan dan kegentaran mendapatkan keberanian untuk menyatakan berita yang Allah berikan untuk diproklamasikan.

Kita mungkin tidak menghadapi Firaun atau komplotan para pemimpin agama, tetapi mewartakan kabar Injil kepada hati yang keras tetap merupakan tantangan. Maka mari kita meminta semangat Pentakosta membakar hati kita untuk memberitakan Injil dengan penuh keberanian seperti yang pernah diberikan kepada Musa dan para rasul.

Heruarto Salim

Juni 2022

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Bible Camp Nasional 2022 yang telah diadakan pada tanggal 20-23 Juni 2022. Bersyukur untuk anak-anak yang telah mengikuti BCN 2022 ini. Bersyukur untuk firman Tuhan yang telah diberitakan. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dan komitmen dari setiap anak serta mengobarkan api penginjilan di dalam hati mereka sejak masa muda mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus dan bisa bantu me mahaminya

Selengkapnya...

Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲