Petisi kepada Allah

Petisi online mulai menjadi sarana orang memberikan dukungan terhadap salah satu isu yang
sedang hangat. Sebenarnya saya sih sangat pesimis bahwa bapak-bapak wakil rakyat yang
terhormat itu benar-benar akan mendengarkan aspirasi petisi seperti ini. Kalau kita membaca
beberapa komentar yang menumpukan harapan kepada Bapak Presiden, seolah-olah Presiden
punya tongkat ajaib untuk membereskan semua masalah.

Di dalam dunia theologi, banyak yang mempertentangkan antara doa dan kedaulatan Allah.
Kalau Allah berdaulat menetapkan segala sesuatu, kenapa kita masih perlu berdoa? Kita tahu
ada yang salah dengan pertanyaan ini. Kita tahu ada logika yang tidak tepat di balik
pertanyaan semacam ini. Tetapi, bagaimana kita menjawab logika yang salah tersebut? Ya,
dengan memberikan logika yang sebenarnya: Kedaulatan dan kuasa Allah justru menjadi
dasar keyakinan untuk kita berdoa. Kalau Allah tidak berkuasa dan tidak berdaulat mutlak
(seperti Presiden, DPR, dan aparat pemerintahan lainnya), maka kita pasti akan berdoa sambil
bertanya-tanya, apakah Tuhan mampu mengubah situasi ini, apakah Dia berkuasa menjawab
doa-doa manusia. Justru karena kita yakin Dia adalah Allah yang mahakuasa, maka kita dapat
dengan penuh keyakinan menaikkan permohonan doa kita.

Demikian juga, justru karena dia berdaulat mutlak, kita harus sadar bahwa Tuhan berhak
menolak atau menunda jawaban doa sesuai kehendak-Nya, karena Dia tahu yang terbaik
untuk setiap anak-anak-Nya. Kedaulatan Allah menjadi pendorong, bukan penghalang untuk
kita berdoa. Mari kita mengajukan petisi kita kepada Tuhan tanpa perasaan pesimis karena
Dia berkuasa!