Yosua adalah seorang pemimpin besar yang melanjutkan seorang pemimpin terbesar bangsa
Israel. Di sepanjang lima kitab Musa, Alkitab menghabiskan banyak sekali catatan tentang
Musa dan tidak banyak mencatat tentang Yosua. Kebanyakan orang hanya mengingat peran
besar Yosua sepanjang Pentateuch adalah memimpin perang melawan Amalek, tapi itupun
fokusnya lebih kepada peran Musa yang mengangkat tangan bersyafaat bagi Israel. Peran
lainnya yang lebih signifikan adalah Yosua bersama dengan Kaleb adalah hanya dua mata-
mata yang beriman setelah kembali dari tugas memata-matai tanah Kanaan. Dua kisah
tersebut sudah lebih dari cukup untuk memberikan kita gambaran kepahlawanan, keberanian,
dan juga ketegaran iman Yosua. Selain dari itu Yosua kerap dianggap hanya “sekadar”
asisten pribadi Musa yang menemani Musa ke mana pun Musa pergi. Namun setelah
kepemimpinan Musa berakhir dan dilanjutkan oleh Yosua, Alkitab memberikan satu kitab
penuh – kitab Yosua menceritakan segala kisah kemimpinan Yosua
Pdt. Dr. Stephen Tong pernah berkata untuk menumbuhkan pohon perlu berbulan-bulan
bahkan tahunan, untuk membangun gedung perlu tahunan namun untuk membangun karakter
seseorang jauh lebih lama, perlu puluhan tahun. Tuhan mempersiapkan Musa selama 40
tahun sebelum akhirnya memanggil dia untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.
Demikian juga Yosua, Tuhan menghukum bangsa Israel mengembara di padang gurun
selama 40 tahun, dan selama itulah Yosua diam-diam, dipersiapkan Tuhan dengan rajin
membantu Musa. Firman Tuhan mencatat ujian akhir terhadap pribadi Yosua selama 40
tahun waktu yang sangat lama tersebut hanya dengan satu kalimat pendek: Yosua adalah
orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hati (Bilangan 32:12).
Ketika saatnya Musa, sang pemimpin besar itu, harus meneruskan tongkat estafet
kepemimpinan, transisi dilakukan bukan dengan sistem voting ataupun pemilu mengenai
siapa yang layak. Namun Tuhan sendirilah yang memerintahkan Musa untuk mengangkat
Yosua sebagai penggantinya. Ketika Tuhan menunjuk Yosua, tidak dicatat karena dia ahli
berperang, atau berpengalaman dalam politik atau mempunyai banyak dukungan dari tua-tua.
Satu-satunya kriteria yang dicatat oleh Alkitab bagaimana Tuhan berkata tentang Yosua, dia
adalah seorang yang penuh roh (27:18).
Kepemimpinan tidak dinilai dari hasil (result-oriented) saja, namun Alkitab juga
mengajarkan bahwa proses pembentukan seorang pemimpin begitu penting. Apakah kita
sadar bahwa kita sedang diproses oleh Tuhan?