Sanctification by Faith Alone

Minggu lalu, tanggal 31 Oktober, di tengah-tengah hiruk pikuk dunia merayakan Halloween,
ada segelintir kelompok manusia yang merayakan hal yang 180 derajat berbeda: Peringatan
hari Reformasi.

Pada tanggal 31 Oktober 1517 Martin Luther memakukan 95 tesisnya di pintu gerbang gereja
Schlosskirche di Wittenberg. Hal tersebut memicu gerakan Reformasi yang meluas untuk
melawan praktik penjualan surat indulgensia, surat penghapus dosa. Ajaran Reformasi
Sola Fide (hanya oleh iman) mengajarkan bahwa keselamatan manusia hanya diperoleh
dari pembenaran oleh iman semata-mata. Ajaran ini merupakan reaksi terhadap ajaran yang
menekankan keselamatan manusia terletak pada perbuatan baik manusia. Begitu sentralnya
penekanan itu hingga, doktrin “Justification by faith” menurut Luther adalah “the article on
which the church stands or falls
” – ajaran dasar di mana di atasnya gereja teguh berdiri atau
runtuh.

Setelah orang dibenarkan, maka ia dimampukan untuk menjalani hidup saleh bagi Tuhan.
Justification is by faith alone, but it is never alone, it will always be accompanied with
sanctification.
Memang kita dibenarkan hanya oleh iman, tapi selalu diikuti dan disertai oleh
pengudusan hidup.

Sekarang kita orang Reformed tidak lagi meragukan pembenaran oleh iman, tetapi yang
kerap kali diabaikan adalah aspek pengudusan itu didasari oleh tekad kita, oleh kerja keras
kita, oleh usaha kita, tanpa iman. sehingga pembenaran sih oleh iman, tapi pengudusan oleh
tekad keras kita. Sola Fide itu sendiri tidak hanya mencakup aspek pembenaran saja, tetapi
juga aspek pengudusan yang juga oleh iman. Fokus utamanya bukan “what we have to do
tetapi terutama “what Christ has done for us”. (Tanpa meniadakan aspek tanggung jawab kita
manusia tentunya!).

Ingatlah bahwa pengudusan kita pun, adalah melalui iman. Iman kepada pribadi dan karya
Kristus. Sanctification is by faith alone.