We Are Not In Control!

Ketika kita menoleh ke belakang sepanjang tahun 2020, kita disadarkan bahwa satu virus
kecil bernama SARS-CoV-2 yang tidak kasat mata mampu melumpuhkan dunia. Dunia
disadarkan dengan segala kecanggihan teknologi, perkembangan sains, dan medis, ternyata
tidak mampu menghambat laju penyebaran virus SARS-CoV-2 itu. Kita melangkah maju ke
2021 dengan menghadapi “the same old problem of 2020”.

Suatu pagi di tepi sungai Yabok, seorang pria dengan sendi paha terpelecok baru saja
mendapatkan nama yang baru. Melangkah maju dengan suatu identitas baru untuk
menghadapi masalah lamanya: kakak sulungnya. Bagaimana tidak, Yakub memulai
pergulatan dengan kakaknya Esau sejak dari dalam kandungan dan sekarang Yakub harus
menghadapi Esau yang mendatanginya dengan 400 orangnya.

Tuhan sudah memberikan janji akan menjaga Yakub. Kalau kita kenal Yakub, seorang
yang sangat penuh perhitungan dan strategi. Dia selalu punya plan B, C, bahkan D.
Just in case. Yakub sudah dipilih sebelum lahir namun sepanjang hidupnya Yakub
hidup seolah-olah segala sesuatunya tergantung dari kepandaian dan keahliannya untuk
merancang strategi. Yakub memang piawai mendapatkan apa pun yang ia inginkan, bahkan
termasuk mengorbankan siapa pun yang menjadi penghalang di tengah-tengah dirinya dan
keinginannya. Sepertinya keinginan Tuhan akan diri Yakub benar-benar bertentangan dengan
keinginan Yakub akan dirinya sendiri.

Dalam sebuah perusahaan maupun dalam dunia militer, seorang bawahan yang menentang
rencana atasan itu akan bernasib dipecat atau dienyahkan. Seharusnya itulah nasib Yakub
di tangan Tuhan! Saya mendengarkan sebuah seminar tentang kepemimpinan. Seorang
pemimpin yang baik tidak mengorbankan bawahan atau pegawainya sekadar untuk
menyelamatkan profit perusahaan. Bahkan ada sebuah contoh perusahaan yang diceritakan,
ada sebuah perusahaan yang menjanjikan lifetime employment kepada pegawainya,
ketika pegawai bermasalah tidak langsung dipecat, namun akan diberikan training
dan pendampingan untuk membantu dia menyelesaikan masalahnya. Hampir sulit dipercaya
masih ada perusahaan yang masih menjalankan komitmen tersebut. Ini suatu hal yang sudah
sangat-sangat langka sekarang ini.

Namun itulah yang Tuhan Allah lakukan terhadap Yakub. Ia begitu berkomitmen untuk tetap
memakai Yakub, Ia tidak membuangnya, tetapi Ia akan merestorasinya. Pertanyaannya
bagaimana? Tuhan turun tangan menghadapi Yakub, Ia turun ke levelnya Yakub. Ia memakai
caranya Yakub. Yakub, engkau suka bergulat? Karena itu, Tuhan mengajak Yakub bergulat
semalam-malaman di tepi sungai Yabok. Untuk menyadarkan Yakub, sepertinya memang
memerlukan langkah drastis, sendi pahanya dibuat terpelecok sehingga ia harus belajar
bersandar. Si Pegulat bahkan tidak bisa berdiri sendiri sekarang. Namun luka tersebut
membuat Yakub terbuka untuk memohon dan menerima berkat dari Tuhan, yang ia tidak bisa
usahakan sendiri.

Yakub sejak saat itu mulai sadar hal-hal yang ia rebut dengan tangannya sendiri ternyata
sudah direncanakan untuk diberikan Tuhan kepadanya, hanya saja jika ia mau menunggu dan
rela menerimanya sebagai anugerah dari tangan Tuhan. Kehidupan Yakub sangat
menggambarkan diri kita pada umumnya, yang suka memegang remote control untuk
mengatur channel-channel kehidupan kita. Tahun 2020 kita disadarkan dengan banyaknya
hal yang terjadi di luar kontrol diri kita, semua rencana yang kita susun rapi di awal tahun
menjadi berantakan semuanya. Ada rencana pernikahan diundur, ada rencana studi lanjut tidak
jadi lanjut, ada rencana-rencana lainnya yang ikut menguap gone with the wind.

Di tahun 2021 banyak orang menggantungkan harapan mereka pada vaksin sambil berharap
semua akan berjalan normal seperti sedia kala lagi. Kita sebagai umat Allah, kita menyadari
Tuhan yang in control (dan bukan vaksin) untuk mengatur dunia ini termasuk hidup kita,
dan marilah kita belajar beriman menyerahkan remote control hidup kita kepada-Nya.