Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan
Jumat Agung

JUMAT AGUNG: CARA ALLAH MENGATASI DOSA

1 April 2026 | Yana Valentina 3 min read

Aku mengobati gatal di leherku dengan caraku sendiri selama 3 minggu tetapi tidak sembuh. Akhirnya aku pergi ke dokter, mengoleskan obat yang diresepkan dan segera sembuh. Begitu juga dengan dosa, kita tidak bisa mengatasi dosa dengan cara kita, melainkan harus dengan cara Allah.

Perjanjian Lama mencatat cara Allah mengatasi dosa manusia. Orang yang berbuat dosa harus memberikan persembahan berupa seekor kambing betina yang tidak bercela, artinya yang baik, tidak boleh yang sakit atau ada cacatnya. Ia harus meletakkan tangannya di atas kepala kambing itu dan menyembelihnya di tempat korban bakaran. Imam harus mengambil dengan jarinya sedikit dari darah korban itu lalu membubuhkannya pada tanduk-tanduk di mezbah yang ada di dalam Kemah Suci. Semua darahnya harus dicurahkan di bagian bawah mezbah. Lemaknya harus dipisahkan dan harus dibakar di atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan bagi Allah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu sehingga ia menerima pengampunan (Im. 4:28-31). Jika yang berdosa adalah imam, maka korbannya adalah seekor lembu jantan muda. Jika yang berdosa adalah pemuka, maka korbannya adalah seekor kambing jantan. Perbuatan baik, standar moral yang tinggi, bahkan perbuatan asketis tidak bisa mengatasi dosa. Semuanya itu seperti kain lap yang kotor di mata Allah.

Korban binatang dan imam dalam Perjanjian Lama adalah gambaran dan bayangan sampai yang sesungguhnya tiba. Perjanjian Baru mencatat bahwa Tuhan Yesus mati di kayu salib sebagai korban yang sempurna. Ia bangkit dan kembali ke sorga sebagai Imam Besar yang mempersembahkan darah-Nya sendiri satu kali untuk selamanya. Tuhan Yesus mengadakan pendamaian bagi orang berdosa yang percaya kepada-Nya sehingga ia menerima pengampunan.

Rasul Paulus mengatakan,

”Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rm. 12:1-2).

Karena Allah sudah begitu baik kepada kita, orang berdosa, kini sudah sepantasnya kita hidup kudus dan melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Allah. Kita harus berubah dalam cara kita berpikir—mematikan keinginan daging (perselisihan, iri hati, amarah, self-centeredness) dan menuruti keinginan Roh (kasih, sukacita, sabar, self-control). Kita harus berhenti menggunakan waktu, kesehatan, potensi, uang untuk hal-hal yang sementara (things you must do before you die) dan mulai menggunakannya untuk hal-hal yang bernilai kekal (things you must do before you meet God). Kita harus lebih sungguh-sungguh membaca Alkitab, menghafalkan ayat-ayat Alkitab, berdoa, bersekutu dengan orang percaya lain, memuji dan melayani Tuhan, menginjili, dan mengasihi sesama. Setiap waktu dan di mana saja, kita hidup di hadapan Tuhan dan bagi Tuhan. Pada siang hari atau malam, ketika kita bicara, makan, nonton; ketika kita berada di rumah, sekolah/tempat kerja, gereja; kita harus menjadi makin serupa dengan Kristus dalam semua perbuatan dan perkataan kita.

Yana Valentina

Jemaat GRII Pusat

Tag: Imam Besar, JUmat Agung, Pengampunan Dosa

Baca ini juga yuk

Solus Christus: Imam Besar Kita

Bulan Oktober merupakan perayaan dua hari penting dalam tradisi Yudeo-Kristen. Tanggal 12 Oktober adalah Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) dan 31 Oktober adalah Hari Reformasi. Di tengah ...

Isu Terkini - Kevin Nobel 15 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII