Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan

Merdeka Untuk Apa?

20 Agustus 2015 | Yana Valentina 2 min read

“Oeee… oeee… oeee….” Terdengar suara tangisan pertama dari bayi yang baru saja lahir.
Apakah itu tangisan karena sedih atau teriakan kemenangan, adakah yang tahu? Setelah
sekian lama berada di tempat yang gelap, yang makin lama makin terasa sempit, kini tiba
saatnya mendobrak keluar ke tempat yang terang dan luas. Nutrisi yang selama ini diberikan
langsung ke perutnya, kini diberikan dari tempat yang baru. Semua anggota tubuh yang
selama ini belum digunakan dengan maksimal, kini berkembang semakin sempurna. Tanggal
bayi itu dilahirkan menjadi tanggal yang dirayakan setiap tahun sebagai Hari Ulang Tahun
(HUT).

“Merdeka…” Terdengar teriakan kemenangan dari suatu bangsa yang dahulu hidup dalam
kegelapan penjajahan, belenggu kemiskinan, kini telah berhasil mengusir pergi para penjajah.
Kini bangsa itu hidup dalam terang kemerdekaan dan bebas menentukan arahnya sendiri.
Tanggal proklamasi kemenangan dikumandangkan menjadi tanggal yang dirayakan setiap
tahun sebagai hari lahirnya suatu bangsa. Tanggal 17 Agustus 2015 adalah Hari Ulang Tahun
Bangsa Indonesia yang ke-70.

Ada saatnya untuk lahir, ada saatnya untuk mati, tidak ada yang kekal untuk apa pun di dunia
ini. Bagaimana mengisi saat antara lahir dan mati? Kalimat hikmat dari orang yang terpandai
di seluruh dunia dan di seluruh zaman, yang sudah menyelidiki semua hal yang terjadi di
bawah langit adalah, “Segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha
dengan jerih payah di bawah matahari?” (Pkh. 1:2-3). Dia yang paling berhikmat mengatakan
hikmat, kesenangan, kekayaan adalah sia-sia. Jikalau demikian, apakah gunanya seorang bayi
dilahirkan ke dalam dunia ini, apakah gunanya sebuah bangsa menyatakan kemerdekaannya?

Kalimat terakhir sang Pengkhotbah adalah, “Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada
perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan
membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi,
entah itu baik, entah itu jahat” (Pkh. 12:13-14). Allah yang berada di atas matahari, dengan
firman-Nya menciptakan semua yang ada, dengan kebenaran-Nya menilai segala ciptaan-
Nya, dan dengan kuasa-Nya menjalankan keadilan-Nya. Fear Him all ye nations!

Marilah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan “yang berada di atas
matahari”, bukan dengan hal-hal yang “di bawah matahari” yang sia-sia adanya.

Tag: kehidupan, merdeka

Baca ini juga yuk

Merayakan Kehidupan

Jika kita meng-google frasa “merayakan kehidupan” dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggrisnya, kita akan menemukan beragam tafsiran dan ulasan mengenainya, dari yang berpandangan materialisme (kesehatan, kecantikan), humanisme ...

Renungan - Erwan 2 min read

Seorang Bayi Telah Lahir Untuk Kita!

Di penghujung tahun 2025 ini, izinkan saya bertanya, “Apakah kita makin takjub pada karya keselamatan Yesus Kristus?” Selain anugerah, pertanyaan ini memerlukan usaha yang tidak mudah. Perlu ...

Renungan - Vik. Maya Sianturi Huang 3 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII