Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tersanjung, maka Tersinggung

Pernahkah hati Anda terasa panas seharian karena ada orang yang mengeluarkan kata-kata hinaan, cercaan, atau makian terhadap Anda? Mendengar kata-kata seperti itu dilayangkan kepada kita memang bukan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi orangnya sok bijaksana, padahal menurut Anda kata-katanya sangat tidak benar, tidak bermutu, dan tidak masuk akal.

Namun anehnya, kadang-kadang, kata-kata orang lain terasa lebih tajam menusuk bukan ketika kata- kata mereka salah dan kesimpulan mereka tentang kita terlalu terburu-buru dibuat, tetapi justru karena apa yang dikatakan tentang kita itu benar. Semakin benar hujatan mereka, justru semakin sakit hati kita. Jadi, tampaknya seseorang dapat tersinggung baik karena perkataan orang lain tentang dia itu benar ataupun salah. Mungkin, seseorang itu sakit hati bukan karena benar tidaknya perkataan orang lain.

Jika demikian, apa kira-kira yang membuat seseorang tersinggung? Ada beberapa kemungkinan. Kita tersinggung karena cara orang lain mengatakannya kepada kita. Misalnya, orangnya menegur kita dengan tidak hormat dan intonasi suara yang melengking-lengking, seperti sangat merendahkan kita. Kita juga dapat tersinggung meskipun orang lain itu berbicara dengan baik-baik tetapi dengan register[1] yang salah. Misalnya, anak SMA menasihati orang yang lebih senior dengan gaya guru menasihati murid. Dan juga, tentunya kita akan merasa berlawanan dari tersinggung ketika orang memuji kita, tetapi kita dapat menjadi sangat tersinggung ketika orang mengeluarkan kata-kata pujian tetapi dengan maksud sarkastik.

Sepertinya kita bisa saja tersinggung baik ketika kata-kata orang lain itu salah ataupun benar, baik ketika dikatakan dengan kasar maupun halus dan sopan, baik ketika kata-katanya berisi celaan maupun pujian. Jadi, kenapa sebenarnya kita tersinggung? Ternyata hal yang umumnya kita anggap sebagai penyebab kita tersinggung bukanlah penyebab yang paling mendasar. Dari penelusuran di atas, dapat disimpulkan bahwa yang menyebabkan kita tersinggung adalah rasa sedang direndahkan. Kehormatan kita sedang “tersinggung”. Karena itu, semakin tinggi kita menempatkan diri kita, semakin sering kita akan tersinggung.

Apakah kita adalah orang yang cepat tersinggung? Jangan-jangan, selama ini kita terlalu tinggi menyanjung diri kita sendiri. Jika kita menyadari seberapa dosa kita sudah membuat kita rendah dan hina di hadapan Tuhan, masihkah kita lekas-lekas tersinggung?

[1] Dalam Sosiolinguistik, register adalah cara kita berbicara dalam berbagai konteks relasi. Misalnya, seorang anak kecil harus berbicara dengan cara yang berbeda dengan orang tua atau guru dari cara yang mereka gunakan untuk anak sepantaran.

Erwan

Desember 2011

1 tanggapan.

1. Lina dari Tangerang berkata pada 5 December 2011:

iya, tralu gampang tersinggung. kenapa ya kita, manusia slalu mendewakan diri nya secara halus pd zaman ini, mungkin Allah yg kita sembah bukan lagi... Allah tetapi... diri.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Unduh PDF
Cari
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang telah diadakan di 5 kota di Kalimantan Timur. Kiranya melalui rangkaian kebaktian ini, bangsa Indonesia dapat kembali mengenal firman, kesaksian, dan pertobatan yang sejati. Berdoa juga untuk rangkaian Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang akan diadakan pada akhir Mei 2012 sampai dengan pertengahan Juni 2012 di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan NTT.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
syalom....!!! berkaitan dengan pemilihan Allah secara berdaulat..., disini saya mau bertanya, bagaimana dengan...

Selengkapnya...

ORA ET LABORA..

Selengkapnya...

Halo Carlos. terima kasih atas tanggapannya. Selama ini saya sudah sering tukar pendapat mengenai gereja dengannya....

Selengkapnya...

Filipi 1:29, " Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk...

Selengkapnya...

Sepertinya saya melihat diri saya dalam cerita itu.... Kadang kita "sepertinya"tidak memerlukan Tuhan lagi...

Selengkapnya...

© 2010 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲