Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 4)

Jadi, apa yang harus kita siapkan? Para gadis itu harus menempuh perjalanan jauh dalam kegelapan, maka mereka perlu menyiapkan minyak lampu. Bagaimana dengan kita? Apa yang harus kita siapkan tergantung dari kondisi seperti apa yang akan kita jalani nanti. Untuk mengetahui kondisi ini, kita harus berhati-hati supaya tidak berspekulasi, melainkan harus meneliti kembali wahyu Tuhan, atau rahasia yang Tuhan bukakan kepada kita di dalam Alkitab.

Kita beruntung karena Tuhan membukakan sedikit kira-kira seperti apa dunia itu. Mari kita intip sejenak melalui mata Rasul Yohanes di masa tuanya.

Aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ‘Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!’”

Kita sedang menuju kepada sebuah dunia yang baru. Dunia yang lama sedang menuju kematian. Di dalam dunia yang baru itu, laut tidak ada lagi. Ini belum tentu berarti harfiah, dengan mengingat laut dalam kitab Wahyu adalah tempat keluarnya binatang bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh. Laut yang menjadi sarang monster-monster jahat tidak ada lagi di dunia baru. Artinya, di dunia baru nanti tidak ada lagi gangguan kejahatan dan dosa. Iblis tidak lagi berkuasa. Tuhan akan ada di tengah- tengah manusia dan tinggal bersama mereka. Dia akan menjadi Allah manusia, dan manusia akan menjadi umat-Nya.

Apa persiapan kita menuju kondisi seperti ini? Dari sekarang, hidup kita sudah harus memancarkan hawa kebaruan di dalam dunia yang sedang membusuk. Dunia yang sedang “sakit bersalin” ini (bahasanya Paulus) adalah dunia yang menyumpekkan. Ia menghembuskan hawa lama, hawa kematian. Kehadiran kita merembeskan kesegaran ke dalam segala lingkungan sosial maupun alam yang mengelilingi kita.

Dengan cara apa? Kita menjadi agen pembaruan dengan cara taat sepenuhnya kepada Tuhan, dan menggenapkan kehendak Tuhan di dalam setiap pekerjaan kita. Ingatlah, kita menuju kepada kondisi “Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka,” maka inilah persiapan kita: sebagai umat Tuhan membiasakan diri taat sepenuhnya kepada Tuhan.

Erwan

Februari 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲