Transkrip dan ringkasan seri khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong dalam berbagai tema. Kami berharap seri Transkrip ini dapat memberikan fondasi iman yang kokoh dan menjadi pilar yang kuat bagi pertumbuhan iman saudara semua untuk menjadi saksi Kristus berbuah di dunia ini.
Nikodemus hanya memiliki satu kali kesempatan untuk berdialog dengan Tuhan Yesus. Setelah itu, dia tidak pernah mencari atau berdialog dengan Yesus lagi. Maka, jika kesempatan satu-satunya ini bisa membuahkan hasil yang baik, sungguh itu adalah anugerah Tuhan. Bukankah selama ini Tuhan Yesus memperlakukan para pemimpin agama Yahudi dengan tidak ...selengkapnya
Ketika Nikodemus berkata kepada Tuhan Yesus, “Guru, kami tahu bahwa tidak mungkin seorang pun dapat melakukan mujizat yang Kaulakukan, jika Allah tidak menyertai Engkau,” Nikodemus tidak sedang berbicara tentang korps-nya sebagai orang Farisi atau anggota Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi). Mereka tidak pernah mau mengakui bahwa mujizat ...selengkapnya
Nikodemus memulai pembicaraan dengan mengatakan, “Kami tahu…” Siapakah kami? Jelas di sini yang dimaksud dengan ‘kami’ bukanlah orang Farisi secara keseluruhan, karena orang Farisi tidak sepaham dan menolak Yesus. Yang dimaksud dengan ‘kami’ di sini adalah Nikodemus dan beberapa orang yang dia asumsi ...selengkapnya
Jika kita memerhatikan Injil Yohanes, kita mengetahui bahwa sejak semula Tuhan Yesus bersikap sangat tegas dan tidak berkompromi sedikit pun terhadap orang-orang Farisi. Tetapi berbeda sekali, Ia bersikap ramah dan bersahabat ketika berhadapan dengan orang-orang miskin, orang sakit, bahkan yang berpenyakit kusta, atau orang-orang yang dipandang ...selengkapnya
Pertemuan antara Tuhan Yesus dan Nikodemus adalah inisiatif dari Nikodemus dan ia mengakui bahwa Tuhan Yesus disertai oleh Allah. Pengakuan itu tidak serta-merta diterima oleh Tuhan Yesus, tetapi di sisi lain, Tuhan Yesus menunjukkan hal yang lebih penting yang belum diketahui oleh Nikodemus. Inilah keunikan dari cara pembicaraan Tuhan Yesus. Ia ...selengkapnya
Sebagai seorang profesor agama yang sudah senior, berusia, dan mahir, biasanya sulit untuk rendah hati. Pada umumnya, orang mau rendah hati karena terpaksa, karena ia tidak memiliki sesuatu yang bisa ia banggakan, atau sekadar karena tata krama tradisi yang harus ia ikuti. Tetapi pada hakekatnya, ia tidak sungguh-sungguh rendah hati. Tetapi saya ...selengkapnya
Nikodemus adalah satu-satunya – seorang akademisi, pemimpin agama Yahudi, dan orang Farisi – yang dengan inisiatifnya sendiri datang menemui Tuhan Yesus. Dia datang menemui Yesus di waktu malam, karena dia takut ketahuan oleh kelompoknya yang akan berakibat buruk baginya. Dia menemui Tuhan Yesus karena dia merasa bahwa Tuhan Yesus ...selengkapnya
Pertemuan Nikodemus dengan Tuhan Yesus Kristus bukanlah suatu kebetulan, juga tidak direncanakan oleh manusia, melainkan merupakan rencana Allah. Bukan Yesus yang mencari Nikodemus, karena ketika Yesus hadir di dunia, Dia tidak pernah mencari raja, atau imam besar, atau orang kaya, atau pemimpin agama. Yesus menegaskan bahwa Anak Manusia datang ...selengkapnya
Kita telah membicarakan tentang pertemuan antara orang Farisi dan Tuhan Yesus sebagai suatu peristiwa yang langka, karena orang-orang Farisi adalah orang yang terikat oleh sistem tertutup, di mana mereka menutup diri dari hal-hal yang paling penting, bahkan ketika Firman datang ke dunia. Sebenarnya, Tuhan memberikan Taurat kepada bangsa Yahudi ...selengkapnya
Di dalam Yohanes 1 terdapat hal-hal yang melampaui sifat agama, filsafat, dan sistem kebudayaan dunia. Di dalam Yohanes 2 terdapat tiga peristiwa besar, yaitu: 1) Yesus memberkati orang yang menikah, 2) Yesus menghakimi orang yang memperlakukan Bait Allah secara tidak benar, dan 3) Tanggapan Yesus terhadap orang yang percaya kepada Dia karena ...selengkapnya
Melalui hukum kesembilan, kita telah belajar bagaimana kita mengontrol mulut kita. Kita harus berbicara dengan kata-kata yang benar, yang tidak mencelakakan atau merugikan orang lain. Kini kita masuk ke dalam satu tahap lagi, yang begitu panjang seolah merupakan rangkuman dari seluruh hukum yang kelima hingga kesembilan. Inti pembahasan di dalam ...selengkapnya
Terjemahan yang paling tepat untuk hukum kesembilan adalah: Jangan bersaksi dusta untuk mencelakakan orang lain. Tuhan telah memberikan kapasitas berbicara kepada kita, dan menempatkan manusia di atas segala makhluk. Tidak ada satu pun makhluk seperti manusia, yang dapat mengaitkan kata-kata dengan rencana Allah yang kekal. Semua binatang hanya ...selengkapnya
Berbicara adalah salah satu hak terbesar yang Tuhan berikan kepada manusia. Tidak ada satu pun binatang yang dapat berbicara, karena mereka tidak dapat mengerti apa itu makna. Dengan sendirinya, mereka tidak mungkin mengutarakannya melalui suatu bahasa. Makna yang sejati didasarkan atas firman, yaitu Logos. Logos sejati itu adalah Tuhan sendiri. ...selengkapnya
Di dalam Sepuluh Hukum, hanya hukum kesembilan yang berkaitan dengan kata-kata yang kita ucapkan. Bagi orang Tionghoa, kata-kata lebih ampuh dari pukulan; tetapi tulisan lebih ampuh dari perkataan. Orang yang dipukul secara fisik hanya merasakan sakit sesaat pada fisiknya, tetapi sakitnya kata-kata yang menusuk bisa melukai hati dan terus dirasakan ...selengkapnya
Hukum kelima hingga kesepuluh dari Sepuluh Hukum membahas tentang kewajiban, etika, moral antarmanusia secara horizontal. Jangan mengucapkan saksi dusta atas sesamamu. Terjemahan lain yang lebih tepat adalah jangan berbohong, merugikan, melukai, dan mencelakakan orang lain. Terjemahan yang berbeda ini memiliki pengertian yang sama, yaitu bahwa ...selengkapnya
Sekalipun filsuf dari zaman ke zaman sering tidak mengerti atau salah mengerti akan firman Tuhan, tetapi firman Tuhan tidak pernah salah. Ketika kita membandingkan Sokrates, Konfusius, Mensius, aliran Heraklisian, Plato, Aristoteles, dan yang lainnya, kita akan menemukan bahwa manusia sudah tercemari dosa Adam, sehingga hanya Kitab Suci sajalah ...selengkapnya
Hukum kedelapan harus kita mengerti secara luas, tidak sekadar mengambil barang atau uang milik orang lain. Dasar dari mencuri adalah tamak, dasar dari tamak adalah egois, dan dasar dari egois adalah hidup yang berpusat pada diri, menganggap diri sendiri yang paling penting. Akibatnya, ia tidak mau menjalankan kehendak Allah, memerhatikan orang ...selengkapnya
Tidak ada satu pun agama, hukum, kebudayaan, dan adat istiadat dari negara manapun dan di zaman apa pun yang memandang pencuri sebagai orang bermoral. Namun terjadi satu peristiwa yang sangat mengejutkan saya, yaitu Mao Zedong tidak memandang para bandit, pembajak, perampok besar di dalam sejarah Tiongkok sebagai pendosa besar, tetapi justru ...selengkapnya