Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan
Dua Jenis Makanan — satu pagi dalam dua adegan. Di kiri, seorang pria menyantap roti. Di kanan, pria yang sama membaca Alkitab di kamarnya. Cahaya pagi dan warna kayu menyatukan kedua adegan dengan transisi yang halus.

Dua Jenis Makanan

3 November 2026 | Vik. Maya Sianturi Huang 3 min read

Makan adalah kebutuhan dasar untuk hidup. Tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, apakah kita sebagai makhluk jasmani dan rohani menyadari bahwa kedua elemen kemanusiaan kita ini perlu mendapatkan makanan bernutrisi?

Kita mulai dengan makanan jasmani dulu. Mungkin lebih mudah karena terlihat lebih nyata. Lebih mudah ini ternyata tidak semudah itu karena banyaknya godaan kemudahan. Mudah sekali memilih makanan tidak sehat yang merendahkan selera. Gula, garam dan segala macam penguat rasa menjadi godaan yang mungkin melebihi rayuan istri Potifar. Akhirnya, banyak orang, termasuk orang Kristen, lebih peduli dengan rasa dibandingkan karsa dan cipta alias secara nalar berdaya lebih memilih makanan sehat. Salah satu penyebab hal itu tentunya adalah Revolusi Industri. Bagaimana kaitannya, silakan pembaca budiman menelaah karena ruang yang terbatas untuk membahas hal itu.

Baru-baru ini saya dicerahkan kembali oleh herbalis medis modern asal Inggris, Simon Mills, melalui sebuah podcast. Ternyata, Mills tercerahkan oleh seorang herbalis medis senior yang juga asal Inggris, yang dikenal religius, yaitu Frederick Fletcher Hyde. Singkatnya, di podcast tersebut, Mills menyatakan bahwa tumbuhan (yang bisa dimakan tentunya) pada dasarnya adalah herbal. Mills mengungkapkan adanya tanaman-tanaman yang dapat menggantikan obat-obatan dan mengakui kearifan lokal daerah tertentu, termasuk Asia, yang paling kaya.

Kesimpulan yang dapat kita tarik dari urusan makanan jasmani adalah: perhatikan baik-baik apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Allah Pencipta sudah menyediakan berbagai jenis tanaman yang cukup nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Langsung atau tidak langsung, kesehatan tubuh kita akan mempengaruhi rohani/jiwa kita.

Lanjut yang kedua soal makanan rohani. Ini lebih sulit lagi karena tidak terlihat meski dapat dirasakan juga akibatnya seperti halnya makanan jasmani. Seperti halnya makanan jasmani, berapa banyak orang Kristen yang sungguh mengusahakan ajaran yang sehat untuk makanan rohani mereka? Seperti halnya makanan jasmani penuh nutrisi, kita perlu membangun selera memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Dan hal ini tidak mudah, karena kita cenderung memilih apa yang menyukakan telinga. Simon Mills mengatakan bahwa kita perlu makanan jasmani berwarna pelangi. Maksudnya, beragam warna karena setiap warna memberi nutrisi tersendiri. Tentu saja dalam urusan rohani, pelangi menggambarkan perjanjian anugerah di tengah penghakiman-Nya. Seperti beragam tanaman bak warna pelangi memberi nutrisi jasmani, demikian pula perjanjian anugerah-Nya. Pertanyaannya, sapakah kita mencari hal itu setiap pagi, seperti orang Israel di padang belantara yang keluar di pagi hari untuk memungut manna?

Bagaimana dengan hidup kita sehari-hari? Apakah kita peduli dengan apa yang selama ini kita makan baik secara jasmani maupun rohani? Kiranya Roh menolong kita.

SDG

Vik. Maya Sianturi Huang
Wakil Koordinator Bidang Pendidikan Sekolah Kristen Calvin

Tag: Alkitab, doa, Jasmani, Makanan, Manna, renungan, Rohani, roti, Saat teduh

Baca ini juga yuk

Kelihatan, Mungkin Dilihat, dan Tidak Mungkin Dilihat

Mata dan telinga adalah dua alat utama yang kita pakai untuk mengoleksi informasi dari luar. Informasi ini diolah di dalam otak dan kembali diujarkan keluar lewat suara ...

Seni & Budaya - Sandy Adhitia Ekahana 6 min read

Benjamin Breckinridge Warfield: Menerjang Arus Liberalisme

Sedikit yang mengetahui seorang theolog dari Amerika bernama B. B. Warfield. Kontribusi Warfield salah satunya terkait dengan doktrin wahyu, inspirasi, dan otoritas Alkitab. Ia mampu melihat keunikan ...

Alkitab & Theologi Reformasi - Trisfianto Prasetio 11 min read

Metanarasi Alkitab Perjanjian Lama untuk Jeritan Posmodern (1)

Israel di bawah Penindasan Imperium Mesir Dari Buku Truth Is Stranger Than It Used to Be J. Richard Middleton & Brian J. Walsh Artikel ini merupakan refleksi ...

Alkitab & Theologi - Yenty Rahardjo 9 min read

Mindfulness Kristen

Menurut definisi American Psychological Association (APA), mindfulness adalah suatu keadaan siaga—baik terhadap dunia batin maupun lingkungan sekitar. Ini adalah konsep yang banyak digunakan dalam berbagai jenis terapi ...

Kehidupan Kristen - Dodi Kurniawan 5 min read

Surprised by Jokes: Humor dan Kekristenan 

Homo humoris Pembaca yang terkasih, pernahkah Saudara merasa bahwa gereja merupakan komunitas yang terlalu serius? Atau pernahkah Saudara merasa bahwa ketika tertawa, Saudara menjadi kurang rohani? Seakan-akan ...

Kehidupan Kristen - Jordan Frans Adrian 8 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

facebook   instagram   whatsapp

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII