The Jubilee: The Hopeful Day of Liberation

Tahun Yobel (the Jubilee Year) muncul setiap 50 tahun sekali di dalam sejarah Israel.
Sesudah melewati 49 tahun (7 kali tahun Sabat yang masing-masing adalah 7 tahun), maka
datanglah tahun Yobel di tahun ke-50. Di dalam hidup kita, 50 tahun diperingati sebagai
tahun emas, setengah abad, suatu periode hidup yang tidak pendek. Mulai dari kemerdekaan
50 tahun, ulang tahun 50 tahun, pernikahan 50 tahun, perusahaan berdiri 50 tahun, dan
seterusnya. Umumnya, 50 tahun digambarkan dengan suasana bahagia, termasuk tahun Yobel
juga berwarna cerah bagi bangsa Israel yang menantikan hari pembebasan. Seumur hidupnya,
sebagian besar orang hanya akan mengalami dan merasakan signifikansi Yobel secara
langsung satu kali. Paling banyak adalah dua kali ketika mereka kecil dan ketika mereka
tua. Sebab, hampir semua hidup manusia berumur kurang dari 100 tahun dan Musa juga
mengatakan: Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh
dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami
melayang lenyap (Mzm. 90:10).

Tahun Yobel berwarna cerah sedangkan Mazmur 90 Musa berwarna gelap. Sesungguhnya
hidup manusia yang singkat itu penuh dengan penderitaan. Dua dimensi cerah dan gelap
ini selalu mewarnai perjalanan musafir umat manusia. Inilah gambaran yang dihadapi
semenjak manusia jatuh ke dalam dosa dan dunia dikutuk. Kemiskinan, penindasan, dan jerih
payah tidak pernah hilang dari sejarah. Ketiga hal ini membuat kita berjiwa musafir yang
merindukan kecukupan, pembebasan, dan peristirahatan. Para musafir selalu merindukan
tanah kelahiran yang mencukupkan dan membesarkan dia, tanah air yang merdeka, dan
tempat kediaman untuk beristirahat. Harapan menjadi sangat kuat dan nyata saat kita benar-
benar merana. Dan sesungguhnya itulah kondisi semua manusia. Pengkhotbah mengatakan
semua manusia telah ditaklukkan di bawah kesia-siaan, termasuk orang kaya, orang merdeka,
dan orang yang bersenang-senang. Orang kaya justru sering merasa tidak puas, orang
merdeka bisa membelenggu diri karena lupa menghargai kemerdekaannya, dan orang yang
bersenang-senang banyak yang kesepian membius diri di dalam pesta poranya.

Kemiskinan, penindasan, jerih payah. Ketiga hal inilah yang dijanjikan dan dibebaskan di
tahun Yobel. Orang miskin tidak akan lagi berhutang, budak-budak akan dibebaskan, dan
pekerja serta tanah ciptaan pun juga akan beristirahat. Tiap-tiap orang akan mudik kampung
ke tanahnya masing-masing. Sukacita dan tarian akan mewarnai menggantikan air mata dan
ratap tangis. Gambaran tahun Yobel yang sempurna inilah yang dijanjikan malaikat kepada
Daniel tentang kedatangan Mesias dan pembebasan (490 tahun = 10 x 49 tahun). 10 adalah
angka kegenapan dan 49 tahun (7 x 7) adalah 1 periode tahun Yobel. Dan Tuhan Yesus
sendiri mengatakan,

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan
kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk
membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah
datang.”
(Luk. 4:18-19)

Apakah kita sudah sadar kemiskinan rohani, perbudakan dosa, dan jerih payah kita masing-
masing dalam mengumpulkan harta bagi ngengat yang sia-sia? Biarlah kita senantiasa
bersyukur kepada Tuhan kita, Yesus Kristus yang telah mati di atas kayu salib. Di dalam Dia,
kita mendapatkan segala harta rohani yang tersimpan di sorga. Dia mengaruniakan ibadah
yang disertai kecukupan, pembebasan dari budak dosa untuk menerima anugerah menjadi
budak Kristus, dan jerih payah dalam persekutuan dengan-Nya yang tidak pernah sia-sia.
Bangkitlah hai musafir! Janganlah melihat padang gurun yang dipenuhi kalajengking dan
kekeringan tetapi angkatlah pandanganmu dan lihatlah tanah air sorgawi karena di sana tidak
ada air mata dan ratap tangis. Lambaikanlah tanganmu pada kota kediaman yang dirancang
oleh Allah sendiri, karena kita telah dilahirkan kembali dari sana. Amin.

Footnote:
Bagi para pembaca PILLAR yang ingin mengikuti seri perenungan Hari Raya bangsa Israel dapat melihat link
di bawah. Di dalam Imamat 23 dan 25, kita dapat menemukan berbagai macam hari raya bangsa Israel sebagai
berikut:

  1. Sabat (Sabbath) – Imamat 23:3 (The Moment of Rest and Worship)
  2. Roti Tidak Beragi (Passover) – Imamat 23:4-8 (Kesetiaan Tuhan)
  3. Buah Sulung (Firstfruits) – Imamat 23:9-14 (The Festivals)
  4. Tujuh Minggu (Weeks) – Imamat 23:15-21 (Pentakosta)
  5. Serunai (Trumpets) – Imamat 23:23-25 (The Day of Remembrance)
  6. Pendamaian (Atonement) – Imamat 23:26-32 (1. Fasting; 2. Substitution)
  7. Pondok Daun (Booths) – Imamat 23:33-36 (The Joyful Day of Thanksgiving)
  8. Tahun Sabat (Sabbath Year) – Imamat 25:1-7 (The Moment of Rest and Worship)
  9. Tahun Yobel (Jubilee Year) – Imamat 25:8-55 (The Hopeful Day of Liberation)