Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan

Pelajaran Pertama tentang Iman

22 Mei 2012 | Erwan 2 min read

“Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel.” (Bil.
13:2)

Kita mengetahui cerita tentang dua belas pengintai. Dua belas pengintai diutus Musa, atas
titah Allah, untuk mengintai tanah Kanaan. Keduabelas orang itu berangkat pada waktu yang
sama, melihat hal yang sama bersamaan, dari tempat dan sudut pandang yang sama, tetapi
membawa pulang berita yang berbeda. Mereka semua setuju bahwa Kanaan adalah tanah yang
subur dan “berlimpah-limpah susu dan madunya”. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai
penduduknya. Sepuluh pengintai dari utusan itu mengabarkan kehebatan orang Kanaan dan pesimis
terhadap perang itu. Sedangkan dua orang pengintai yakin bahwa orang Israel pasti akan mampu
mengalahkan mereka.

Tugas para pengintai itu sering kita salah mengerti sebagai pembaca modern. Bagi kita, tugas
pengintai adalah memata-matai kondisi sebuah negara, mengumpulkan data, mengukur kekuatan
musuh, dan membuat perhitungan kans menang jika menyatakan perang terhadap mereka.
Pemahaman seperti ini perlu kita ubah. Jelas dari perintah Tuhan yang dikutip di atas bahwa orang
Israel pasti akan menang perang. Tanah Kanaan itu pasti akan diberikan Tuhan kepada mereka.
Jadi, untuk apa mereka mengintai jika tidak untuk mengukur kekuatan musuh? Tugas mereka yang
sebenarnya adalah seperti yang dikerjakan oleh Yosua dan Kaleb: mereka pergi mengintai untuk
pulang dengan kabar tentang betapa indahnya pemberian Allah yang menunggu mereka di depan.
Mereka diutus untuk kemudian kembali dengan membawa harapan dan membangkitkan semangat
perang, bukan menebar ketakutan seperti yang dilakukan oleh sepuluh pengintai lainnya.

Sayangnya, orang Israel lebih memercayai laporan kesepuluh orang itu daripada laporan Yosua
dan Kaleb. Mereka menjadi bersungut-sungut dan memberontak melawan Tuhan. Karena
pemberontakan ini, Tuhan murka dan satu generasi Israel pada saat itu dilarang Tuhan masuk ke
dalam tanah perjanjian.

Dari cerita ini, kita dapat memetik sebuah pelajaran tentang iman. Di sepanjang Kitab Suci terlihat
sekali bahwa Allah sangat menyayangi orang yang beriman dan murka terhadap orang yang tidak
beriman. Mengapa? Karena iman membawa manusia kepada ketaatan, dan ketiadaan iman
memimpin manusia kepada ketidaktaatan, bahkan pemberontakan melawan Tuhan. Ketaatan sejati
bukanlah hal yang mudah bagi manusia berdosa karena ketaatan sejati membutuhkan langkah iman.
Orang yang beriman kecil tidak akan dapat taat dalam hal yang besar.

Apakah Anda menemukan diri Anda sulit untuk taat kepada Tuhan? Mungkin ini karena Anda kurang
berjalan dalam iman.

Tag: iman

Baca ini juga yuk

Kristus Paradoks Terbesar

Pdt. Stephen Tong pernah mengatakan jika kita mengerti paradoks, hidup kita akan lebih bahagia. Paradoks adalah satu kata yang sering kita dengar lewat khotbah-khotbah di gereja kita ...

Alkitab & Theologi - Yenty Rahardjo Apandi 11 min read

Pelajaran Kedua Tentang Iman

Setelah kesepuluh pengintai menyebabkan orang Israel bersungut-sungut dan memberontak melawan Allah, para pengintai dihukum mati oleh Allah dan semua orang Israel yang berumur dua puluh tahun ke ...

Renungan - Erwan 2 min read

Di Antara Iman dan Penglihatan

Cerita tentang orang yang buta sejak lahir di Yohanes 9 belum habis kita renungkan. Dia adalah model lahiriah dari orang berdosa yang diselamatkan. Orang berdosa adalah seperti ...

Renungan - Erwan 3 min read

SILENCE BY SHUSAKU ENDO

“Pada akhirnya, pertanyaan yang utama adalah sanggupkah manusia mempertahankan keyakinannya di tengah-tengah masa penuh penganiayaan? Dan benarkah Tuhan hanya diam membisu berpangku tangan melihat penderitaan?” Sinopsis Cerita ...

Resensi Buku - Ernike Ginting Babo 7 min read

Childlike Faith: Sebuah Perspektif Iman dari Markus 10:13-16

Pada masa ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, anak kecil dipandang tidak memiliki relevansi sosial dan status apa-apa di dalam masyarakat. Tidak jarang anak kecil diperlakukan ...

Alkitab & Theologi - Belly Partomuan 10 min read

Takjub vs Bosan

Pada acara SPIK yang bertemakan Gereja 2: Peran Pemuda dan Fungsi Gereja, ada satu pertanyaan yang ditanyakan kepada salah satu Pembicara, Pdt. Johanis Putratama Kamuri. Pertanyaannya adalah ...

Renungan - Fitri Herlin Dato 4 min read

Allah Setia Menjawab Doa

Injil Matius 7:7-11 menyatakan janji Tuhan Yesus yang penuh dengan pengharapan tentang doa. Ia berkata,“Mintalah, carilah, ketuklah.” Ini merupakan sebuah undangan Tuhan agar kita memiliki relasi yang ...

Renungan - Rohytlian Yomris Edi 4 min read

Tuhan, Mengapa Engkau Diam?

Renungan Markus 4:35-41 Pendahuluan Hari sudah petang ketika Yesus mengajak murid-murid-Nya menyeberangi Danau Galilea. Mereka baru saja bersama-Nya sepanjang hari, mendengarkan pengajaran dan menyaksikan kuasa-Nya. Tetapi saat ...

Renungan - Wulanda Agustika 3 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII