Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan
Tuhan Memberi Kekuatan di Dalam Kelemahan

Tuhan Memberi Kekuatan di Dalam Kelemahan

1 Juni 2026 | Jesiska Danga Lila 3 min read

Dalam Yesaya 40:28–31, terdapat sebuah pertanyaan, “Apakah engkau tidak tahu dan tidak mendengar? TUHAN adalah Allah yang kekal, pencipta bumi dari ujung ke ujung; Dia tidak pernah merasa lelah dan tidak pernah lesu, pemahaman-Nya tidak terukur. ”Ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang tidak pernah kehilangan kekuatan-Nya. Baik, di tengah kelelahan dan kelemahan, kita tetap memiliki Tuhan yang tidak pernah letih menguatkan kita dalam menghadapi setiap pergumulan kehidupan. Kita tahu, bahwa kekuatan manusia itu terbatas, tetapi dibalik itu, kita harus ingat bahwa kita memiliki Allah yang kuasa-Nya tidak akan pernah hilang.

Dalam perjalanan hidup ini, sering kali kita merasa sangat letih dan lemah karena masalah yang datang tidak ada habisnya. Terkadang kita merasa sudah berdoa, berusaha, dan bahkan melayani dengan sungguh-sungguh, tetapi seringkali kita merasa energi seolah-olah habis. Namun, dalam saat-saat tersebut justru menjadi pengingat bagi kita bahwa sumber kekuatan bukan hanya dari  diri kita sendiri. Karena Tuhan tidak mengharapkan kita kuat dengan kekuatan sendiri, melainkan Ia ingin kita sepenuhnya bergantung kepada-Nya. Dan ketika kita berhenti mengandalkan kemampuan kita, di situlah kekuatan Tuhan dinyatakan.

Tuhan memberikan kekuatan bagi mereka yang berharap kepada-Nya.

Yesaya lalu melanjutkan, “Tetapi orang yang sungguh-sungguh berharap kepada TUHAN akan mendapat kekuatan baru: mereka akan terbang seperti rajawali yang mengangkat sayapnya. ”Artinya, mengharapkan pertolongan Tuhan bukan berarti kita hanya diam, justru kita menaruh semua harapan dan iman kepada Tuhan. Dalam proses dan penantian kita, disitulah Tuhan sedang menguji dan memperbaharui hati dan iman kita. Tuhan mungkin tidak langsung menyelesaikan atau mengangkat setiap beban, pergumulan yang kita hadapi, tetapi Ia memberi kekuatan baru bagi kita. Supaya apa? Supaya kita terus melangkah dengan iman untuk melewati proses kehidupan ini.

Ketika kita menerima kekuatan yang diberikan oleh Tuhan, itu tidak bergantung pada kondisi kita pada saat itu, melainkan bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Saat kita memilih untuk bersabar dengan iman dan pengharapan, disitulah Tuhan melatih dan menyadarkan kita bahwa Tuhan setia menolong dan menyertai dalam setiap situasi apapun.

Tuhan bekerja meski dalam kelemahan kita.

Tuhan tidak berjanji bahwa kehidupan tanpa ada kesulitan, tetapi Tuhan berjanji akan senantiasa menyertai kita. Sebab, Tuhan mampu bekerja dalam situasi apapun bahkan saat kita merasa lelah dan penuh air mata. Terkadang, Tuhan membiarkan kita sampai di titik terendah yang membuat kita tidak bisa apa-apa. Supaya kita belajar mengandalkan kasih karunia yang Ia telah berikan sepenuhnya kepada kita. Di dalam kelemahan kita, disitulah kasih Tuhan menerangi kita. Rasul Paulus berkata, “Apabila aku lemah, maka aku kuat karena Kristus”(2 Kor. 12:10).

Menjalani hidup dengan tetap beriman teguh kepada Tuhan.

Dalam renungan atau refleksi ini mengingatkan kita bahwa kekuatan yang sejati tidak berasal dari keberhasilan, dukungan orang lain, atau situasi yang mudah, melainkan, berasal dari Tuhan itu sendiri. Saat kita merasa lelah, kecewa, dan sendirian, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah tidur atau lengah dalam menjaga kita. Dia mengetahui apa yang kita alami dan Ia berjanji memberikan dan memperbaharui kekuatan kita setiap hari. Sehingga, mulai saat ini saya mengajak kita semua. Marilah kita datang kepada Tuhan, bukan dengan semangat yang cepat padam, tetapi dengan hati yang terbakar, yang tetap percaya bahwa Tuhan mampu menguatkan kita. Jalani hidup bersama Tuhan, dan biarkan setiap langkah kita dipandu oleh kekuatan yang bersumber dari-Nya.

Soli Deo Gloria.

Jesiska Danga Lila

Mahasiswi STTRII Misiologi

Tag: iman, Kecewa, kekuatan, kelemahan

Baca ini juga yuk

Kristus Paradoks Terbesar

Pdt. Stephen Tong pernah mengatakan jika kita mengerti paradoks, hidup kita akan lebih bahagia. Paradoks adalah satu kata yang sering kita dengar lewat khotbah-khotbah di gereja kita ...

Alkitab & Theologi - Yenty Rahardjo Apandi 11 min read

Pelajaran Pertama tentang Iman

Kita mengetahui cerita tentang dua belas pengintai. Dua belas pengintai diutus Musa, atas titah Allah, untuk mengintai tanah Kanaan. Keduabelas orang itu berangkat pada waktu yang sama, ...

Renungan - Erwan 2 min read

Pelajaran Kedua Tentang Iman

Setelah kesepuluh pengintai menyebabkan orang Israel bersungut-sungut dan memberontak melawan Allah, para pengintai dihukum mati oleh Allah dan semua orang Israel yang berumur dua puluh tahun ke ...

Renungan - Erwan 2 min read

Di Antara Iman dan Penglihatan

Cerita tentang orang yang buta sejak lahir di Yohanes 9 belum habis kita renungkan. Dia adalah model lahiriah dari orang berdosa yang diselamatkan. Orang berdosa adalah seperti ...

Renungan - Erwan 3 min read

SILENCE BY SHUSAKU ENDO

“Pada akhirnya, pertanyaan yang utama adalah sanggupkah manusia mempertahankan keyakinannya di tengah-tengah masa penuh penganiayaan? Dan benarkah Tuhan hanya diam membisu berpangku tangan melihat penderitaan?” Sinopsis Cerita ...

Resensi Buku - Ernike Ginting Babo 7 min read

Childlike Faith: Sebuah Perspektif Iman dari Markus 10:13-16

Pada masa ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, anak kecil dipandang tidak memiliki relevansi sosial dan status apa-apa di dalam masyarakat. Tidak jarang anak kecil diperlakukan ...

Alkitab & Theologi - Belly Partomuan 10 min read

Takjub vs Bosan

Pada acara SPIK yang bertemakan Gereja 2: Peran Pemuda dan Fungsi Gereja, ada satu pertanyaan yang ditanyakan kepada salah satu Pembicara, Pdt. Johanis Putratama Kamuri. Pertanyaannya adalah ...

Renungan - Fitri Herlin Dato 4 min read

Allah Setia Menjawab Doa

Injil Matius 7:7-11 menyatakan janji Tuhan Yesus yang penuh dengan pengharapan tentang doa. Ia berkata,“Mintalah, carilah, ketuklah.” Ini merupakan sebuah undangan Tuhan agar kita memiliki relasi yang ...

Renungan - Rohytlian Yomris Edi 4 min read

Tuhan, Mengapa Engkau Diam?

Renungan Markus 4:35-41 Pendahuluan Hari sudah petang ketika Yesus mengajak murid-murid-Nya menyeberangi Danau Galilea. Mereka baru saja bersama-Nya sepanjang hari, mendengarkan pengajaran dan menyaksikan kuasa-Nya. Tetapi saat ...

Renungan - Wulanda Agustika 3 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII