Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus (II): Bot Pasukan Injil

Karakter prajurit di dalam permainan catur mencerminkan karakter jenis prajurit di medan perang yang sebenarnya. Dalam peperangan, pasukan infantri mempunyai gerakan dan tugas berbeda dari pasukan pemanah dan pasukan berkuda. Sama halnya, masing-masing prajurit dalam permainan catur mempunyai ketentuan langkahnya sendiri. Kuda melangkah dengan huruf L dan boleh melompati prajurit lain. Benteng bergerak lurus. Gajah menyerang dengan gerakan diagonal. Pion hanya boleh melangkah satu langkah ke depan, tetapi menyerang dengan jarak dekat secara diagonal ke depan. Yang paling ditakuti tentu adalah menteri, yang mempunyai semua kemampuan prajurit lain, kecuali kuda. Menteri adalah prajurit serba bisa dan paling membahayakan jika berada di benteng lawan. Sering kali, peperangan sebenarnya sama dengan permainan catur: cara langkah prajurit mendefinisikan seluruh kemampuan dan kekuatan prajurit tersebut.

Bagaimana dengan peperangan rohani? Orang Kristen perlu mengetahui prinsip dalam medan peperangan bahwa manuver gerakan barisan tentara sangat penting untuk memenangkan peperangan. Pola gerakan seperti apa yang mematikan dan ditakuti oleh lawan? Paulus menjelaskan dalam Efesus 6:15, “[Hendaklah] kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.” Sama seperti gerakan menteri adalah gerakan yang paling ditakuti dalam permainan catur, manuver gerakan kaki orang Kristen yang rela memberitakan Injil adalah manuver yang paling ditakuti oleh si Jahat. Semakin banyak orang Kristen menginjili, pasukan Iblis semakin terkepung dan formasi mereka semakin kacau balau. Gerakan mereka menjadi terhambat dan barisan mereka semakin terdesak. Langkah untuk mengabarkan Injil adalah langkah prajurit Kristen yang paling ditakuti oleh Iblis.

Apakah dalam medan peperangan rohani ini, kita sudah bersepatukan kerelaan untuk memberitakan Injil? Sering kali, kaki kita berat sekali untuk pergi mengabarkan Injil. Ini sangat merugikan kubu kita dan sekaligus menguntungkan pihak lawan. Paulus sudah memberikan rahasia untuk memenangkan peperangan ini. Dengan gerakan formasi yang tepat, niscaya kemenangan ada di tangan kita. Pakailah bot kerelaan untuk memberitakan Injil. Dengan derap langkah bot perang itu, mari kita bersama-sama menggempur pertahanan dan perlawanan musuh.

Erwan

Agustus 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲