Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan
Yesus dan Yohanes Pembaptis

Ia Harus Makin Besar, tetapi Aku Harus Makin Kecil

5 Agustus 2026 | Melky Alexander Lingga 3 min read

Renungan saat teduh Yohanes 3:30

Kalimat dari teks di atas adalah perkataan Yohanes Pembaptis yang memperlihatkan kerendahan hatinya di dalam pelayanannya. Walaupun mengenai dia, Yesus sendiri mengatakan bahwa diantara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis (matius 11:11). Namun Yohanes menyadari sepenuhnya bahwa panggilannya di dalam pelayanan adalah untuk mempersiapkan jalan bagi juruselamat, Yesus kristus Yang terhadap-Nya Yohanes mengatakan untuk membuka tali kasutnya pun aku tidak layak. (Yoh 1:27). Di dalam pelayanannya ia tidak mengambil kemuliaan bagi dirinya. Ketika para pemuka Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang – orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia “Siapakah engkau?” ia mengaku dan berterus terang, katanya, “Aku bukan Mesias.”  (Yoh 1:20). Ketika para muridnya berkata kepadanya mengenai Yesus yang membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya, Yohanes Pembaptis sekali lagi berterus terang kepada murid – muridnya mengatakan bahwa dirinya bukanlah Mesias, tetapi ia diutus untuk mendahului-Nya. ( Yoh 3:28) Lalu Yohanes meneruskan mengatakan;  yang empunya mempelai perempuan ialah mempelai laki –laki. Namun sahabat mempelai laki –laki yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya , sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki – laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. (Yoh 3:29)   

Di sini sekali lagi Yohanes tidak mencoba menonjolkan dirinya melainkan dia membawa murid – muridnya untuk melihat kepada Kristus sang mempelai laki –laki yang telah datang bagi mempelai perempuan yaitu gereja-Nya. Sehingga ia dapat mengatakan suatu kalimat yang seharusnya menjadi prinsip dari setiap kita sebagai hamba Tuhan di zaman ini; “Kristus harus makin besar, tetapi aku  harus makin kecil.” Yohanes sadar bahwa di dalam melayani Tuhan tidak ada tempatnya bagi dirinya untuk mendapat kredit sama sekali. Ia tahu bahwa tujuan dari panggilannya adalah untuk mempersiapkan jalan bagi sang juruselamat sehingga ketika Sang Juruselamat telah hadir, ia harus segera undur agar orang boleh melihat kepada Kristus yang telah datang. Sebagai alat yang dipakai oleh Tuhan kita tidak sedang berusaha untuk membuat diri kita maupun grup kita dikenal, tetapi kita sedang berbagian di dalam misi untuk menyatakan kerajaan Allah di dunia yang gelap ini. Misi kita adalah memberitakan injil Kristus di manapun kita berada, kepada siapa saja yang kita jumpai agar orang di sekitar kita boleh mengenal Kristus Sang Juruselamat. Sehingga semakin banyak orang berdosa datang kepada-Nya dan diselamatkan. Untuk berbagian di dalam misi kerajaan Allah ini kita harus menjadi rendah hati sama seperti Yohanes Pembaptis yang tidak membuat dirinya dikenal, melainkan selalu menunjuk kepada Kristus Sang Juruselamat. Yohanes mengatakan bahwa ia bersukacita sebagaimana sahabat dari mempelai laki – laki sangat bersukacita mendengarkan suara dari mempelai laki –laki itu.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki sukacita yang sama seperti sukacita Yohanes Pembaptis? Apakah kita lebih bersukacita ketika orang – orang mengingat khotbah kita? Apakah kita bersukacita ketika orang – orang mengenal kita karena kita cakap di dalam banyak bidang pelayanan? Apakah kita lebih bersukacita ketika kita dikenal oleh pemimpin kita di gereja? Atau kita lebih bersukacita ketika mengetahui ada orang yang bertobat dan datang kepada Kristus? Kalau hal ini telah menjadi sukacita kita, sepatutnya kita menjadi  lebih giat lagi di dalam kegiatan mengabarkan injil dan menyatakan Kristus di manapun kita berada. Kiranya melalui renungan ini setiap dari pada kita boleh belajar dari kerendahan hati Yohanes Pembaptis yang selalu menyatakan Kristus di dalam pelayanannya. 

Melky Alexander Lingga

Mahasiswa STTRII Konsentrasi Misiologi

Tag: Kristus, Pelayanan Kristen, penginjilan, Yohanes Pembaptis

Baca ini juga yuk

Mendambakan Kristus

Hidup manusia di dunia ini tidak bisa terlepas dari masa penantian karena manusia senantiasa berelasi dengan waktu. Selain itu di dalam diri manusia, yang diciptakan dalam gambar ...

Alkitab & Theologi - Ev. Diana Bunjamin 13 min read

Tumpah Darahku

Pernah dengar istilah “Indonesia tumpah darahku”? Kira-kira maksudnya apa, ya? Puisi Muhammad Yamin berjudul “Tanah Air” mungkin bisa membantu merenungkan istilah tersebut. Mengutip sepenuhnya.com, puisi panjang Yamin ...

Isu Terkini - Vik. Maya Sianturi Huang 3 min read

Filsafat Asia: Bagian 6

Dan pada ujungnya, kita harus menyadarkan manusia bahwa sehebat apa pun suatu kebudayaan, mereka tetap membutuhkan Yesus Kristus. Sepanjang 41 tahun saya bekerja melayani Tuhan, saya terus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 9 min read

Solus Christus: Imam Besar Kita

Bulan Oktober merupakan perayaan dua hari penting dalam tradisi Yudeo-Kristen. Tanggal 12 Oktober adalah Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) dan 31 Oktober adalah Hari Reformasi. Di tengah ...

Isu Terkini - Kevin Nobel 15 min read

Jalan Salib: Misteri Kerajaan Allah

Bayangkan ada seseorang yang berasal dari suatu kampung yang terpencil. Dia datang dengan pakaian biasa, sebuah baju berwarna putih yang sudah agak kekuningan dan abu-abu serta celana ...

Kehidupan Kristen - Ernike Ginting Babo Kevin Nobel 17 min read

Konsili Nikea dan Soteriologi Reformed: Ketaatan Kristus Sang Allah (Bagian 2)

Di tengah arus besar Reformasi abad ke-16, Ulrich Zwingli, bersama Felix Manz dan Conrad Grebel, menyalakan bara reformasi dengan satu seruan: Kristus adalah pusat keselamatan, dan Alkitab ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 14 min read

Nikea ke Wittenberg: Deitas Christi dan Solus Christus (Bagian 3)

Di abad pertengahan, umat Kristen mulai menaruh harapan kepada sesuatu yang bukan Allah untuk mencapai Allah: indulgensia, relik, bahkan doa melalui orang-orang kudus. Namun Reformasi datang untuk ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 5 min read

Mindfulness Kristen

Menurut definisi American Psychological Association (APA), mindfulness adalah suatu keadaan siaga—baik terhadap dunia batin maupun lingkungan sekitar. Ini adalah konsep yang banyak digunakan dalam berbagai jenis terapi ...

Kehidupan Kristen - Dodi Kurniawan 5 min read

Spiritualitas Kovenan: Janji Allah pada Umat-Nya

Ketika kita mendengar kata “perjanjian”, sering kali hal yang dibayangkan adalah sebuah perjanjian kerja sama antara dua pihak yang ditulis pada sebuah kontrak, di atas kertas secara ...

Alkitab & Theologi - Kevin Nobel 12 min read

Damai Kristus dan Eksistensialisme Kierkegaard Sebagai Dasar Penginjilan

Di dalam sejarah gereja, hari kebangkitan Yesus, yakni Paskah, bukan merupakan peringatan yang hanya dirayakan dalam satu hari di mana Yesus bangkit saja, melainkan di dalam satu ...

Kehidupan Kristen - Mario A. J. Sirait 9 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII