Tulisan oleh "Tirza Juvina Rachmadi" (12 buah)

Artikel

HEROES

Anda spesial karena Anda adalah satu pribadi yang Allah ciptakan hanya sekali saja, dan Anda mencintai Tuhan dengan cinta, ekspresi, kesetiaan, pengabdian yang khas dari Anda dan tidak bisa ditiru oleh orang lain

Selengkapnya...

Artikel

Menarik tapi Palsu!: The story behind Manga (Bag. 1)

Komik Jepang, atau dalam bahasa aslinya, manga, adalah buku yang lebih sering dibaca oleh anak-anak sampai pemuda daripada buku cerita tanpa gambar, buku pelajaran, dan juga Alkitab. Waktu toko buku belum membungkus komik dengan plastik, bukanlah pemandangan yang aneh jika terlihat orang yang sibuk membaca, sambil duduk di lantai atau berdiri di samping lemari buku, di antara rak-rak manga. Versi film kartunnya yang disebut anime bukanlah merupakan saingan dari versi manga yang dicetak, melainkan lebih merupakan suatu pelengkap.

Selengkapnya...

Artikel

Menarik tapi Palsu!: The story behind Manga (Bag. 2)

Di edisi bulan lalu saya membuat proposal bahwa manga, seperti tawaran lainnya dari dunia, hanya berusaha untuk mengalihkan manusia dari menemukan the real thing. Pembahasan yang pertama memperhatikan bahwa individualisme sebetulnya menghalangi manusia untuk sepenuhnya menjadi dirinya sendiri sebagai satu pribadi di hadapan Sang Pencipta. Dan kali ini kita akan melihat, bahwa intelektualisme yang mengklaim mengenal kebenaran pun masih meleset jauh dari kebijaksanaan Yang Maha Tinggi.

Selengkapnya...

Artikel

Menarik tapi Palsu!: The story behind Manga (Bag. 3)

Kita sampai kepada bagian terakhir dari artikel ini, dan akan membahas dua tokoh sekaligus, perwujudan dari sentimentalisme dan hedonisme. Biasanya tokoh sentimentalis ditampilkan dalam manga sebagai tokoh utama yang polos, luar biasa baik hati, apa adanya, entah dia sedang senang, sedih, marah, kecewa, atau terharu. Sedangkan tokoh hedonis muncul dalam bentuk tokoh pria playboy, yang kemana-mana selalu bisa membawa diri, luwes, dan mendapatkan cewek cakep, karena dia sangat percaya diri dan tidak tanggung-tanggung dalam usahanya menarik perhatian calon korban. Kedua tokoh ini memiliki kesamaan dalam sifat “apa adanya” mereka. Berbeda dengan tokoh individualis maupun intelektualis, kedua tokoh terakhir ini biasanya tidak banyak menghabiskan waktu untuk berpikir, melainkan langsung bertindak. Dasar tindakan mereka sebenarnya sama: yang satu tidak melawan perasaannya, dan yang satu lagi tidak melawan kesenangannya.

Selengkapnya...

Artikel

Natal: Sebuah Tornado

Sebuah lagu Natal “Do you hear what I hear?” merupakan sebuah lagu dengan musik yang sangat indah. Lagunya mengisahkan bagaimana sang angin malam berkata kepada seekor domba, “Lihat tidak yang saya lihat? Sebuah bintang besar di langit malam.” Sang domba berkata kepada gembala, “Dengar tidak yang saya dengar? Sebuah lagu dengan suara begitu besar bagaikan suara samudra.” Sang gembala berkata kepada raja dalam istana, “Tahu tidak yang saya tahu? Seorang anak di dalam dingin, mari kita bawakan emas dan perak kepadanya.” Raja berkata kepada orang di berbagai tempat, “Dengarkan saya! Berdoalah untuk damai! Seorang anak akan membawa kebaikan dan terang pada kita.”

Selengkapnya...

Artikel

Ketika Umat Tuhan Gagal

Sejak kuliah saya sering sekali mendengar khotbah-khotbah Reformed, tetapi terlepas dari sifat komprehensif Theologi Reformed yang kita banggakan, sedikit sekali khotbah yang mempersiapkan saya untuk menghadapi kegagalan. Salah satu penyebab ketidaksiapan saya adalah mitos yang mendarah daging bahwa kegagalan tidak seharusnya terjadi.

Selengkapnya...

Artikel

Predestinasi

Perlu waktu yang sangat lama untuk saya berdamai dengan Doktrin Predestinasi. Hal yang berikutnya saya ingat, terjadi kira-kira 6-7 tahun kemudian di dalam sebuah grup Pendalaman Alkitab, di mana seorang perempuan bule bertanya kepada seorang mahasiswa berkumis tentang Predestinasi. Pertanyaannya adalah, “Jikalau kita sudah ditentukan untuk diselamatkan atau tidak, bukankah hal itu berarti kita sama saja seperti robot?” Pak kumis menjawab, “Anggap saja begitu. Coba bayangkan, engkau membuat robot. Kemudian robotmu error, tidak taat kepadamu, melawan engkau, sampai akhirnya robot itu berjalan dengan buta ke tengah jalan yang ramai. Sebuah mobil akan menabraknya sampai hancur. Maukah engkau mengorbankan nyawamu untuk menyelamatkan robot itu?”

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Sumatra Utara yaitu di kota Kisaran, Rantauprapat, Pematangsiantar, dan Tarutung pada 7-10 Mei 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mungkin Mordekhai boleh disebut sebagai orang yang tunduk kepada hukum kerajaan, tetapi dia bukanlah orang yang...

Selengkapnya...

Hallo pak Stephen Tong, saya mau bertanya apakah kita percaya terlebih dahulu baru menerima roh kudus? Atau roh kudus...

Selengkapnya...

Salam. Terima kasih sebelumnya, saya sangat terberkati dengan pesan yang disampaikan. Namun alangkah baiknya definisi...

Selengkapnya...

Sangat memberkati. Mohon berbagi renungan harian nya. Terima kasih banyak Tuhan Yesus memberkati

Selengkapnya...

Menurut saya, Yang harus kita tanyakan dalam diri kita adalah apakah musik puji-pujian/lagu yg kita bawakan tersebut...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲