Konteks kehidupan modern sering kali membutakan kita akan banyak hal yang pernah ada di dalam sejarah. Bangsa dan masyarakat di dalamnya melupakan atau bahkan mulai meninggalkan budaya yang telah dibentuk berabad-abad. Generasi baru di dalam sebuah keluarga mulai meninggalkan bahkan melupakan tradisi yang sudah terbentuk di dalam keluarga tersebut. ...selengkapnya
Menurut sebuah survei, populasi dunia sudah mencapai 7,6 miliar (dan terus bertambah!). Indonesia memiliki populasi sebesar 267 juta dan berada di peringkat keempat untuk negara dengan populasi terbanyak, setelah Tiongkok di peringkat pertama (1,4 miliar), India di peringkat kedua (1,3 miliar), dan Amerika Serikat di peringkat ketiga (327 ...selengkapnya
Setelah berturut-turut kita menyinggung secara singkat soal lima kebangunan, kini saatnya kita membicarakan elemen keenam, yaitu penginjilan. Penginjilan menjadi kunci yang mutlak di dalam mengerti kebangunan. Sebab, tidak akan pernah ada kebangunan tanpa penginjilan. Itu adalah sebuah fakta. Kebangunan doktrin, epistemologi, etika, pelayanan, dan ...selengkapnya
Sebuah dobrakan atau gerakan yang baru dimulai sering kali disertai dengan kekuatan yang masih besar. Banyak orang yang dengan rela hati bahkan antusias mengikuti setiap pergerakannya. Namun, saat kita berbicara kesetiaan dan konsistensi untuk terus berjuang menghadapi pasang surutnya tantangan dan ancaman, tidak banyak yang bisa dengan tekun ...selengkapnya
Bagi kita yang hidup di zaman ini, arti sebuah nama tidak lagi menjadi sesuatu yang sangat berarti. Orang tua kita mungkin saja memberikan nama kepada kita dengan arti dan maksud tertentu, namun tidak berarti arti nama tersebut harus tergenapi dalam hidup kita. Kita pun sudah tidak lagi terbiasa mengaitkan arti sebuah nama dengan karakter atau ...selengkapnya
Henokh merupakan satu tokoh Alkitab yang sangat menarik. Di satu sisi, Henokh dicatat di dalam Alkitab hanya sebanyak tiga kali, yaitu di Kejadian 5, Ibrani 11, dan Yudas 14 (tentu ada silsilah-silsilah lain yang dicatat di Kitab Keluaran, Tawarikh, dan Lukas, tetapi ini semua adalah pengulangan dari silsilah yang sama di Kejadian 5). Di sisi lain, ...selengkapnya
Generasi milenial disebut sebagai generasi yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Menikmati secangkir kopi yang sedang ‘happening’ setiap hari dianggap lebih bernilai dibanding menabung untuk membeli rumah bagi masa depan. Ini adalah salah satu contoh pemikiran dari kaum milenial. Mereka dianggap sebagai generasi yang memiliki self-awareness di ...selengkapnya
Salah satu yang menjadi keunikan Gerakan Reformed Injili adalah sinkronisasi antara keketatan dan kekukuhan Theologi Reformed dan semangat penginjilan yang berkobar-kobar dari kaum Injili. Di dalam sejarah kekristenan, belum ada gerakan atau kubu yang secara jelas menyatukan semangat ini, walaupun ada tokoh-tokoh yang menjalankan kedua semangat ...selengkapnya
Iman Kristen seharusnya tidak mengasingkan seseorang dari ruang publik. Kebangunan kelima dari rangkaian kebangkitan pemuda Reformed Injili membawa kita kepada suatu pemahaman bahwa kita dipanggil sebagai garam dan terang dunia. Fungsi dari garam dan terang ini bukan berbicara tentang sekadar berbuat baik, melainkan berkaitan dengan ikatan ...selengkapnya
Sebagai pemuda-pemudi yang hidup di tengah zaman yang semakin tidak stabil, kita sering kali khawatir mengenai masa depan kita. Banyak pemuda yang berjuang keras demi menjadi seorang yang “unggul”, tidak terdampar, dan terjerat dengan kemiskinan. Semangat seperti ini timbul karena melihat banyaknya “penyakit” sosial yang tidak habis-habisnya. ...selengkapnya
Setelah terjadi kebangunan doktrinal, epistemologi, dan etika, kebangunan pelayanan harus menyusul. Semakin seseorang mengenal kebenaran, sudah seharusnya semakin ia ingin melayani Tuhan. Ekspresi dari keinginan melayani Tuhan tersebut tidak akan pernah terlepas dari persinggungannya dengan gereja di dunia; baik visible maupun invisible. Melayani ...selengkapnya
Sejauh ini kita sudah membahas 3 kebangunan yang menjadi ciri-ciri dari pemuda Reformed Injili, yaitu kebangunan theologi, epistemologi, dan etika. Kebangunan theologi menjadi langkah pertama yang penting bagi seorang pemuda Reformed Injili. Kelahiran baru seorang Kristen sejati seharusnya diikuti dengan kecintaannya kepada firman Tuhan. Bukan ...selengkapnya
Setelah dua bulan terakhir Buletin PILLAR membicarakan tentang dua kebangunan yang merangkai kerohanian seorang Kristen, kini kita akan membicarakan tentang kebangunan etika. Biasanya, pembicaraan tentang etika merupakan pembicaraan yang paling membosankan, terutama di kalangan generasi muda, karena gambaran umum yang hinggap pada benak generasi ...selengkapnya
Film Avengers: Infinity War mengisahkan Thanos, seorang tokoh antagonis yang menjadi momok bagi para jagoan Marvel. Tidak ada satu pun anggota Avengers yang bisa menghentikan aksi Thanos ini. Selama 2,5 jam film ini menceritakan bagaimana Thanos berjuang mengumpulkan infinity stone satu per satu yang berjumlah 6 buah. Ketika seluruh batu itu ...selengkapnya
Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah ...selengkapnya
Pdt. Dr. Stephen Tong sering menyebutkan ada lima aspek kebangunan rohani bagi pemuda Kristen, yaitu kebangunan doktrinal atau theologi, kebangunan epistemologi, kebangunan etika, kebangunan pelayanan, dan kebangunan budaya. Di antara kelima aspek tersebut, epistemologi menjadi salah satu aspek yang sering diabaikan oleh pemuda-pemudi Kristen di ...selengkapnya
Bacaan: Mazmur 50Ketika kita beradu argumen dengan sesama Kristen, biasanya kalimat yang muncul–dikutip
langsung dari perkataan Tuhan Yesus adalah “Jangan menghakimi” (Mat. 7). Tetapi apabila
kita melihat Yakobus 4:12 lebih teliti, kita menemukan bahwa ada Hakimnya yaitu Tuhan
sendiri. Lalu seperti apakah Hakimnya itu (Mzm. 50)?Hakimnya ...selengkapnya
Sekitar sebelas tahun yang lalu, saya terlibat perbincangan hangat dengan seorang rekan senior di pelayanan mahasiswa. Ia adalah mantan koordinator persekutuan, dan kala itu baru menjadi staf junior pada salah satu lembaga pelayanan mahasiswa di Bandung. Karena kami cukup dekat, pembicaraan waktu itu segera menjadi sengit. Sebabnya, kami ...selengkapnya