Seri kotbah Pdt. Dr. Stephen Tong memberikan fondasi iman yang kokoh dan menjadi pillar yang kuat bagi pertumbuhan iman saudara semua untuk menjadi saksi Kristus berbuah di dunia ini.
Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada Allah Tritunggal. Kita masih secara khusus memperhatikan kalimat “menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus”.
Pontius adalah kota asal ...selengkapnya
Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa—dilahirkan dalam dosa, hidup dalam dosa, dan nantinya akan mati dalam dosa. Hanya Kristus yang tidak demikian. Ia bukan dilahirkan karena persetubuhan antara laki-laki dan perempuan, tetapi ...selengkapnya
Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di dalam Pengakuan Iman Rasuli. Yesus dilahirkan sebagai Tuhan atas manusia pada saat kaisar pertama Romawi mengangkat diri sebagai tuhan dan menganggap seluruh warga ...selengkapnya
Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk membicarakannya. Dalam versi aslinya Pengakuan Iman Rasuli hanya menggunakan tiga kali istilah credo (aku percaya).
Objek iman kita hanya Allah Tritunggal. ...selengkapnya
Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata kepadanya bahwa kuasa-Nya melampaui kuasa raja. Di zaman Daniel, Allah pun memberi tahu warga Babel bahwa kuasa-Nya melampaui kuasa raja di sana. Saat kaisar Romawi menyebut diri sebagai ...selengkapnya
Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli memiliki empat frasa: “Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal; Tuhan kita; yang dikandung dari Roh Kudus; Lahir dari anak dara Maria.” Pernyataan pengakuan iman ini merupakan keunikan iman Kristen yang berbeda tajam dibandingkan dengan apa yang dipercayai banyak agama, karena kita bukan hanya percaya ...selengkapnya
Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung dari Roh Kudus; dan 4) Lahir dari anak dara Maria. Di dalam empat frasa ini terkandung kelimpahan pengenalan kita akan Kristus. Telah kita bicarakan sebelumnya bagaimana Kristus ...selengkapnya
Bagi Allah, tidak ada yang lebih penting daripada Kristus sendiri, karena Dia adalah Allah sendiri. Pengakuan Iman Rasuli di dalam bahasa Mandarin urutannya berbeda: “Aku percaya kepada Tuhanku Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.” Kata “Tuhan” di depan. Saya akan memakai urutan ini ...selengkapnya
Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, dan Allah sejati. Siapa yang dilahirkan wanita yang boleh disebut Tuhan? Bagi mereka ini konyol, tidak masuk akal, dan tidak bisa diterima. Maka, saat ...selengkapnya
Hari ini saya meneruskan PIR butir pertama dilanjutkan ke butir ke-2. Butir ke-2 yang terpanjang, terpenting, karena inilah inti iman Kristen yaitu Kristus atau kristologi. Kristologi pernah kita seminarkan 25 tahun lalu pertama kalinya di Indonesia, cuma 3 hari, tetapi untuk SPIK bagi Generasi Baru sudah 3 kali (pertama, Yesus: Jalan, Kebenaran, ...selengkapnya
Kita sudah menyelesaikan butir pertama PIR tentang iman kepada Allah, dan hari ini kita mulai butir kedua. Inilah kebahagiaan di antara umat manusia. Semacam orang percaya kepada Allah yang tak tampak, di sorga, sebagai Tuhan, Bapa, dan Pemilik alam semesta. Sesudah butir pertama, butir kedua yang paling panjang, penting, limpah, dan inti yaitu ...selengkapnya
Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang menjadi dasar budaya Barat telah begitu unggul meneliti fenomena alam, memberikan kekuatan pendidikan, yang membuat kita menyekolahkan anak ...selengkapnya
PIR (Pengakuan Iman Rasuli) merupakan suatu rangkaian kepercayaan orang Kristen yang berespons kepada Allah. Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, sehingga memungkinkan manusia untuk ...selengkapnya
PIR telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita pikirkan baik-baik, karena mustahil firman Tuhan diturunkan, manusia bereaksi kepada firman Tuhan lalu tidak terjadi perubahan konsep dalam sejarah. Sejarah dibentuk oleh ...selengkapnya
Saya berharap saya boleh mewariskan pemikiran tentang tiga hal yang penting bagi iman kita, tindakan kita, dan apa yang harus kita doakan di hadapan Allah, yaitu Sepuluh Hukum, Doa Bapa Kami, dan Pengakuan Iman Rasuli.
Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh ...selengkapnya
Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah
dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta dan menjadi pikiran terpenting. Kebudayaan Tionghoa dan India menjelaskan alam semesta secara kabur dan tidak jelas. Sementara orang Yunani ...selengkapnya
Kini kita akan membicarakan Allah yang empunya kemuliaan. Dari ketiga istilah ini: Kerajaan, kuasa, dan kemuliaan, kemuliaan merupakan yang paling tidak berwujud, bersifat supramaterial, dan sulit dimengerti. Kita sulit mengerti arti kemuliaan Allah. Ketika kita berbicara tentang Kerajaan Allah, kita mengetahui adanya raja, militer, dan pertahanan. ...selengkapnya
Tuhan Yesus menutup Doa Bapa Kami dengan kalimat, “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya.” Melalui akhir Doa Bapa Kami ini kita didesak untuk memiliki perasaan tanggung jawab I-Thou relationship, “Saya sedang berdiri di hadapan Tuhan. Engkaulah yang memberi segala anugerah dan akulah yang memohon dan ...selengkapnya