Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

26 Mei 2017 | Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Saya berharap saya boleh mewariskan pemikiran tentang tiga hal yang penting bagi iman kita, tindakan kita, dan apa yang harus kita doakan di hadapan Allah, yaitu Sepuluh Hukum, Doa Bapa Kami, dan Pengakuan Iman Rasuli.

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang disimpulkan dalam tiga kalimat pendek, terkesan sederhana, tetapi sudah mencakup hal-hal yang paling penting secara komprehensif di dalam iman kekristenan. Kita tidak menemukan di dalam agama-agama, manusia menyebut dan mengakui Allah di sorga sebagai Bapa, sebagai Pencipta, dan sebagai Allah yang Mahakuasa. Tiga kalimat ini bukan kesimpulan dari theolog-theolog genius, tetapi diturunkan oleh para rasul yang diutus oleh Tuhan Yesus sendiri. 

Gereja harus memelihara ajaran yang diturunkan dari para nabi Perjanjian Lama dan rasul Perjanjian Baru. Dari Perjanjian Baru kita mengerti Perjanjian Lama, karena Perjanjian Lama mengandung Perjanjian Baru, dan Perjanjian Baru menggenapi Perjanjian Lama. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan satu keutuhan yang terdiri dari dua bagian. Inilah wahyu Allah melalui pekerjaan Roh Kudus menggerakkan para nabi dan rasul.

Setelah itu, Tuhan Yesus Kristus sendiri turun ke dunia, menjelma menjadi tubuh yang berdaging dan berdarah seperti engkau dan saya. Yesus adalah Allah menjadi manusia; Yesus adalah Sang Pencipta yang berbalut tubuh yang dicipta, menjadi manusia hidup di tengah engkau dan saya, untuk menjadi Juruselamat dan Perantara antara kita dan Bapa. Dia juga menjadi Wakil Allah, sehingga hanya Yesuslah di sepanjang sejarah umat manusia yang berani dan boleh mengatakan, “Barang siapa melihat Aku, dia melihat Allah.”

Kita bersyukur kepada Tuhan, karena Ia mengatakan, “Sebagaimana Bapa mengutus Aku, Aku mengutus engkau.” Yesus menerima mandat dari Allah, dan kini Ia memberikan mandat kepada para rasul untuk menjadi wakil Kristus, sebagaimana Kristus menjadi Wakil Tuhan Allah. Rasul (Yun. apostolos) artinya utusan. Apostolos terbesar adalah Kristus. Raja terbesar di atas semua raja adalah Kristus; Nabi di atas semua nabi adalah Kristus; Imam di atas semua imam adalah Kristus. Kristus mewakili Tuhan Allah mengutus rasul, sehingga para rasul menjadi wakil Kristus yang mewakili Allah untuk segala zaman memberikan kepada kita firman. Perjanjian Lama diwahyukan kepada para nabi dan Perjanjian Baru diberikan kepada para rasul. Rasul dan nabi menjadi fondasi gereja.

Di dalam Efesus 2:19-20 dan 4:11 tertulis Gereja didirikan di atas rasul dan nabi. Urutan ini sengaja dibalik di dalam Perjanjian Baru (1Kor. 12:28; Ef. 2:20, 3:5, 4:11). Penyusunan ini sengaja melawan urutan kronologis. Tujuannya menegaskan kepada orang Kristen segala zaman bahwa tulisan rasul merupakan kunci untuk mengerti tulisan nabi. Engkau tidak mungkin mengerti pengajaran para nabi secara benar tanpa mengerti pengajaran para rasul. Perjanjian Baru merupakan kunci mengerti Perjanjian Lama. Maka, gereja harus menerima Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Gereja yang tidak menerima otoritas Alkitab bukanlah gereja. Itu sebabnya, Pengakuan Iman Rasuli menjadi pengakuan gereja, yang membuktikan kita milik Tuhan.

Banyak gereja saat ini tidak menyatakan PIR lagi. Mereka meremehkan tugas gereja ini. GRII tidak boleh tidak membacakan pengakuan iman ini, untuk menyatakan bahwa kita adalah orang yang menganut, percaya, dan beriman kepada Tuhan melalui doktrin-doktrin yang tertulis di dalam PIR. PIR berarti pengakuan terhadap iman Kristen seturut pengajaran yang diwariskan oleh para rasul. Oleh sebab itu, kita perlu meneliti dengan teliti dan terperinci PIR ini. Martyn Lloyd-Jones, salah seorang theolog Puritan yang agung di abad ke-20, mengkhotbahkan Efesus 1 sebanyak 128 kali, karena ia ingin orang mengerti firman dengan terperinci. Kiranya kita terus memiliki hasrat kehausan belajar dan mempunyai keinginan terus belajar seterperinci dan sedalam mungkin sehingga kita tidak menipu diri.

PIR memecahkan dan membedakan sejarah manusia menjadi dua bagian, sebelum dan sesudah-nya. Di sini kita melihat pentingnya PIR. Dunia sebelum PIR adalah dunia yang mengenal alam sebagai suatu objek dan manusia adalah subjek yang menyelidikinya. Semua pengertian didasarkan pada subjektivitas manusia. Manusia menganggap diri tuan rumah alam semesta, menganggap diri mengerti langit dan bumi, menjadi satu-satunya makhluk yang menganalisis, mempelajari, mengamati, dan mengerti alam semesta.

Sebagaimana kita mengetahui, manusia dicipta menurut peta teladan Allah, sehingga makhluk lain tidak mungkin mempunyai rasio, tidak mungkin mempunyai logika, selain manusia. Tetapi setelah PIR, manusia tidak lagi melihat alam sebagai objek observasi, manusia melihat alam yang diciptakan oleh Tuhan. Saya dan alam adalah ciptaan Allah. Maka, kalimat “Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa”, dilanjutkan dengan kalimat “Pencipta langit dan bumi”. Ada keberadaan lain selain saya dan alam, yaitu Allah.

Allah tidak kelihatan, tetapi Dia ada, dan Dia menjadi Sumber dan Sebab semua ciptaan. Ini satu penerobosan yang tidak pernah muncul dalam sejarah. Ketika kita menyelidiki alam semesta, kebudayaan-kebudayaan besar berusaha menjelaskan dari mana asal alam semesta, tetapi tidak ada satu pun kebudayaan yang sanggup memberikan tanggung jawab yang cukup untuk memberi jawaban. Kebudayaan Tiongkok, India, Mesir, Babel, dan Yunani, semua berusaha menafsirkan alam. Namun mereka gagal memberikan jawaban yang tepat dari mana dunia ini berasal.

Kebudayaan Tiongkok sangat tua, dan tidak kalah dari Mesir, India, dan Babel. Tetapi ketika ditanya dari mana asal alam semesta, maka dijawab bahwa ada seorang tua yang bernama Pan-gu. Pan-gu berada dalam satu telur yang kecil dan Pan-gu itu begitu kecil. Ia membawa palu (dari mana datang palunya, tidak ada jawaban) dan memukulkan palu itu ke atas, akhirnya telur itu bengkak membesar ke atas karena terus-menerus dipukul dan menjadi langit. Landasannya menjadi bumi. Inilah awal langit dan bumi. Begitu mendengar cerita seperti ini, engkau langsung sadar bahwa itu adalah omong kosong. Cerita ini indah, tetapi tetap omong kosong.

Orang India mengatakan bumi ini datar berbentuk empat sudut dan ditopang oleh empat ekor gajah, satu di setiap sudutnya. Kalau gajah itu bergerak, terjadilah gempa. Kebudayaan Timur Tengah memikirkan ada dewa atau pencipta yang menjadikan bumi dan langit, tetapi sangat tidak jelas bagi mereka bagaimana terjadinya. Orang Yunani mengatakan bahwa langit dan bumi ini memang sudah ada dari aslinya tidak ada perubahan, memang sudah seperti ini dari dahulu kala (unchanging universe). Tugas manusia adalah menyelidiki, mencatat, dan memberikan pengertian itu kepada orang lain. Kebudayaan Gerika atau Yunani ini sangat agung.

Kebudayaan Hellenistik (Yunani) dan kebudayaan Hebrew (Ibrani) adalah dua kebudayaan besar pembentuk dasar pengetahuan manusia tentang alam semesta dalam kebudayaan Barat saat ini. Kebudayaan Barat berpengaruh besar pada kebudayaan dunia hingga saat ini. Kebudayaan Timur berbeda. Kebudayaan Timur tidak memikirkan dunia luar, tetapi dunia sekarang. Orang Tionghoa berpikir sangat duniawi, memikirkan dunia di sini. Orang India memikirkan dunia di sana. Mau berpikir caranya adalah membayangkan, maka tutup mata dan meditasi. Karena itu, patung Konfusius selalu buka mata, sementara Buddha selalu tutup mata. Sementara kebudayaan Gerika dan orang Barat berbeda. Mereka lebih memikirkan bagaimana tanggung jawab mereka terhadap dunia di luar dirinya, bagaimana meneliti alam semesta ini, apa yang ada di sorga dan di bumi ini. Dunia Barat ingin tahu ada apa di langit, apa itu bintang, berapa jaraknya. Semua mau dihitung dan berusaha memberikan penjelasan yang bertanggung jawab. Orang-orang Yunani adalah orang-orang yang sangat suka berpikir, suka menyelidiki, berusaha mengamati apa pun, berusaha mengerti dan menghitung, dan berusaha mengerti alam semesta ini. Maka, Protagoras mengatakan, “Manusia adalah pengukur segala sesuatu (homo mensura).”

Orang Gerika begitu gemar menyelidiki. Di tahun 584 SM di Miletus ada seorang bernama Thales. Ia adalah bapa filsafat Gerika. Dia mengumumkan bahwa tanggal 28 Mei yang akan datang orang tidak akan melihat matahari. Ia dianggap sedang omong kosong. Ternyata benar, hari itu Miletus gelap gulita karena gerhana. Ini terjadi karena semua bergerak. Bumi bergerak, matahari bergerak, bulan bergerak, bintang bergerak. Thales mampu menghitung dengan tepat bagaimana pergerakan bumi, matahari, bulan, sehingga tahu tepat kapan bulan menutupi matahari terhadap bumi. Inilah astronomi.

Orang Gerika kuno begitu pandai, tetapi orang Gerika sekarang begitu bodoh. Mereka tidak mampu mengelola ekonomi negara, menjadi bangkrut, dengan perdana menteri yang tidak jujur yang menjadi tertawaan dunia. Gerika hancur ekonominya akibat mereka terbiasa tidak membayar pajak. Itu berawal ketika Gerika dijajah oleh Turki. Mereka tidak mau membayar pajak kepada penjajah agar penjajah tidak mendapatkan uang dan akhirnya bangkrut. Setelah Turki pergi, mereka sudah terbiasa tidak mau membayar pajak, maka sekarang negaranya bangkrut. Gerika pernah mempunyai orang besar seperti Sokrates, Plato, Aristoteles yang begitu pandai. Tetapi 2.500 tahun kemudian menjadi begitu bodoh. Ini membuat saya semakin tidak memercayai cerita evolusi.

Di zaman sebelum Sokrates, ada satu kebiasaan yaitu menyelidiki alam. Mereka berjam-jam duduk mengamati bintang-bintang di langit, mencatat dan mengukur. Inilah astronomi, yaitu ilmu mempelajari perbintangan di langit. Maka semua buku Gerika adalah On Nature dan On Principles. Sampai di zaman Sokrates, ia mengubah arah pembelajaran. Engkau mau mengerti benda-benda yang jauh, hal-hal di luar sana yang jauh, mengapa engkau tidak mau mengerti dirimu sendiri. Apa pun mau kamu tahu tetapi tidak tahu diri, apa pun diselidiki tetapi tidak menyelidiki diri. Tercetuslah “gnothi seauton” (know yourself). Maka arah filsafat bergerak, dari astronomi menuju anthropologi, dari menyelidiki dunia luar menuju dunia dalam. Manusia mulai menyelidiki diri (self).

Ketika PIR mengatakan, “Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi,” kita masuk ke dalam arah yang baru. Manusia tidak menjadi pemilik alam semesta ini, manusia bukan subjek alam semesta, tetapi kini manusia harus sadar selain alam dan dirinya, ada Allah Pencipta semua itu. Ini menjadi satu lembaran baru. Tanpa PIR dunia akan berhenti pada keunggulan yang diberikan Gerika. Tanpa PIR manusia akan menjadi arogan karena menganggap diri pandai, penganalisis alam semesta. Tetapi Sokrates mengkritik manusia, mengapa begitu sombong sudah menyelidiki semua alam semesta, tetapi tidak tahu diri.

Sejarah mencatat, Sokrates mengatakan, “Siapa engkau yang berhak mendapat uang karena engkau mengajarkan kebenaran? Apakah kebenaran itu milikmu? Apakah sudah memonopoli kebenaran, sehingga ketika engkau mengajarkannya engkau berhak meminta uang? Apakah engkau memiliki alam semesta ini? Engkau salah.” Sokrates telah membuat revolusi dalam cara pikir manusia. Ia membuat revolusi dalam pencarian manusia, sehingga manusia harus mulai memikirkan siapa dirinya, mengapa ia bisa ada di tengah alam semesta, apa makna dan tujuan hidupnya. Untuk apa saya mempelajari semua yang lain kalau saya tidak mengenal diri saya sendiri? Dan ia membiarkan pertanyaan itu terus terbuka hingga saat ini.

Dengan demikian, kita melihat orang Gerika memiliki beberapa kelemahan: Pertama, mereka memperlakukan diri mereka sebagai subjek untuk mengerti alam semesta. Mereka menjadi guru mengajar orang lain tentang alam semesta. Mereka tahu dan mereka bisa tahu karena mereka menyelidiki, yang akhirnya membuat mereka menjadi sombong. Kedua, ketika mereka menyelidiki alam, mereka menggunakan pola pikir atau mentalitas yang disebut sistem tertutup (closed system). Menurut Paul Tillich, seorang Jerman, theolog Amerika Serikat, mengatakan, “Orang Yunani memperlakukan alam semesta seperti dunia plastik, yang selalu seperti itu, tidak berubah. Yang berubah adalah diri kita. Saya menyelidiki, dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Itulah perubahanku. Dunia ini tidak berubah, alam semesta ini tidak berubah, pengertian saya yang berubah, dan saya menuliskan apa yang sebelumnya tidak dimengerti untuk bisa mengerti semua materi itu. Seluruh jawaban terhadap ketidaktahuan ini, yaitu seluruh proses perubahan saya ini, saya ajarkan kepadamu.”

Sistem tertutup ini merajalela di dunia hampir dua ribu tahun. Sistem tertutup ini tidak bisa dikalahkan bahkan sampai zaman Sir Isaac Newton. Barulah di abad ke-20 ada perubahan revolusi yang baru, dari seorang filsuf ilmu pengetahuan yang bernama Thomas Kuhn. Thomas Kuhn adalah seorang filsuf Kristen Protestan, dan dia mengajarkan satu istilah yang sangat penting, yaitu paradigm shift (pergeseran paradigma). Setiap zaman tidak ada perubahan, kecuali terjadi perubahan paradigma maka dunia mengalami kemajuan. Manusia mulai berubah pola pikir dasarnya (paradigmanya). Paradigm shift ini sangat penting dan dia mengatakan bahwa kita perlu sistem terbuka (open system) di dalam melakukan riset. Menyelidiki segala sesuatu harus keluar dari sistem, dari ikatan yang telah membelenggu kita selama ribuan tahun. Kalau kita tidak bisa keluar dan melepaskan diri, gereja tidak akan bisa maju, masyarakat tidak berubah, kebudayaan tidak berubah, dan segala sesuatu menjadi mandek dan statis karena terkunci oleh keterbatasan sistem tertutup.

Ketika saya mempelajari ribuan tahun perkembangan manusia, saya akhirnya menyadari bahwa closed system sudah dibongkar oleh PIR. Janganlah menjadi orang Kristen yang hanya percaya kepada Kristus, lalu menghibur diri. Di dalam kekristenan terkandung semua kebenaran yang tertinggi yang dibutuhkan oleh sejarah di dalam kebudayaan manusia. Sejak hari pertama, sejak kalimat pertama PIR, “Aku percaya kepada Allah, aku percaya kepada Dia sebagai Bapa yang Mahakuasa, aku percaya kepada Dia sebagai Pencipta langit dan bumi,” maka kita mulai masuk ke open system. Manusia tidak lagi boleh menutup diri di dalam alam semesta, manusia harus menerobos batas alam semesta, di luar alam semesta ada Pencipta yang mencipta alam semesta. Allah adalah Sumber, Allah adalah Sebab, Allah adalah Pencipta di luar alam yang terbatas ini. Dan inilah pertama kali keterbatasan dibuka dan diterobos untuk masuk menuju ke tempat Bapa, dan menuju Bapa yang transenden yang telah menciptakan dunia ini. Maka, PIR merupakan suatu penerobosan yang pertama. Di sinilah awal kita memikirkan menerobos keberadaan alam dan diri yaitu dimulai dari mengenal Allah yang menciptakan. Amin.

Tag: Pengakuan Iman Rasuli, Stephen Tong

Baca ini juga yuk

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 6: Butir Pertama (6)

Iman adalah hal yang paling serius dalam hidup manusia. Tanpa iman kepercayaan, tidak seorang pun diperkenan Allah. Di hadapan Allah bukan kelakuan yang diperhitungkan, karena kelakuan kita ...

Transkrip - Redaksi Pillar 8 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) … mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 21: Butir Kedua (15) … mati dan dikuburkan

Setiap manusia yang hidup tidak memiliki pengalaman mati. Maka pembicaraan tentang kematian adalah rahasia yang mustahil dimengerti oleh para filsuf, disadari oleh para rohaniwan, diuraikan oleh para ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 22: Butir Kedua (16) … turun ke dalam kerajaan maut.

Dari seluruh pembahasan tentang Kristus, hal yang paling memperkenan Allah Bapa di sorga adalah pengenalan akan Anak Tunggal Allah, segala rencana dan anugerah-Nya, serta firman tentang Kristus. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 23: Butir Kedua (17) … turun ke dalam kerajaan maut.

Tema “Yesus dikuburkan” senantiasa menggetarkan hati saya, karena seumur hidup Ia tidak pernah memikirkan bagaimana jika Ia mati, siapa yang akan menyediakan kuburan bagi-Nya. Yesus begitu rela ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 24: Butir Kedua (18) … turun ke dalam kerajaan maut.

Allah telah menyiapkan sebuah kuburan baru yang belum pernah dipakai untuk menyambut kematian Anak Allah yang tunggal, dan memberi-Nya tempat istirahat terbaik. Seperti telah diungkap sebelumnya, frasa ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 25: Butir Kedua (19) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristuslah Juruselamat yang menggantikan kita, mengalahkan kuasa maut, dan bangkit dari antara orang mati. Kalimat ini adalah kalimat yang amat dahsyat dan menggemparkan, karena tak seorang pun ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 26: Butir Kedua (20) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Yesus mati dan dikuburkan. Allah memberi-Nya kuburan di pinggir kota Yerusalem, dekat sebuah taman, sebuah kuburan baru milik seorang kaya, Yusuf Arimatea. Allah di sorga tahu kebutuhan, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 27: Butir Kedua (21) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristus turun ke dalam kerajaan maut dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi perayaan terpenting Abad Pertama, karena merupakan penerobosan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 28: Butir Kedua (22) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Melalui kebangkitan Kristus yang sulung, kita semua akan menerima tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, yang mirip dengan tubuh kebangkitan Yesus yang memiliki lima sifat yang berbeda dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 29: Butir Kedua (23) Naik ke sorga

Pengakuan Iman Rasuli merupakan dokumen terpenting yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi Alkitab menjadi rangkaian kepercayaan Kristen. Dalam bahasa aslinya, bahasa Latin, tiga kali muncul kata credo, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 30: Butir Kedua (24) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Yesus yang kita percaya bukan hanya manusia yang hidup di dunia 33½ tahun saja, tetapi Ia sudah ada sejak kekekalan, dan di akhir zaman Ia akan datang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 31: Butir Ketiga (1) Aku percaya kepada Roh Kudus

Kini kita memasuki Pengakuan Iman Rasuli bagian ketiga. Bagian pertama tentang Allah Bapa, bagian kedua tentang Allah Anak dan ini yang terpanjang, dan bagian ketiga tentang Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 32: Butir Ketiga (2) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah butir ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli. Tidak ada agama yang berbicara adanya Pribadi Kedua dan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal. Mereka ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 36: Butir Ketiga (6) Aku percaya kepada Roh Kudus

Di dalam pikiran manusia, perlu ada peranan Roh Kudus untuk memimpin otak, fungsi rasio, dan menguasai seluruh intelektualitas manusia. Inilah yang dilawan oleh mereka yang mengaku penuh ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 39: Butir Ketiga (9) Aku percaya kepada Roh Kudus

Ketika Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia, ini merupakan pemberian terbesar bagi manusia; ketika Allah mengirimkan Roh Kudus bagi Gereja-Nya, ini merupakan pemberian terbesar bagi Gereja. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 41: Butir Ketiga (11) Gereja yang Kudus dan Am

Pengakuan Iman Rasuli terbentuk dari tiga kepercayaan, yaitu: Aku percaya kepada Allah, Aku percaya kepada Yesus Kristus, dan Aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah objek iman orang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 42: Butir Ketiga (12) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus

Kini kita membahas, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.” Kekristenan banyak dikritik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 43: Butir Ketiga (13) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Tubuh, dan Hidup yang Kekal. Amin

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Dari Nikea, untuk Gereja yang Akan Diperbarui (Bagian Pertama)

Dewasa ini, banyak orang dan gereja yang menganggap bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanyalah suatu prosesi ritual yang dapat dilakukan dapat tidak, sehingga bukan sesuatu yang terlalu perlu ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 7 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII