Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

18 Agustus 2017 | Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang menjadi dasar budaya Barat telah begitu unggul meneliti fenomena alam, memberikan kekuatan pendidikan, yang membuat kita menyekolahkan anak kita ke Barat, bukan ke India atau Afrika. Tetapi munculnya Perjanjian Baru di mana Yohanes mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah… segala sesuatu dijadikan oleh Dia,” (Yoh. 1:1, 3) dan sampai Ibrani 11 dikatakan, “bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, hingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat,” maka kebudayaan Yunani tidak bisa dibandingkan dengan Alkitab, karena hanya Alkitab yang membahas asal mula alam semesta ini, sehingga iman Kristen pun dinyatakan.

Butir pertama Pengakuan Iman Rasuli berkata, “Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.” Ini pertama kali iman melihat dunia di luar dunia ciptaan ini. Ini disebut sistem terbuka, suatu penerobosan keluar batasan lingkup dunia ciptaan. Sistem terbuka ini dimulai oleh kekristenan. Sistem ini tidak dimiliki oleh bangsa Tionghoa, India, Babilonia, Mesir, bahkan Yunani. Theolog Amerika, Paul Tillich mengatakan, “Dunia Gerika adalah dunia plastik,” yaitu suatu dunia yang sudah ditetapkan, statis, tidak berubah, dan menanti kita untuk menelitinya. Pandangan Alkitab sama sekali berbeda. Jika Sang Pencipta mau, maka sesuatu bisa ada atau musnah, maka kita perlu menerobos dunia ciptaan ini dan mau mengerti dunia Allah Pencipta. 

Para ilmuwan tidak tahu, bahwa penelitian Yunani itu merupakan sistem tertutup. Sistem tertutup ini berjalan terus hingga era Newton. Barulah di abad ke-20 muncul seorang dari delapan filsuf Kristen yang besar, di antara ratusan filsuf yang ada, yaitu Thomas Kuhn. Ia berkata, “Kemajuan perubahan sejarah terjadi jika ada pergeseran paradigma (paradigm shift).” Jika paradigma berubah, baru ada kemajuan dalam metodologi. Ia berkata bahwa kita harus belajar meneliti sesuatu dengan sistem terbuka.

Butir pertama PIR ini ada jauh sebelum ditetapkannya metodologi bahwa dunia alam ini tidak boleh membelenggu kita, tetapi kita harus menerobos, melampaui, dan melihat dunia di luar dunia ciptaan, yaitu Sang Pencipta, barulah kita mengerti dari mana datangnya dunia ini. Aku di dalam dunia ciptaan, mengenal Allah Pencipta dalam lingkup yang terbelenggu, tetapi imanku mendapat kebebasan sejati melalui wahyu Allah Pencipta dunia ini.

Butir pertama PIR berkata, “Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.” Inilah berharganya iman kita, yang merupakan pembebasan di dalam hati kita. Karena Allah adalah Pencipta langit dan bumi, kita mendapatkan iman ini. Hanya dalam butir ini saja kita melihat bagaimana iman membangun kerohanian. Dalam tahapan kebudayaan, pengetahuan adalah hal terendah. Meneliti materi itu hal yang rendah. Meneliti manusia lebih tinggi. Orang yang mendapat kesulitan di dalam bidang teknologi merasa bahwa mereka itu yang tertinggi dalam dunia ini, tetapi di gereja kita, banyak pemuda yang menyadari dari tempat yang tadinya mereka pikir itu “yang tertinggi di dunia” kini mereka tinggalkan, lalu sekolah theologi dan menjadi hamba Tuhan. Yang manusia pandang tinggi, dipandang rendah oleh Tuhan; yang manusia pandang rendah, sering kali dipandang tinggi oleh Tuhan. Ilmu itu rendah karena ilmu dan teknologi hanya memperbaiki kehidupan jasmani, tetapi tidak bisa meningkatkan moralitas dan memuaskan kebutuhan rohani kita.

Saya pernah berkhotbah di MIT (Massachusetts Institute of Technology) sekitar dua puluh tahun yang lalu, bahwa ada tiga tahapan kebudayaan, yaitu dari kata Latin: scio, cogito, dan credo. (1) Scio, artinya “aku tahu”, yaitu aku mengamati, meneliti, dan memperhitungkan, sehingga saya tahu. Ini merupakan pengetahuan akan alam ini. Tetapi ketika kita tidak bisa lagi melampaui batasan ini, maka kita harus masuk ke upaya melakukan kebaikan. Ilmuwan tidak mampu menjelaskan tentang dosa dan kebajikan. Maka, ketika seseorang mau mengetahui yang lebih tinggi dari ilmu pengetahuan, dia tidak lagi bisa meneliti dan menghitungnya, tetapi harus mulai membayangkannya. (2) Cogito, artinya “aku berpikir”, di mana sekalipun orang merasa sudah berpikir jelas, ia tetap belum tentu benar. Maka, sering kali timbul berbagai perdebatan, karena apa yang engkau ungkapkan berbeda argumentasinya dengan orang lain. Ada pepatah Tionghoa mengatakan, “Masing-masing orang menganggap diri benar dan menganggap orang lain salah.” Ketika kita tiba pada tahapan “aku berpikir” maka sulit sekali untuk kita masuk ke jawaban yang mutlak. Maka dunia psikologi, etika, dan agama semua bersifat relatif. Yang oleh orang India dianggap baik, oleh orang Tionghoa dianggap tidak baik. Yang orang Kristen anggap baik, oleh orang Muslim dianggap tidak baik, dan seterusnya. Yang tidak bisa diselesaikan dengan ilmu, hanya bisa kita bayangkan. Ketika membayangkan tidak bisa menyelesaikan, kita pun butuh melangkah lebih tinggi lagi. (3) Credo, artinya “aku percaya”. Inilah yang tertinggi. PIR di tempat yang tertinggi karena mulai bukan dengan “aku tahu” atau “aku berpikir”, tetapi dengan “aku percaya”. Inilah yang diumumkan oleh orang Kristen kepada dunia. Kita melampaui ilmu dan filsafat, membangun iman kita di atas kebenaran yang Allah wahyukan. Allah yang sungguh ada, mewahyukan kebenaran yang sejati, aku sungguh menerimanya dengan tulus dan taat kepada apa yang Allah wahyukan, dan itu menjadi keyakinan kepercayaan kita.

Kepercayaan, yaitu sungguh taat dan tunduk pada Allah yang mewahyukan kebenaran yang sejati, dengan hati yang jujur mau takluk pada wahyu Allah sejati dari Allah yang sejati dan sungguh jujur. Wahyu Allah itu sejati, kebenaran yang Allah wahyukan itu, yaitu kebenaran sejati. Aku sungguh percaya pada Allah sejati, yang sungguh mewahyukan kebenaran yang sejati. Inilah namanya kepercayaan keyakinan. Maka, keyakinan tidak bisa dipisahkan dengan kesejatian. Dalam pemahaman orang-orang Yunani, iman dengan firman sejati juga tidak bisa dipisahkan. Di sinilah masalah terbesar dalam agama.

Setiap agama berkata mereka menerima wahyu. Tetapi wahyu yang diyakini diterima oleh satu agama, ternyata berbeda dari wahyu yang diterima oleh agama-agama lain. Maka kita pun menjadi bingung. Apakah Allah bercabang lidah? Tentu tidak mungkin. Kebenaran itu adalah kebenaran, Allah adalah kebenaran. Tuhan Yesus Kristus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Di dalam 1 Yohanes 5:9 dikatakan, “Roh Kudus adalah Roh kebenaran,” maka Allah Tritunggal adalah Allah yang sejati. Saat kita sungguh mengerti, maka kita akan taat kepada Allah dan wahyu yang sejati. Ketika kita sungguh percaya akan wahyu yang sejati, itulah yang disebut keyakinan. PIR mulai dari hal ini.

Di dalam PIR ada delapan kali dikatakan “Aku percaya”. Dan semua itu dimulai dari, “Aku percaya kepada Allah, Pencipta langit dan bumi,” sampai diakhiri dengan, “Aku percaya pada hidup yang kekal.” Ini berarti bahwa orang Kristen ialah orang-orang yang menerima anugerah keselamatan dan hidup yang kekal dari Allah. Frasa kedua berkata, “Bapa yang Mahakuasa.” Di dalam kemahakuasaan-Nya, bukan berarti Allah mempunyai kekuatan untuk melakukan apa saja. Allah tidak bisa berdosa, maka jika Anda berkata Ia adalah Allah yang Mahakuasa, maka Ia harus bisa berbuat dosa, kemahakuasaan Allah tidak bisa dijelaskan seperti itu. Kemahakuasaan hanya bisa dimengerti bahwa semua kekuatan dalam hal yang bajik berasal dan datang dari-Nya.

Ketika kita berkata, “Bapa yang Mahakuasa,” kita sedang membahas bahwa Ia adalah sumber segalanya. Ia permulaan dari segala kuasa kebajikan. Ia menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu. Setelah menciptakan, Ia menjadi penguasa langit dan bumi. Maka ketika Yesus menyebut Allah, Ia berkata, “Oh, Tuhan langit dan bumi.” Ini merupakan kalimat teladan yang Yesus ucapkan kepada Allah Bapa. Dalam Alkitab ada sebagian sebutan yang kebanyakan orang tidak mengerti. Ketika Paulus menjelaskan tentang ilah dalam dunia ini, ia sedang menunjuk kepada Iblis bukan kepada Allah. Tetapi ketika Yesus berkata, “Raja dunia ini,” itu menunjuk kepada Iblis, bukan kepada Allah. Raja dunia adalah penguasa yang menguasai pendosa di dalam dunia, dan itu menunjuk kepada Iblis. Ilah dunia ialah tuhan palsu yang dianggap sebagai ilah manusia, dan disembah. Ketika Tuhan Yesus membahas tentang Allah, Ia berkata, “Tuhan langit dan bumi, Tuhan pengontrol semua penguasa, penghakim seluruh langit dan bumi.” Dia adalah Allah.

Ada dua macam manusia, 1) yang percaya kepada Allah dan 2) yang tidak percaya kepada Allah. Orang yang tidak percaya kepada Allah ada dua macam, yaitu 1) yang tidak percaya Allah itu ada, dan 2) yang percaya Allah itu tidak ada. Percaya Allah tidak ada, berarti secara konseptual sama sekali tidak ada Allah. Yang kedua adalah orang yang tidak peduli keberadaan Allah, karena ia tahu Allah ada, tetapi tidak mau percaya kepada-Nya. Kemudian, ada satu golongan manusia lain, yaitu kaum agnostik, yang tidak mau tahu baik Allah ada atau tidak ada. Konfusius berkata, “Mungkin ada, mungkin tidak ada, saya percaya mungkin Allah ada, tetapi saya tidak mau mendiskusikannya. Aku tidak mau berbicara tentang yang aneh, yang berkuasa, misterius, kacau, dan ilahi.” Dia berkata bahwa penguasa segala sesuatu mungkin ada, tetapi saya tidak tahu siapa dia, maka saya sebut dia sebagai langit.

Laozhi berkata, “Ada yang namanya firman, ada sebelum dunia dicipta.” Ia tidak menyebutnya sebagai Allah, tetapi sebagai firman yang kekal. Menurut Islam, percaya kepada Allah yang Esa, yang kekal, yang ada dalam dunia roh, yang tidak tampak, yang menciptakan, tetapi tidak dilahirkan, dan juga tidak melahirkan. Menurut kekristenan, “Aku percaya kepada Allah: Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus; Allah Tritunggal. Allah yang saling berhubungan, Bapa mengasihi Anak, Anak mengasihi Roh Kudus, Roh Kudus mengasihi Bapa, sehingga timbul komunikasi, persekutuan, dan saling memerhatikan.” Inilah fondasi dari segala komunitas. Jika engkau mengerti relasi Allah Tritunggal, maka engkau akan belajar saling mengasihi.
Hanya Alkitab yang paling sempurna, tepat, kekal, universal, dan tidak berubah. Kebenaran sejati telah diwahyukan, maka aku percaya kepada Allah, yang merupakan Allah yang Esa, tidak berubah, kekal, bajik, kudus, dan adil. Iman kita pun dibangun di atas kebenaran yang murni ini. Ketika engkau bertanya kepada penganut Hinduisme, tentang kepercayaan mereka kepada Allah, maka akan dijawab, “Lembu, kuda, domba, dan babi ialah Allah, karena mereka ada nyawanya, yang ada nyawa pasti ada sifat ilahi di dalamnya.” Orang Hindu memiliki 360 juta dewa. Di dalam konsep Hindu, semua hewan ialah Allah. Yang paling mereka hormati salah satunya adalah lembu, karena lembu membajak barulah engkau mendapat makanan.

Di dalam sejarah filsafat, ada beberapa keyakinan kepada Tuhan. Salah satunya adalah (1) Deisme, yaitu natural theism. Kepercayaan bahwa Allah adalah Allah alam. Artinya, Allah mencipta segalanya, lalu Ia membiarkannya. Suatu hari ada akhir zaman di mana kekuatan alam habis, sehingga selesai semuanya. Paham deisme dimulai sekitar abad ke-17 dari kota Cherbury, kota kecil di Inggris. Di situ ada seorang bernama Herbert of Cherbury. Ia menemukan teori yaitu alam ada karena diciptakan Allah, tetapi setelah selesai diciptakan dan menaruh dalil dan kekuatan alam, maka Allah pun beristirahat dan membiarkan alam berputar dengan sendirinya. Teori ini kemudian dikembangkan oleh William Paley. Akhir abad ke-17 hingga abad ke-19, Prancis telah menciptakan arloji dan lonceng yang terbaik di dunia. Di Paris ada orang genius bernama Abraham Brequet yang membuat Tourbillion, yang memengaruhi dunia arloji hingga sekarang ini. Tourbillion ditambah dengan minute repeater, menjadi arloji termahal di dunia. Di Prancis banyak sekali ahli arloji. Paley mengatakan, “Jika arloji berputar, maka ia mulai bergerak, dan pergerakan itu sampai pernya habis energi untuk berputar, berhentilah arloji tersebut. Demikian pula Allah mencipta dunia ini, menaruh kekuatan di dalamnya, maka dunia ini berputar sampai satu hari kekuatan itu habis dan berhentilah semuanya pada hari kiamat.” Teori deisme ini memengaruhi dari Inggris sampai ke seluruh Eropa. Maka, mereka mengajak orang Kristen meninggalkan Tuhan Yesus, tetapi meninggikan ilmu. Kita percaya kepada Allah dan penciptaan, tetapi kita tidak percaya Dia menguasai, karena Allah setelah menciptakan, membiarkan semua berjalan sendiri. Pikiran Herbert of Cherbury dan William Paley memengaruhi generasi muda di Eropa yang membuat gereja kosong. Prancis menjadi kasihan sekali, karena mereka tidak mempunyai Tuhan dan menentang kekristenan. Berbagai akibat deisme menyebabkan Eropa kehilangan pegangan iman. Belanda yang pertama menyetujui LGBT. Kejahatan terjadi di mana-mana. Semua ini terjadi karena mereka meninggalkan PIR dan kepercayaan yang murni. PIR merupakan jaminan terbesar dalam kehidupan manusia, dimulai dari bagaimana manusia percaya kepada Allah, masyarakat saling menghormati, sampai akhirnya masuk ke dalam dunia kekekalan. (2) Pantheisme merupakan filsafat kedua, di mana manusia percaya bahwa alam ini adalah Allah, sehingga sifat ilahi ada di segala makhluk dan benda. Dengan pemahaman ini pasti nuranimu menjadi yang terbaik, karena hewan pun tidak akan engkau celakai, karena Allah itu adalah alam. Hingga abad ke-21, di era postmodern ini, pemahaman yang banyak dianut masyarakat postmodern adalah pantheisme. (3) Politheisme, adalah pemahaman seperti Hindu, yaitu percaya banyak Allah. Orang Kristen harus menghormati kebebasan mereka, tetapi tidak perlu menerima pendirian mereka, karena kita memiliki wahyu Allah sejati yang secara sungguh telah mewahyukan kebenaran sejati. Dengan demikian keyakinan iman kita berbeda. Kita harus kembali kepada Alkitab dengan kalimat pertamanya, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Amin.

Tag: Pengakuan Iman Rasuli, Stephen Tong

Baca ini juga yuk

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 6: Butir Pertama (6)

Iman adalah hal yang paling serius dalam hidup manusia. Tanpa iman kepercayaan, tidak seorang pun diperkenan Allah. Di hadapan Allah bukan kelakuan yang diperhitungkan, karena kelakuan kita ...

Transkrip - Redaksi Pillar 8 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) … mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 21: Butir Kedua (15) … mati dan dikuburkan

Setiap manusia yang hidup tidak memiliki pengalaman mati. Maka pembicaraan tentang kematian adalah rahasia yang mustahil dimengerti oleh para filsuf, disadari oleh para rohaniwan, diuraikan oleh para ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 22: Butir Kedua (16) … turun ke dalam kerajaan maut.

Dari seluruh pembahasan tentang Kristus, hal yang paling memperkenan Allah Bapa di sorga adalah pengenalan akan Anak Tunggal Allah, segala rencana dan anugerah-Nya, serta firman tentang Kristus. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 23: Butir Kedua (17) … turun ke dalam kerajaan maut.

Tema “Yesus dikuburkan” senantiasa menggetarkan hati saya, karena seumur hidup Ia tidak pernah memikirkan bagaimana jika Ia mati, siapa yang akan menyediakan kuburan bagi-Nya. Yesus begitu rela ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 24: Butir Kedua (18) … turun ke dalam kerajaan maut.

Allah telah menyiapkan sebuah kuburan baru yang belum pernah dipakai untuk menyambut kematian Anak Allah yang tunggal, dan memberi-Nya tempat istirahat terbaik. Seperti telah diungkap sebelumnya, frasa ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 25: Butir Kedua (19) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristuslah Juruselamat yang menggantikan kita, mengalahkan kuasa maut, dan bangkit dari antara orang mati. Kalimat ini adalah kalimat yang amat dahsyat dan menggemparkan, karena tak seorang pun ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 26: Butir Kedua (20) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Yesus mati dan dikuburkan. Allah memberi-Nya kuburan di pinggir kota Yerusalem, dekat sebuah taman, sebuah kuburan baru milik seorang kaya, Yusuf Arimatea. Allah di sorga tahu kebutuhan, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 27: Butir Kedua (21) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristus turun ke dalam kerajaan maut dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi perayaan terpenting Abad Pertama, karena merupakan penerobosan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 28: Butir Kedua (22) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Melalui kebangkitan Kristus yang sulung, kita semua akan menerima tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, yang mirip dengan tubuh kebangkitan Yesus yang memiliki lima sifat yang berbeda dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 29: Butir Kedua (23) Naik ke sorga

Pengakuan Iman Rasuli merupakan dokumen terpenting yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi Alkitab menjadi rangkaian kepercayaan Kristen. Dalam bahasa aslinya, bahasa Latin, tiga kali muncul kata credo, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 30: Butir Kedua (24) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Yesus yang kita percaya bukan hanya manusia yang hidup di dunia 33½ tahun saja, tetapi Ia sudah ada sejak kekekalan, dan di akhir zaman Ia akan datang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 31: Butir Ketiga (1) Aku percaya kepada Roh Kudus

Kini kita memasuki Pengakuan Iman Rasuli bagian ketiga. Bagian pertama tentang Allah Bapa, bagian kedua tentang Allah Anak dan ini yang terpanjang, dan bagian ketiga tentang Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 32: Butir Ketiga (2) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah butir ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli. Tidak ada agama yang berbicara adanya Pribadi Kedua dan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal. Mereka ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 36: Butir Ketiga (6) Aku percaya kepada Roh Kudus

Di dalam pikiran manusia, perlu ada peranan Roh Kudus untuk memimpin otak, fungsi rasio, dan menguasai seluruh intelektualitas manusia. Inilah yang dilawan oleh mereka yang mengaku penuh ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 39: Butir Ketiga (9) Aku percaya kepada Roh Kudus

Ketika Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia, ini merupakan pemberian terbesar bagi manusia; ketika Allah mengirimkan Roh Kudus bagi Gereja-Nya, ini merupakan pemberian terbesar bagi Gereja. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 41: Butir Ketiga (11) Gereja yang Kudus dan Am

Pengakuan Iman Rasuli terbentuk dari tiga kepercayaan, yaitu: Aku percaya kepada Allah, Aku percaya kepada Yesus Kristus, dan Aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah objek iman orang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 42: Butir Ketiga (12) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus

Kini kita membahas, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.” Kekristenan banyak dikritik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 43: Butir Ketiga (13) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Tubuh, dan Hidup yang Kekal. Amin

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Dari Nikea, untuk Gereja yang Akan Diperbarui (Bagian Pertama)

Dewasa ini, banyak orang dan gereja yang menganggap bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanyalah suatu prosesi ritual yang dapat dilakukan dapat tidak, sehingga bukan sesuatu yang terlalu perlu ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 7 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII