Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 25: Butir Kedua (19) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

22 April 2019 | Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Tema Pengakuan Iman Rasuli kita masuk ke dalam bagian Kristologi yang menjadi standar iman Kristen segala bangsa dan segala zaman, yaitu sebuah kalimat pendek, “Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.” Inilah puncak dan fokus iman kepada Kristus. Jika Yesus hanya seorang baik, bermoral, rela berkorban, dan menjadi teladan bagi umat manusia, kita tidak perlu percaya kepada-Nya, karena jika Ia tidak bangkit dari antara orang mati, mustahil Ia menjadi Juruselamat kita.

Kristuslah Juruselamat yang menggantikan kita, mengalahkan kuasa maut, dan bangkit dari antara orang mati. Kalimat ini adalah kalimat yang amat dahsyat dan menggemparkan, karena tak seorang pun yang sudah dikuburkan keluar dari kubur. Inilah rahasia kemenangan dan kuasa terbesar yang Allah nyatakan di bawah kolong langit. Pengharapan baru dan kuasa terbesar yang melepaskan kita dari kuasa maut telah diberikan dalam sejarah. Hal yang faktual terjadi dalam pengalaman setiap orang Kristen, kubur Yesus telah kosong, tetapi hati setiap orang yang mengikuti-Nya terisi dan mengalami perubahan hidup. Orang yang tadinya berdosa, tetapi karena kuasa kebangkitan Kristus, bisa mengalahkan dosa dan hidup berkemenangan.

Hari Yesus bangkit merupakan hari terpenting di abad pertama. Kekristenan hari ini melihat hari yang terpenting adalah hari Natal. Banyak orang merayakan Natal karena ada kado. Khususnya anak-anak kecil dan remaja akan senang jika pada saat Natal ada Sinterklas dan pohon Natal, sehingga menjadi hari yang sangat meriah. Tetapi, di abad pertama umat Kristen tahu hari yang terbesar sepanjang tahun bukan Natal, tetapi Paskah. Kristus bangkit dari antara orang mati, itulah hari yang terbesar. Maka di abad pertama, Natal tidak dirayakan, karena tidak ada yang ingat atau memberitahukan tanggal kelahiran Yesus. Alkitab pun tidak menyatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Tuhan Yesus. Tanggal itu muncul dari tradisi Gereja Katolik.

Gereja Katolik menentukan 25 Desember, yang berasal dari hari perayaan penyembahan matahari dalam tradisi Kekaisaran Romawi. Penyembahan matahari dilakukan setiap 25 Desember dan sekarang Kristuslah matahari keadilan yang sejati, maka dianggap lebih baik menyembah Kristus pada 25 Desember, bukan menyembah matahari secara fisik. Saya kira tidak salah kita mengambil satu hari untuk mengingat kelahiran Yesus. Ini fakta sejarah yang tidak bisa disangkal. Kita menganggap Yesuslah matahari keadilan sejati bagi seluruh alam semesta, maka kita menggantinya menjadi hari kelahiran Yesus. Namun yang penting, kita mengingat Yesus lahir tidak lebih besar daripada mengingat Yesus bangkit dari antara orang mati.

Kebaktian terbesar dan terpenting dalam gereja yang saya pimpin adalah Kebaktian Jumat Agung. Bagi saya, Jumat Agung itu dasar Hari Kebangkitan. Jika Yesus tidak mati, mustahil Ia akan bangkit. Kematian Yesus justru membuktikan bahwa Ia mampu mengalahkan maut, sehingga Ibrani 2:14 berkata, “Oleh kematian-Nya Ia mengalahkan Iblis, si penguasa maut. Kematian-Nya membuktikan kuasa Yesus lebih besar daripada kuasa maut.” Maka, kematian bukan tujuan, tetapi metode atau cara yang Tuhan pakai untuk menuju kebangkitan yang jauh lebih penting daripada kematian.

Kalimat “Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati” menjadi pengharapan yang memutarbalikkan fakta “upah dosa adalah maut”. Kita berdosa, maka akibatnya kita mati dan tidak ada hari depan dan pengharapan, karena mati menjadi titik akhir. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa itu bukan titik atau tujuan terakhir, tetapi Yesus sengaja memakai kematian menunjukkan bahwa Ia menang atas kuasa maut. Maka, Yesus bangkit dari antara orang mati menjadi jaminan bahwa hidup kita bukan tanpa pengharapan atau akan ditelan maut. Sebaliknya melalui kematian-Nya, Yesus menelan segala kuasa maut dan bahkan Ia bangkit.

Seorang Puritan, John Owen, berkata, “Kematian Kristus merupakan kematian yang mematikan segala kematian.” Bagi semua orang, kematian harus menghentikan hidupnya, tetapi kematian Kristus justru mengalahkan dan mematikan segala kematian, bahkan Ia bangkit dari antara orang mati. Inilah kemenangan yang luar biasa: Yesus bangkit dari antara orang mati. Kematian Yesus berdasarkan kuasa yang tak terbatas. Hidup Kristus mempunyai kuasa yang tak terbatas yang mengalahkan yang terbatas. Dalam aritmetika, tak terhingga selalu lebih besar daripada angka berapa pun yang terhingga. Jika yang tak terbatas menggantikan yang terbatas, akhirnya akan tetap tak terbatas.

Ada dua ayat penting, yaitu: a) Ibrani 7:16 – “berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa”; dan b) 2 Timotius 1:10 – “mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa”. Surat Ibrani dan 2 Timotius memberi tahu kita tentang hidup yang tidak berkebinasaan, yang tak terbatas, dan tak terhingga, yang menggambarkan mengapa Kristus bisa bangkit dari antara orang mati setelah dibunuh di atas salib, yaitu karena Ia mustahil dimatikan. Alkitab berkata, kematian Kristus merupakan kematian yang paling unik. Saya telah membahas tentang keunikan hidup Yesus secara jasmaniah yang berbeda dibandingkan dengan semua manusia yang hidup di dunia, karena tubuh Kristus bukan dilahirkan berdasarkan hasil persetubuhan antara laki-laki dan wanita. Maria tidak pernah bersetubuh dengan laki-laki sebelum mengandung bayi Yesus, tetapi ia melahirkan karena Roh Kudus, Allah Tritunggal Pribadi Ketiga, yang menyucikan dan menaungi rahimnya. Maka, kesucian rahim Maria yang mengandung Yesus merupakan sebuah misteri yang amat besar.

Paulus berkata, “Alangkah besarnya misteri Allah menjadi manusia.” Allah menyatakan diri dalam tubuh manusia. Frasa “Karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas” ini cuma muncul satu kali di Injil Yohanes 3:34. Roh Kudus yang tidak terbatas ada dalam rahim Maria, maka pertemuan kuasa Tuhan dalam tubuh Maria yang masih gadis mengakibatkan Yesus ada dalam rahimnya. Yesaya 7:14 berkata, “Seorang anak dara akan mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki.” Ini melawan hukum biologi. Wanita tidak punya kromosom Y, hanya punya kromosom X, maka semua yang berasal hanya dari benih wanita saja mustahil melahirkan laki-laki. Maka, Paulus berkata, “Alangkah besarnya misteri ini bahwa seorang perawan dinaungi Roh Kudus, lalu mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.”

Tubuh Kristus: (a) bukan merupakan hasil pembuahan antara sperma dan sel telur dan (b) Allah tidak izinkan untuk mengalami kerusakan. Jika seorang manusia mati, tubuhnya tidak berfungsi lagi dan dalam 2×24 jam akan mulai rusak, semua elemen kehidupan akan rontok dan membusuk, lalu mulai muncul serangga kecil-kecil yang beterbangan, dan seluruh jasadnya mulai menjadi bau. Hal seperti ini tidak Allah izinkan terjadi pada tubuh Yesus. Allah memelihara tubuh-Nya sedemikian rupa agar tidak rusak dan bisa dibangkitkan dari antara orang mati dengan kondisi baik.

Yesus bangkit, artinya memberikan pengharapan bagi seluruh umat manusia bahwa tidak usah takut mati, karena kematian bukan titik akhir hidup manusia di dunia ini. Kita diciptakan menurut dalil fisik, di mana yang mati tubuhnya harus rusak, bau, dan hancur melebur dengan tanah. Inilah dalil umum orang berdosa. Tetapi Yesus turun ke dunia, Firman menjadi daging, memberikan kesanggupan dan kemungkinan yang berbeda, yaitu kita diberikan pengharapan menuju pada tubuh yang kekal dan tidak mungkin rusak lagi, karena penebusan Tuhan itu termasuk penebusan badaniah. Banyak orang Kristen hanya mengetahui bahwa kita diselamatkan secara rohani, artinya kita diampuni dosanya dan ditebus. Ini tahap pertama penebusan. Tetapi Alkitab berjanji bukan hanya itu saja.

Penebusan dibagi 3 tahap: (1) Secara status kita sudah ditebus, yaitu dosa kita diampuni dan kita diselamatkan, yakni kita diperanakkan kembali dan mendapat hidup yang baru. Ini kelahiran baru. Pada saat kelahiran baru, seluruh tubuh tidak ada perubahan, tubuh tetap menua, bisa sakit, lemah, dan terluka. Tetapi bedanya, kita mendapat sukacita penyertaan Allah yang konkret, di mana Allah berkenan masuk ke dalam hati dan hidup kita. Kita mendapat kepastian, pegangan, dan jaminan hidup dalam diri kita. Ini yang ditulis di Efesus, bahwa kita dibuktikan dan dijamin. Bagaikan seseorang membeli rumah, baru membayar uang muka dan sudah mendapat sebuah surat jaminan bahwa rumah itu miliknya, meski belum lunas. Demikian dengan keselamatan dari Tuhan. Ketika Tuhan Yesus menebus dan memperanakkan kita kembali, itu merupakan tanda atau meterai dari Roh Kudus yang memberikan kita jaminan bahwa kita sudah ditebus dan dibayar dengan darah Kristus. Maka, kita sudah menjadi milik Tuhan. Tahap pertama ini terjadi serentak.

(2) Pembersihan roh kita yang terus-menerus, tiada henti-hentinya. Tiap hari darah Tuhan Yesus membersihkan, mengoreksi, dan mengampuni kita. Yesus berkata, “Aku tidak meminta agar Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi Aku minta agar Engkau melindungi mereka dari yang jahat” (Yoh. 17:15). Tahap pertama, sudah secara status diselamatkan, diperanakkan, dan dijamin kita adalah anak-anak Allah. Tetapi, kita masih hidup di lingkungan para pendosa, penggodaan Iblis berlangsung setiap hari. Maka, perlu berdoa dan bersandar Roh Kudus tiap hari dalam berperang dengan dosa. Dalam Galatia 5, Roh Kudus berperang dengan nafsu, agar engkau tidak mudah melakukan apa yang kauinginkan. Jika engkau mau menjadi orang Kristen, engkau harus berani menanggung dan membayar harga sebagai orang Kristen. Tak seorang pun yang mutlak suci dan tidak bisa berdosa. Para rasul, Bapa-bapa Gereja, dan semua umat kudus mengalami hal ini, berperang dengan diri tiap-tiap hari. Kesalahan theologis John Wesley adalah ia beranggapan di dunia ini kita bisa menjadi suci dan tidak berdosa lagi. Ini salah! Alkitab mengatakan, selama hidup di dunia, kita yang sudah menjadi Kristen masih berperang dengan hawa nafsu, godaan Iblis, pengalihan dari dunia, dan harus senantiasa bersandar kepada Roh Kudus. Manusia harus membayar harga untuk terus menaati Roh Kudus dan berperang terus-menerus melawan godaan dunia. Dalam istilah theologi, ini disebut progressive sanctification (pengudusan yang progresif). Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk melawan diri kita sendiri dengan kekuatan baru agar kita sanggup mengalahkan Iblis, yaitu dengan bersandar pada-Nya.

Jika tiap hari menang, tahap kedua ini dilaksanakan dalam diri kita, menjadi kaum yang bertahan terus sampai Kristus datang kembali. Namun, justru inilah kesulitan orang Kristen. Banyak orang mau menghindar dari bagian ini, melarikan diri dari kewajiban, tidak mau memikul salibnya dan menyangkal dirinya, maka hidup mereka seperti orang-orang dunia. Ada orang-orang Kristen yang sudah diselamatkan yang hidupnya lebih rusak dibandingkan orang-orang di luar, karena mereka tidak mau bersandar pada Roh Kudus, tetapi bersandarkan diri, kuasa dunia, dan kedagingannya sendiri. Orang yang mengikuti keinginan daging itu adalah orang Kristen yang tidak bersandar pada Roh Kudus, tetapi sudah diselamatkan. Kristen rohani itu sudah diselamatkan dan mutlak menaati Roh Kudus. Orang yang menuruti hawa nafsu adalah semacam orang yang belum Kristen.

Paulus tidak membagi orang Kristen seperti Stoikisme yang membagi orang menjadi 3 macam: Orang yang kedagingan (Yahudi); orang yang di tengah (Kristen); dan orang yang rohani (Gnostik). Pembagian seperti ini salah sama sekali. Theologi Watchman Nee dan Witness Lee terlalu mengikuti tradisi Yunani ini. Theologi Reformed justru menyatakan sebaliknya: Kristen bisa yang pertama, yang mengikuti keinginan daging; atau yang ketiga, yang taat pada keinginan Roh atau orang rohani; dan orang dunia yang di tengah. Maka, Kristen yang sudah menerima Tuhan, jangan memihak pada kedagingan. Jika kita memihak kedagingan, akhirnya akan rusak dan binasa. Tetapi, kita mesti belajar bagaimana mengikuti pimpinan Roh Kudus, taat pada teguran dan gerakan Roh Kudus. Ketika kita mengikuti pimpinan Roh Kudus, maka kita bersandar pada kuasa Roh Kudus melawan diri kita sendiri. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.

Sebelum tiba di Papua, ada seorang pendeta Papua berkata kepada saya, “Jika Pak Tong mau datang ke Papua, tolong selesaikan dahulu 4 hal ini: penyakit AIDS, kemiskinan, dan dua hal lainnya.” Dalam khotbah saya, saya nyatakan bahwa keempat hal yang dikatakan pendeta Papua itu tidak ada orang yang dapat menolongnya. Yang bisa menolong hanya Tuhan melalui ketaatan mereka. Jika Papua ingin menaati Tuhan dan menemukan musuhnya ialah diri sendiri, lalu mau bersandar pada Roh Kudus memerangi nafsu diri sendiri, barulah ada harapan. Tidak ada seorang pun yang bisa menolongmu, karena musuh terbesarmu ialah dirimu sendiri.

Tuhan telah memberikan petunjuk, firman, dan jalan keluar bagaimana manusia hidup beres. Tetapi, para pengkhotbah dan pendeta tidak berani menegur dosa dan memberikan jalan keluar, karena mereka sendiri malas dan hidupnya tidak beres. Banyak pendeta yang tamak uang, korupsi, dan tidak beres. Ajaran yang membuatmu malas bekerja dan melarikan diri dari tanggung jawab itu ajaran pendeta palsu, pendeta penipu, termasuk beberapa pendeta yang begitu kelihatan dihormati dan dikagumi. Ratusan ribu orang Indonesia tercandu oleh pendeta-pendeta seperti ini. Beberapa waktu lalu, keponakan Pdt. Benny Hinn, Costi Hinn menulis di suatu website, “Benny Hinn pamanku, tetapi khotbah kemakmuran bukan bagianku.”1 Setelah bertahun-tahun menyelidiki Benny Hinn dan membaca Alkitab, ia mengambil kesimpulan bahwa yang dikhotbahkan Benny Hinn itu berbeda dengan ajaran Alkitab. Ia berkata, “Setelah saya membaca dan merenungkan Alkitab, saya tahu bahwa hidup Yesus itu miskin dan sederhana, sedangkan gaya hidup Benny Hinn terlalu kaya dan boros. Ajarannya berbeda dan melawan Alkitab. Itu ajaran palsu.”

Yesus begitu miskin, tinggal di tengah kaum miskin, Seorang yang sederhana, bukan mewah. Hanya pendeta penipu yang berkata, “Jika engkau percaya Yesus, engkau akan kaya raya,” lalu ia harus membuktikan dirinya kaya lebih dahulu. Ia memakai uang persembahan jemaat untuk membeli pesawat terbang pribadi agar ia sendiri terlihat kaya untuk menipu bahwa percaya Tuhan bisa kaya seperti dia. Ia kaya dari uang perpuluhan yang seharusnya untuk Tuhan dan ia rampas. Seumur hidup-Nya, Yesus hidup dalam kemiskinan dan kesulitan. Ia berkata, “Burung mempunyai sarang, serigala punya liang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Alkitab mencatat, Yesus terlalu sibuk, sampai tidak ada waktu untuk makan. Tiap minggu di Singapura, setelah selesai berkhotbah, jam 19.30-20.00 saya diberikan waktu untuk makan, tetapi saya selalu tidak makan karena terlalu letih. Lalu, saya masuk dalam sebuah ruang kelas dan tidur di kursi selama ±20 menit. Sekitar jam 19.50 saya bangun dan makanan sudah disediakan, tetapi saya tidak makan. Sepulangnya dari berkhotbah yang kedua, jam 21.30, hampir jam 22.00 saya baru tiba di hotel, saya baru makan malam. Saya teringat ucapan, Yesus tidak ada waktu untuk makan. Yesus turun dari sorga yang mewah dan mulia, lahir di palungan, hidup di tengah kaum miskin, dan hidup dengan tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

(3) Ia mati dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Ia menjadi teladan bagi kita. Alkitab berkata, tubuh kebangkitan-Nya menjadi buah sulung bagi semua tubuh yang akan dibangkitkan. Tubuh Yesus yang dibangkitkan dari kematian menjadi tubuh pertama, buah sulung. Apakah artinya buah sulung? Jika engkau menanam pohon, selalu akan ada buah yang paling dahulu muncul, biasanya itu enak sekali. Tidak lama kemudian barulah semua buahnya bermunculan. Kebangkitan Yesus Kristus secara tubuh adalah kebangkitan buah sulung yang mewakili semua orang yang akan dibangkitkan. Yesus bangkit lebih dahulu, menjadi buah sulung kebangkitan. Lalu nanti pada Hari Tuhan, kita semua akan dibangkitkan dan akan mempunyai tubuh kebangkitan seperti tubuh Kristus yang sudah bangkit 2.000 tahun yang lalu. Buah sulung ialah Kristus, buah yang banyak ialah kita. Buah sulung menjamin adanya buah-buah yang akan datang.

Orang yang menanam pohon dan menikmati buah sulungnya mengerti apa yang saya katakan di sini. Ia adalah buah sulung dari semua orang dalam Kristus yang akan ikut dibangkitkan seperti Yesus Kristus. Kita sedang menantikan hari itu. Jadi, kita memiliki tiga tahapan penebusan: 1) Dosa kita diampuni dan kita diperanakkan kembali. Ini sudah lewat. 2) Kita menaati Roh Kudus untuk mendapat kekuatan mengalahkan nafsu, pencobaan, dan godaan Iblis. Ini sedang berjalan. Dan, 3) Pada saat Yesus datang kembali, tubuh kita akan dibangkitkan dengan tubuh yang tidak bisa rusak. Ini yang akan datang. Jangan lupa, engkau anak-anak Allah! Mari kita menantikan kedatangan kembali Kristus dengan tekun, sabar, dan taat mengikuti pimpinan Roh Kudus, agar hidup kita selalu berkemenangan. Amin.

Endnote:
Benny Hinn Is My Uncle, but Prosperity Preaching Isn’t for Me.

Tag: Pengakuan Iman Rasuli, Stephen Tong

Baca ini juga yuk

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 6: Butir Pertama (6)

Iman adalah hal yang paling serius dalam hidup manusia. Tanpa iman kepercayaan, tidak seorang pun diperkenan Allah. Di hadapan Allah bukan kelakuan yang diperhitungkan, karena kelakuan kita ...

Transkrip - Redaksi Pillar 8 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) … mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 21: Butir Kedua (15) … mati dan dikuburkan

Setiap manusia yang hidup tidak memiliki pengalaman mati. Maka pembicaraan tentang kematian adalah rahasia yang mustahil dimengerti oleh para filsuf, disadari oleh para rohaniwan, diuraikan oleh para ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 22: Butir Kedua (16) … turun ke dalam kerajaan maut.

Dari seluruh pembahasan tentang Kristus, hal yang paling memperkenan Allah Bapa di sorga adalah pengenalan akan Anak Tunggal Allah, segala rencana dan anugerah-Nya, serta firman tentang Kristus. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 23: Butir Kedua (17) … turun ke dalam kerajaan maut.

Tema “Yesus dikuburkan” senantiasa menggetarkan hati saya, karena seumur hidup Ia tidak pernah memikirkan bagaimana jika Ia mati, siapa yang akan menyediakan kuburan bagi-Nya. Yesus begitu rela ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 24: Butir Kedua (18) … turun ke dalam kerajaan maut.

Allah telah menyiapkan sebuah kuburan baru yang belum pernah dipakai untuk menyambut kematian Anak Allah yang tunggal, dan memberi-Nya tempat istirahat terbaik. Seperti telah diungkap sebelumnya, frasa ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 26: Butir Kedua (20) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Yesus mati dan dikuburkan. Allah memberi-Nya kuburan di pinggir kota Yerusalem, dekat sebuah taman, sebuah kuburan baru milik seorang kaya, Yusuf Arimatea. Allah di sorga tahu kebutuhan, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 27: Butir Kedua (21) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristus turun ke dalam kerajaan maut dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi perayaan terpenting Abad Pertama, karena merupakan penerobosan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 28: Butir Kedua (22) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Melalui kebangkitan Kristus yang sulung, kita semua akan menerima tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, yang mirip dengan tubuh kebangkitan Yesus yang memiliki lima sifat yang berbeda dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 29: Butir Kedua (23) Naik ke sorga

Pengakuan Iman Rasuli merupakan dokumen terpenting yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi Alkitab menjadi rangkaian kepercayaan Kristen. Dalam bahasa aslinya, bahasa Latin, tiga kali muncul kata credo, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 30: Butir Kedua (24) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Yesus yang kita percaya bukan hanya manusia yang hidup di dunia 33½ tahun saja, tetapi Ia sudah ada sejak kekekalan, dan di akhir zaman Ia akan datang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 31: Butir Ketiga (1) Aku percaya kepada Roh Kudus

Kini kita memasuki Pengakuan Iman Rasuli bagian ketiga. Bagian pertama tentang Allah Bapa, bagian kedua tentang Allah Anak dan ini yang terpanjang, dan bagian ketiga tentang Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 32: Butir Ketiga (2) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah butir ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli. Tidak ada agama yang berbicara adanya Pribadi Kedua dan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal. Mereka ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 36: Butir Ketiga (6) Aku percaya kepada Roh Kudus

Di dalam pikiran manusia, perlu ada peranan Roh Kudus untuk memimpin otak, fungsi rasio, dan menguasai seluruh intelektualitas manusia. Inilah yang dilawan oleh mereka yang mengaku penuh ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 39: Butir Ketiga (9) Aku percaya kepada Roh Kudus

Ketika Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia, ini merupakan pemberian terbesar bagi manusia; ketika Allah mengirimkan Roh Kudus bagi Gereja-Nya, ini merupakan pemberian terbesar bagi Gereja. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 41: Butir Ketiga (11) Gereja yang Kudus dan Am

Pengakuan Iman Rasuli terbentuk dari tiga kepercayaan, yaitu: Aku percaya kepada Allah, Aku percaya kepada Yesus Kristus, dan Aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah objek iman orang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 42: Butir Ketiga (12) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus

Kini kita membahas, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.” Kekristenan banyak dikritik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 43: Butir Ketiga (13) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Tubuh, dan Hidup yang Kekal. Amin

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Dari Nikea, untuk Gereja yang Akan Diperbarui (Bagian Pertama)

Dewasa ini, banyak orang dan gereja yang menganggap bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanyalah suatu prosesi ritual yang dapat dilakukan dapat tidak, sehingga bukan sesuatu yang terlalu perlu ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 7 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII