Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 36: Butir Ketiga (6) Aku percaya kepada Roh Kudus

27 Maret 2020 | Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Yesaya 11 mengungkap tiga istilah bagi Roh Kudus, yaitu Roh Kebijaksanaan, Roh Pengetahuan, dan Roh Strategi. Ini menunjukkan adanya hubungan antara Roh Kudus dan intelektualitas. Banyak orang yang mengatakan bahwa dia memiliki Roh Kudus justru adalah orang-orang yang anti intelektualitas dalam hal rohani. Bagi mereka, jika percaya kepada Roh Kudus, ia tidak perlu lagi menekankan pentingnya rasio, logika, dan pengetahuan, karena Roh Kudus melampaui rasio. Mereka beranggapan bahwa karena Roh Kudus lebih tinggi daripada intelektualitas, maka Roh Kudus tidak ada hubungan dengan intelektualitas. Tetapi Kitab Suci menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebijaksanaan; Roh Kudus juga adalah Roh Pengetahuan; dan Roh Kudus juga Roh Strategi. Ketiga hal ini tidak lepas dari unsur dan fungsi intelektualitas.

Di dalam pikiran manusia, perlu ada peranan Roh Kudus untuk memimpin otak, fungsi rasio, dan menguasai seluruh intelektualitas manusia. Inilah yang dilawan oleh mereka yang mengaku penuh Roh Kudus, tetapi sesungguhnya sedang melawan Roh Kudus. Inilah yang diajarkan oleh gerakan Karismatik radikal, yaitu semua gerakan Karismatik dan gerakan Pantekosta yang tidak mementingkan intelektualitas, tetapi hanya sibuk dengan gejala supranatural yang melawan ketenteraman pikiran.

Alkitab berkata, “Allah bukan mengacaukan, tetapi Allah menenangkan, menstabilkan, dan membuat manusia berpikir sesuai firman Tuhan.” Paulus berkata, “Pikirkanlah hal-hal sorgawi, jangan hanya memikirkan hal-hal duniawi.” Yesus berkata, “Roh Kebenaran akan membawa engkau mengingat kembali semua kalimat yang pernah Aku katakan dan ajarkan.” Roh Kudus akan membantu umat Allah untuk memikirkan dan mengingat kembali, maka Roh Kudus tidak merusak, menghambat, atau membasmi fungsi rasio. Roh Kudus justru membangkitkan kembali, menghidupkan kembali fungsi rasio, termasuk ingatan yang sudah Tuhan berikan kepada manusia.

Roh Kudus memperhatikan intelektualitas. Ini tidak boleh dimengerti bahwa gereja hanya mau mengumpulkan orang yang pandai, yang bergelar pendidikan tinggi. Gereja yang intelektual adalah gereja yang membiarkan Roh Kudus berperan di dalam mengontrol, memimpin, menginspirasi, dan menghidupkan fungsi rasio yang diciptakan Tuhan di dalam diri kita. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki fungsi rasio yang dapat berpikir tentang kebenaran. Jika bagian ini diabaikan, dikurangi, dan dimusnahkan, saya tidak percaya itu adalah hasil pekerjaan Roh Kudus, karena Roh Kudus tidak meniadakan fungsi intelektual yang Tuhan ciptakan. Allah tidak menciptakan makhluk lain dan memberikan fungsi rasio kepadanya. Allah hanya memberikan hak istimewa untuk bisa berpikir, menganalisis, dan mengerti kebenaran yang mendalam kepada manusia. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan Tuhan dengan kapasitas, intelektualitas, rasio, logika, dan pengertian dalam kebenaran. Jika manusia, makhluk yang paling cerdas, melupakan, mengabaikan, dan menginjak fungsi rasio, kita menjadi binatang yang bodoh, karena menyamakan diri dengan semua makhluk yang diciptakan tanpa rasio.

Jangan sembarangan menerima roh yang mengaku sebagai Roh Kudus, karena Allah tidak mengizinkan kita menerima yang lain untuk menggantikan Dia. Kita harus membedakan mana yang dari Tuhan dan mana yang bukan. Bukan saja kita tidak boleh menerima, tetapi kita harus menguji, menolak, dan mengusirnya keluar dari gereja. Sebagian orang Kristen terlalu sembarangan menerima semua yang bersifat supranatural karena langsung dikaitkan dengan Roh Kudus dan dianggap memang dari Roh Kudus. Orang menganggap hal supranatural itu sebagai pekerjaan Roh Kudus, karena mereka melihat hal itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Orang yang ditiup bisa jatuh, tidak mungkin manusia bisa kerjakan hal itu, maka itu pasti dari Tuhan, dari Roh Kudus, lalu mereka berbondong-bondong datang dan mengikuti gereja itu. Hal-hal yang tidak dinyatakan dalam Alkitab, janganlah kita tafsir sekehendak sendiri. Di dalam seluruh Kitab Suci, Allah tidak memperbolehkan manusia menguji Dia dengan sembarangan. Allah hanya dua kali memberikan manusia hak untuk menguji Dia. Hak sedemikian adalah hak yang sangat istimewa yang hanya dicantumkan di dalam Alkitab. Ketika orang Israel empat puluh tahun mencobai Tuhan, Tuhan marah dan memberikan kutukan, sehingga mereka tidak dapat masuk ke dalam Sabat. Sabat berarti perhentian, peristirahatan, dan perdamaian; berkat Tuhan untuk kita bisa beristirahat, mengalami damai sejahtera. Setelah enam hari engkau bekerja, maka hari ketujuh adalah waktu untuk merayakan Sabat. Ini adalah rencana Tuhan, supaya dalam tujuh hari ada satu hari istirahat untuk menyegarkan kembali hidup kita, mendapat kekuatan yang diperbarui.

Setiap hari Minggu, orang Kristen mendapatkan firman Tuhan untuk dikuatkan kembali berjuang dalam enam hari ke depan, dengan prinsip firman Tuhan memperjuangkan kebenaran di dalam dunia. Hari Minggu adalah waktu orang Reformed mendengarkan firman Tuhan, kebenaran yang sulit dimengerti dengan pergumulan yang serius. Sesudah mengerti kebenaran melalui pergumulan di hari Minggu, mengerti prinsip-prinsip Alkitab, dipegang, dipelihara, dan bersiap untuk bertempur dalam peperangan enam hari ke depan. Dengan demikian, orang-orang Reformed tidak perlu takut, khawatir, dan merasa dalam kesulitan besar ketika harus menghadapi tantangan Iblis, dosa, dunia, pemerintah, dan masyarakat yang penuh kejahatan.

Prinsip dan praktik kebaktian orang-orang Karismatik terbalik. Mereka mengatakan bahwa dari hari Senin hingga Sabtu telah lelah bekerja, penuh ketegangan, penuh kesulitan, maka hari Minggu adalah tempat istirahat, mendengar hal-hal yang ringan dan menyenangkan, menonton artis, dan mendapatkan hiburan. Mereka beranggapan hari Minggu adalah hari libur, hari kepuasan untuk beristirahat, lalu Senin bekerja lagi.

Bagi kita, hari Minggu bukanlah hari membius diri dengan berbagai hiburan, tetapi suatu waktu penyegaran dengan prinsip firman Tuhan yang menguatkan, sehingga dengan pelatihan ini kita tidak bisa diperalat Iblis, kita tidak takut lagi cobaan dan godaan setan. Ketika orang Israel mencobai Tuhan Allah, mereka empat puluh tahun bersungut-sungut, terus mengomel terhadap Tuhan. Akhirnya orang Israel diberikan satu kutukan oleh Tuhan, mereka tidak akan masuk ke dalam peristirahatan, yaitu mereka tidak mendapatkan keselamatan sejati.

Ketika Tuhan Yesus dijual malam itu, Ia berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14:27). Kebenaran adalah damai sejahtera sejati dari Kristus, dan dengan damai sejahtera seperti itu Yesus menghadapi salib, tidak takut, dan dengan tenang Dia memikul salib sampai Golgota, dengan tenang dan damai sejahtera Ia dipaku di atas kayu salib. Tidak berteriak, tidak bersungut-sungut, dan rela menerima. Pada saat itu Ia menyatakan damai sejahtera yang Ia katakan. Itulah damai sejahtera yang diberikan kepada manusia, damai sejahtera yang berlainan dengan damai sejahtera manusia. Siapakah orang yang seperti Yesus, yang ketika disalibkan sama sekali tidak berteriak-teriak, mengomel, melainkan diam tidak berkata satu kalimat pun? Ia dengan diam menyerahkan diri, kedua tangan dan kaki diangkat, ditancapkan dengan paku yang begitu mengerikan. Seluruh tubuh tergantung pada beberapa lubang paku, dan Dia tidak berteriak. Sebaliknya Dia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Inilah damai sejahtera yang paling tinggi di dalam sejarah. Tidak pernah ada manusia yang dapat mengalami damai sejahtera seperti ini ketika mengalami kesakitan, kesedihan, sengsara, dan penyiksaan berat. Tuhan berkata, “Israel mencobai-Ku, maka Aku tidak akan membawa mereka masuk ke dalam damai sejahtera itu, Sabat itu, karena Aku tidak mencobai dan tidak boleh dicobai.”

Allah mengizinkan dan memerintahkan manusia untuk menguji Dia hanya tertulis dua kali. Satu di Perjanjian Lama dan satu di Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, yaitu mengenai perpuluhan, yang tertulis dalam Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Kita sering kali kekurangan karena kita tidak jujur kepada Allah. Perpuluhan milik Tuhan kita curi, kita ambil untuk diri kita sendiri, lalu kita pakai sembarangan sesuai keinginan kita. Oleh karena itu, Tuhan berkata, “Engkau yang tidak setia kepada-Ku, Aku telah memberikan segala kecukupan dan engkau mengambil semua uang, termasuk uang yang seharusnya dikembalikan kepada-Ku.” Milik Tuhan harus dikembalikan kepada Tuhan. Jika engkau sungguh-sungguh setia memberikan uang Tuhan kembali kepada Tuhan, engkau tidak dibuang oleh Tuhan. Ini adalah janji Tuhan dan ditulis dalam Alkitab. Hamba Tuhan yang jujur, melayani Tuhan dengan tidak menghiraukan untung rugi diri, tidak mementingkan hidup mati diri, tidak menghiraukan sakit sembuh sendiri, dan melayani Tuhan dengan setia, tidak mungkin Tuhan biarkan dia miskin, kekurangan, atau keturunannya menjadi kosong.

Banyak orang mencari uang yang banyak untuk anak-anaknya, dengan cara menipu, berbuat curang dan tidak jujur, dan setelah mendapatkan uang banyak, engkau mati, dan engkau kira anakmu dapat berkat. Tidak! Mereka hanya mendapatkan modal untuk saling membunuh. Orang yang tidak takut Tuhan, dengan cara curang menipu dan tidak jujur, meskipun menjadi orang kaya, keturunannya akan saling menuduh, saling membunuh, dan tidak ada damai dalam keluarganya. Tetapi jika engkau jujur melayani Tuhan, meskipun miskin, dan setia memberi perpuluhan kepada Tuhan, Tuhan akan memelihara. Inilah pengujian yang Tuhan izinkan!

Jika kita semua egois, Kerajaan Tuhan makin lama akan makin kering dan menyusut. Harus ada orang yang jiwanya memikirkan pekerjaan Tuhan, Kerajaan Tuhan, dan bertekad meluaskan Kerajaan Tuhan. Seharusnya setiap orang Kristen memikirkan bagaimana uang Tuhan harus kembali kepada Tuhan, karena dengan demikian pekerjaan Tuhan, Kerajaan Tuhan, dan gereja Tuhan dapat bertumbuh terus. Mari kita semua memikirkan pekerjaan Tuhan, karena Tuhan berkata, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Ujilah Aku! Ini adalah perintah yang menakutkan. Di dalam Perjanjian Lama, hanya ini satu-satunya kali Tuhan mengizinkan manusia menguji Dia, yaitu tentang perpuluhan.

Di dalam Perjanjian Baru, satu-satunya kali Allah mengizinkan manusia menguji Dia adalah dengan menguji Roh itu dari Allah atau bukan. Seturut 1 Yohanes 4:1, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Dalam hal ini gereja terlalu lalai dan malas, melupakan tugas untuk menguji Roh dari Tuhan atau bukan, sehingga akibatnya gerakan Karismatik radikal dapat berkembang begitu besar dan menerima roh yang bukan dari Allah. Kalau roh dari gerakan Karismatik radikal adalah Roh Kudus yang sejati dari Allah, mengapa para pemimpin gerakan Karismatik tidak ada yang sungguh-sungguh belajar firman Tuhan dan berkhotbah sesuai kebenaran firman yang paling ketat? Mereka tidak merasa perlu mempelajari secara mendalam penafsiran Alkitab dengan ketat, tidak perlu mengerti dan mempelajari doktrin-doktrin Kristen dengan serius, karena mereka merasa sudah mendapat pimpinan dari roh yang mereka anggap adalah Roh Kudus. Mereka mengartikan pimpinan Roh Kudus itu sebagai mujizat, kesembuhan ajaib, mengusir setan, dan karunia bahasa lidah. Semua itu salah. Karunia lidah yang mereka lakukan bertentangan dengan seluruh pengertian Kitab Suci tentang karunia lidah. Nubuat yang mereka katakan bukan dari Roh Kudus yang dikirim kepada manusia, karena bersifat penipuan. Alkitab berkata, “Ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Dengan ini kita melihat hanya dua kali Allah memberi perintah untuk menguji Dia, yaitu satu di Perjanjian Lama tentang perpuluhan, dan satu di Perjanjian Baru tentang menguji roh itu dari Tuhan atau bukan.

Pada tahun 1967, dua puluh dua tahun sebelum GRII didirikan, sekitar empat puluh orang dari satu denominasi gereja di Surabaya berkumpul mencari Roh Kudus, ingin menuntut pimpinan dan karunia Roh Kudus, dan mulai tidak puas dengan pendeta mereka. Mereka mencari pendeta dari luar negeri, akhirnya mereka mengundang pendeta dari Australia dan mereka mengadakan retret. Sepulang retret, mereka begitu bersukacita, merasa menemukan pekerjaan Roh Kudus yang tidak pernah mereka alami. Pulang ke Surabaya, mereka berunding dan beranggapan bahwa mereka sudah jenuh dengan pendeta mereka, mereka perlu kebangunan, perlu mengundang pendeta lain karena mereka beranggapan pendeta di luar sinode mereka lebih hidup, lebih berkuasa, dan lebih berani membawa pembaruan, lalu mereka memutuskan untuk mengundang Pdt. Stephen Tong.

Mereka menjemput saya dari Malang ke Surabaya dan mereka menceritakan tentang retret mereka. Mereka mengatakan bahwa di dalam retret tersebut, Tuhan tiga kali berbicara langsung kepada mereka. Saya heran, bagaimana caranya, apakah Tuhan datang lalu kelihatan ada mulut bicara? Ternyata mereka mengatakan bahwa ketika mereka berdoa, ada suara dari seorang perempuan tiba-tiba berkata, “Aku datang, aku datang.” Lalu semua berkata, “Oh Tuhan, datanglah.” Lalu suara itu meneruskan, “Saya adalah Yesus, saya adalah Yesus yang sekarang datang kepadamu.” Setelah selesai dia bercerita, mereka mengajak saya jalan menuju Surabaya. Sebelum pergi, saya ke belakang seminari, ke rumah seorang misionaris yang menjadi dosen, yaitu Ibu Mabel Williamson. Saya berkata, “Tolong doakan saya, saya sekarang mau ke Surabaya, dan ini peperangan rohani yang besar. Saya akan berperang dengan roh yang tidak benar.” Ia berkata, “Ya Stephen, saya akan doakan kamu. Pergi dan berhati-hatilah. Allah menyertai engkau.” Selama di mobil saya terus berdoa, mohon Tuhan beri kekuatan, kuasa, dan kebijaksanaan kepada saya.

Setelah tiba di gereja, kami duduk berkumpul. Kebaktian mulai jam lima sore, sekarang jam setengah empat dan kami mau berdoa. Lalu mereka berkata, “Bapak Stephen Tong dengar dahulu, jangan jawab, karena ini pekerjaan Tuhan, engkau harus tahu.” Lalu mereka bercerita, dan makin bercerita, saya makin sadar mereka makin menyeleweng, dan perintah Tuhan adalah, “Ujilah roh itu.” Tetapi kalau roh itu tidak muncul bagaimana diuji? Maka saya berdoa, “Tuhan, biarkan dia muncul, saya akan pakai kesempatan ini untuk mengujinya.” Sesudah itu pemimpinnya berkata, “Mari kita berdoa.”

Satu per satu mulai berdoa, ada sekitar tujuh orang yang ikut berdoa. Sengaja doanya dilembutkan supaya suasana cocok untuk roh itu datang. Lalu sampai ke orang ketujuh—seorang perempuan berusia sekitar empat puluh tahun lebih, yang suaminya sudah meninggal—mendapat giliran berdoa. Tiba-tiba keluar suara lain dari perempuan itu, seperti ada orang lain masuk ke dalam dia dan berbicara, “Aku datang, aku datang.” Saya berdoa, “Tuhan, berilah Roh-Mu yang menenangkan hatiku, berilah Roh Kebijaksanaan untuk membedakan siapa ini, dan keberanian untuk melihat siapa roh ini.” Wanita itu berbicara lagi, “Aku datang. Aku datang kepada anakku.” Katanya suasana penuh Roh Kudus, tetapi bagi saya penuh roh aneh. Lalu saya mulai berdiri, membuka Alkitab dan membaca 1 Yohanes 4:1, “Jangan percaya segala roh, tetapi ujilah setiap roh.” Inilah satu-satunya ayat dalam Perjanjian Baru di mana Tuhan mengizinkan manusia menguji, roh yang dari Allah atau bukan. Lalu saya mulai membaca dan menguji dia dengan pertanyaan, “Percayakah engkau Yesus adalah Anak Allah yang datang melalui inkarnasi tubuh manusia?” Saya tidak mau menyeleweng, saya mau setiap kalimat sesuai dengan Alkitab. Banyak orang mulai gelisah. Lalu saya berkata, “Demi nama Yesus Kristus, Firman yang menjadi daging, yang mati dan bangkit dari orang mati, saya perintahkan engkau harus jawab.” Ia mulai menjawab, “Aku… aku adalah Yesus.” Saya tanya, “Dari mana engkau?” Dia menjawab, “Dari anakku Yesus.” Saya mulai melihat kekacauan jawaban ini, bagaimana Yesus dari anakku Yesus. Saya tahu roh itu sudah gentar. Maka saya bicara dengan tegas, “Demi nama Yesus Kristus, saya perintahkan engkau jatuh.” Dalam dua detik perempuan itu jatuh di tanah seperti orang sakit keras, kejang-kejang, keluar air liur dari mulutnya, dan menangis tidak keruan. Semua orang di situ terkejut. Dan saya berdiri dengan tegas berkata, “Inilah buktinya roh ini bukan Roh Kudus. Ini adalah roh dari setan yang memalsukan Roh Kudus, yang menipu orang Kristen. Kalian semua bangunlah, sadarlah. Meskipun kalian tidak puas dengan pendetamu atau gerejamu, jangan biarkan engkau ditipu oleh roh yang palsu.” Perempuan itu kemudian membuka mata sedikit, lemah sekali seperti orang habis dipukuli, dan tidak memiliki kekuatan sama sekali. Ini salah satu gejala ketika orang habis dirasuk atau ditumpangi oleh setan. Ketika di dalam penguasaan setan, ia seperti begitu garang, begitu kuat, tetapi setelah setannya pergi, ia menjadi begitu lemah.

Lalu seorang pendeta bertanya, “Pak Tong, bagaimana ya gereja ini?” Saya katakan, “Sekarang kamu yang masih mau percaya itu Roh Kudus, silakan; tetapi saya telah memakai cara Alkitab untuk mengujinya dan ternyata bukan Roh Kudus.” Gereja tersebut kemudian pecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok yang percaya itu Roh Kudus, satu kelompok yang percaya Stephen Tong yang benar bahwa itu bukan Roh Kudus, dan satu kelompok yang bingung dan percaya mereka harus menunggu lagi supaya pengujian lebih jelas. Lalu saya keluar, naik ke mimbar dan berkhotbah. Sudah enam ratus hingga delapan ratus orang menunggu. Saya berkhotbah tentang roh jahat yang memalsukan Roh Kudus, bagaimana menipu gereja. Ada yang tegas mengatakan, “Inilah jawabannya, kita sudah tunggu lama tidak tahu bagaimana mengatasi kesulitan seperti ini. Tuhan mengirim Stephen Tong untuk memberi jawaban tegas kepada kita.” Tetapi sebagian orang tidak senang. Gereja itu goncang sekali dan pecah. Lima belas tahun kemudian, saya bertemu pemimpin yang percaya bahwa roh itu Roh Kudus. Dia mengatakan, “Pak Tong, waktu diuji kami benci sekali sama kamu, sangat marah kepadamu. Tetapi sekarang saya harus mengakui, setelah lima belas tahun tidak ada perkembangan dan kemajuan sama sekali, dan kerohanian kami sama sekali tidak bertumbuh. Kami tidak mengerti Kitab Suci lebih baik. Kami tidak bertumbuh, penginjilan tidak berkuasa. Kami mau kembali ke gereja lama tetapi malu, pergi ke gereja yang baru tidak cocok.” Dari situ saya mulai memikirkan perlunya ada Gerakan Reformed Injili, perlu penegasan doktrin yang benar, yang dapat membedakan siapa roh sejati dan siapa tidak. Tuhan memimpin perlahan-lahan, akhirnya dua puluh dua tahun kemudian Gereja Reformed Injili Indonesia didirikan. Gerakan ini adalah gerakan yang sangat mahal, sangat langka, sangat penting, dan sangat mulia. Amin.

Tag: Pengakuan Iman Rasuli, Stephen Tong

Baca ini juga yuk

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 6: Butir Pertama (6)

Iman adalah hal yang paling serius dalam hidup manusia. Tanpa iman kepercayaan, tidak seorang pun diperkenan Allah. Di hadapan Allah bukan kelakuan yang diperhitungkan, karena kelakuan kita ...

Transkrip - Redaksi Pillar 8 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) … mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 21: Butir Kedua (15) … mati dan dikuburkan

Setiap manusia yang hidup tidak memiliki pengalaman mati. Maka pembicaraan tentang kematian adalah rahasia yang mustahil dimengerti oleh para filsuf, disadari oleh para rohaniwan, diuraikan oleh para ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 22: Butir Kedua (16) … turun ke dalam kerajaan maut.

Dari seluruh pembahasan tentang Kristus, hal yang paling memperkenan Allah Bapa di sorga adalah pengenalan akan Anak Tunggal Allah, segala rencana dan anugerah-Nya, serta firman tentang Kristus. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 23: Butir Kedua (17) … turun ke dalam kerajaan maut.

Tema “Yesus dikuburkan” senantiasa menggetarkan hati saya, karena seumur hidup Ia tidak pernah memikirkan bagaimana jika Ia mati, siapa yang akan menyediakan kuburan bagi-Nya. Yesus begitu rela ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 24: Butir Kedua (18) … turun ke dalam kerajaan maut.

Allah telah menyiapkan sebuah kuburan baru yang belum pernah dipakai untuk menyambut kematian Anak Allah yang tunggal, dan memberi-Nya tempat istirahat terbaik. Seperti telah diungkap sebelumnya, frasa ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 25: Butir Kedua (19) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristuslah Juruselamat yang menggantikan kita, mengalahkan kuasa maut, dan bangkit dari antara orang mati. Kalimat ini adalah kalimat yang amat dahsyat dan menggemparkan, karena tak seorang pun ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 26: Butir Kedua (20) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Yesus mati dan dikuburkan. Allah memberi-Nya kuburan di pinggir kota Yerusalem, dekat sebuah taman, sebuah kuburan baru milik seorang kaya, Yusuf Arimatea. Allah di sorga tahu kebutuhan, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 27: Butir Kedua (21) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristus turun ke dalam kerajaan maut dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi perayaan terpenting Abad Pertama, karena merupakan penerobosan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 28: Butir Kedua (22) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Melalui kebangkitan Kristus yang sulung, kita semua akan menerima tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, yang mirip dengan tubuh kebangkitan Yesus yang memiliki lima sifat yang berbeda dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 29: Butir Kedua (23) Naik ke sorga

Pengakuan Iman Rasuli merupakan dokumen terpenting yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi Alkitab menjadi rangkaian kepercayaan Kristen. Dalam bahasa aslinya, bahasa Latin, tiga kali muncul kata credo, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 30: Butir Kedua (24) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Yesus yang kita percaya bukan hanya manusia yang hidup di dunia 33½ tahun saja, tetapi Ia sudah ada sejak kekekalan, dan di akhir zaman Ia akan datang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 31: Butir Ketiga (1) Aku percaya kepada Roh Kudus

Kini kita memasuki Pengakuan Iman Rasuli bagian ketiga. Bagian pertama tentang Allah Bapa, bagian kedua tentang Allah Anak dan ini yang terpanjang, dan bagian ketiga tentang Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 32: Butir Ketiga (2) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah butir ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli. Tidak ada agama yang berbicara adanya Pribadi Kedua dan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal. Mereka ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 39: Butir Ketiga (9) Aku percaya kepada Roh Kudus

Ketika Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia, ini merupakan pemberian terbesar bagi manusia; ketika Allah mengirimkan Roh Kudus bagi Gereja-Nya, ini merupakan pemberian terbesar bagi Gereja. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 41: Butir Ketiga (11) Gereja yang Kudus dan Am

Pengakuan Iman Rasuli terbentuk dari tiga kepercayaan, yaitu: Aku percaya kepada Allah, Aku percaya kepada Yesus Kristus, dan Aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah objek iman orang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 42: Butir Ketiga (12) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus

Kini kita membahas, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.” Kekristenan banyak dikritik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 43: Butir Ketiga (13) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Tubuh, dan Hidup yang Kekal. Amin

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Dari Nikea, untuk Gereja yang Akan Diperbarui (Bagian Pertama)

Dewasa ini, banyak orang dan gereja yang menganggap bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanyalah suatu prosesi ritual yang dapat dilakukan dapat tidak, sehingga bukan sesuatu yang terlalu perlu ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 7 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII