Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 29: Butir Kedua (23) Naik ke sorga

28 Agustus 2019 | Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli merupakan dokumen terpenting yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi Alkitab menjadi rangkaian kepercayaan Kristen. Dalam bahasa aslinya, bahasa Latin, tiga kali muncul kata credo, yang artinya: saya percaya,[1] masing-masing untuk Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Hanya Tiga Pribadi dan tidak termasuk dunia ciptaan, karena Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Pencipta. Maka, iman manusia tidak boleh tertuju kepada ciptaan, melainkan harus kepada Pencipta.

Kini kita akan membicarakan Yesus naik ke sorga, yang dimulai dari tiga kredo (“aku percaya”). Di dalam bahasa Latin ada tiga istilah atau bidang penting untuk mengategorikan kebudayaan, yaitu:

1) Aku tahu (Latin: scio). Semua orang yang memiliki pengetahuan boleh mengaku, “Aku tahu.” Mengamati alam memungkinkan manusia untuk mengerti dan mendapat pengetahuan tentang alam. Istilah scio menjadi cikal bakal dari kata Inggris: science, yang artinya ilmu pengetahuan, yaitu segala sesuatu yang saya pahami dan menjadi pengetahuan saya. Ini adalah bidang pertama. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memperhatikan, mengamati, menghitung, merumuskan, dan akhirnya menjadikan bahan studi di dalam lingkup ilmu pengetahuan.

Namun, ada bidang yang tidak bisa diamati, dipelajari, dihitung, dan disimpulkan menjadi pengetahuan, tetapi hanya dapat dipikirkan saja, yaitu bidang filsafat, imajinasi, dan spekulasi pikiran manusia. Sebenarnya, ilmu pengetahuan adalah hal yang paling rendah, karena hanya mengetahui ciptaan yang ada di bawah manusia. Manusia lebih tinggi dari alam, karena alam diciptakan bagi manusia. Alam memiliki rumusan dan dalil yang Tuhan tetapkan, yang disebut sebagai hukum alam (natural law). Segala sesuatu Tuhan tetapkan ada di dalam kondisi dan dalil yang mengikat mereka. Dengan science kita mengubah cara hidup, mempersingkat waktu, dan bisa melampaui ikatan waktu dan tempat.

Manusia mustahil hanya hidup di dalam dunia materi, karena manusia memerlukan emosi, kasih, dan seni; memakai ingatan berjumpa dengan masa lampau, memakai imajinasi dan pengharapan berjumpa dengan masa depan. Pada saat melihat ke belakang, kita melihat sejarah; pada saat melihat ke depan, kita menemukan pengharapan. Oleh karena itu, pikiran mulai beralih dari science menuju kepada “aku berpikir”. Pada saat aku berpikir, aku mulai beralih melampaui alam, melampaui fenomena materi, dan segala dalil natural. Pemikiran itu diberikan Tuhan menjadi kebebasan manusia melampaui ikatan dunia materi.

2) Aku pikir (Latin: cogito). Orang yang memiliki daya pikir yang tajam, kekuatan inovatif yang limpah, dan kreativitas untuk berpikir, akan menjelajahi dunia yang lebih luas, besar, tinggi, bermutu, dan abadi. Tetapi, yang bisa kita pikirkan tetap terbatas. Kita tidak bisa memikirkan yang tidak ada, karena hanya akan menghasilkan mitos. Alkitab berkata bahwa Allah memberikan kemungkinan yang lebih tinggi daripada sekadar scio dan cogito. Manusia diberi kemungkinan untuk melampaui kedua wilayah ini menuju wilayah yang kekal dan tak terbatas.

3) Aku percaya (Latin: credo). Hal terpenting yang manusia miliki, yang melampaui alam, yang bisa diutarakan kepada Tuhan, yaitu hidup beriman. Alkitab menjanjikan, kita akan menuju dunia yang kekal. Inilah hidup yang melampaui keterbatasan inovasi manusia sebagai ciptaan yang terbatas. Di dalam firman yang diwahyukan, kita mendapat realitas kekal dan tidak berubah, mutlak dan tidak statis, di situlah kita menuju ke wilayah iman. Itulah credo. Sebagai orang Kristen, kita diberi wahyu yang darinya kita boleh menanamkan hidup beriman kepada-Nya yang tidak mungkin salah, karena Sang Pewahyu ialah Tuhan yang hidup dan sejati, dan yang memberikan pengertian akan rencana kekal-Nya kepada manusia. Maka, manusia bukan sekadar hidup dalam scio dan cogito tetapi juga dalam credo. Justru Pengakuan Iman Rasuli menyatakan iman kepada Yang-Tak-Terbatas ini, Yang-Tak-Berubah, yang mustahil salah, dan menjamin hidup manusia memiliki makna kekekalan.

Ketiga kondisi ini, menyadarkan kita bahwa bagaimanapun hebatnya kita, kita tetap adalah  ciptaan yang terbatas dan terpolusi dosa, maka saya hanya bisa tercengang, mengeluh, dan menantikan hari penebusan Tuhan. Paulus berkata di dalam Roma 8:22-23, “Segala makhluk sama-sama mengeluh… sambil menantikan pengangkatan sebagai anak.” Pada saat itu, kita mengharapkan langit baru dan bumi baru, perubahan tubuh kita, karena Sang Pencipta telah rela turun memberikan ciptaan hidup yang baru.

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, “Dan pada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria…” Kristus dilahirkan menjadi manusia, Firman menjadi daging, di mana manusia yang terbatas tidak mungkin melintasi keterbatasan untuk bersatu dengan Allah, tetapi Allah yang tak terbatas yang memungkinkan-Nya masuk ke dalam keterbatasan, berinkarnasi menjadi manusia, bersalutkan darah dan daging, hidup di tengah kita sebagai manusia. Maka, pertemuan antara ciptaan dan Pencipta menjadi mungkin karena datangnya Kristus ke dunia. Inilah artinya Natal.

“Aku keluar dari Bapa, datang ke dunia, dan Aku akan keluar dari dunia, kembali kepada Bapa.” Allah yang tidak terbatas, turun ke dunia yang terbatas. Ini satu-satunya kemungkinan dunia terkait dengan Allah; manusia berdosa kembali kepada Allah yang suci; yang terbatas boleh menikmati hidup Allah yang tak terbatas; yang relatif kembali kepada Allah yang mutlak.

Firman yang tidak terbatas rela membatas diri dalam darah dan daging sebagai manusia. Inilah inkarnasi, credo kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Iman yang menghubungkan kita dengan Allah yang tidak tampak, yang kekal, yang mutlak, dan yang sejati. Iman itu sendiri harus memiliki keabsahan dari Allah. Alkitab berkata, “Iman datang dari pendengaran.”

Kaum Karismatik, Pentakosta yang antroposentris, dan kaum Liberal, beranggapan bahwa manusia dengan sendirinya telah diberikan insting iman, maka asal manusia beriman pasti akan mendapat berkat. Hanya Theologi Reformed yang memberitahukan bahwa mustahil segala usaha manusia untuk bisa beriman kepada Tuhan. Iman harus ditelusuri mulai dari firman dan wahyu Tuhan, dari sana kita baru mengetahui siapa diri kita, alam itu untuk apa, dan Allah itu bagaimana, sebagai dasar dan potensi yang mengandung bibit iman. Jadi firman dan iman tidak bisa dipisahkan.

Ketika engkau menerima sesuatu yang palsu tetapi menganggapnya benar, maka engkau tidak dapat lagi secara subjektif dari keyakinanmu mengubah yang palsu itu menjadi benar. Istilah penting dalam kebudayaan Yahudi: sejati (genuine). Orang Yahudi percaya Allah yang sejati, firman yang sejati, dan percaya dengan sejati harus dimulai dengan memiliki hati yang sejati untuk dapat menerima firman yang Tuhan yang sejati wahyukan. Hanya dengan cara itu, barulah ada kemungkinan untuk seseorang bisa mendapatkan iman yang sejati. Jadi berbagai elemen ini saling berkaitan satu dengan yang lain. Dengan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, kita memberikan kesaksian sejati kepada sesama kita, yang mengakibatkan sesama pun boleh beriman kepada Tuhan. Oleh karena itu, credo itu sedemikian penting.

Objek iman menentukan nilai iman. Jika seseorang percaya sungguh-sungguh kepada objek iman yang tidak sejati, yang percaya telah memboroskan imannya kepada yang tidak patut dipercaya. Dalam hal beriman, yang paling menakutkan yaitu percaya kepada ilah yang salah. Bukan karena engkau beriman maka engkau yang menentukan nilai iman; tetapi kualitas objek yang engkau imani itulah yang menentukan nilai imanmu. Credo adalah beriman pada kebenaran yang sejati.

Selama dua bulan saya terus memikirkan hal yang sekarang akan saya ungkapkan. India dan Tiongkok merupakan negara-negara kuno yang berkebudayaan tinggi. Bedanya, India memikirkan hal yang kekal dan tidak mementingkan hidup di dunia. Tionghoa mementingkan hidup di dunia, maka mesti bermoral dan beretika. Upanishad, Kitab Suci Hinduisme, sudah berusia lebih dari 2.500 tahun. Analects, kitabnya Konfusius sudah lebih dari 2.500 tahun. Hanya Alkitab yang berusia lebih dari 3.500 tahun. Di antara semua agama dan kebudayaan, Alkitab adalah kitab yang paling kuno, yang terbaik, terakurat, dan termutlak.

Setelah 2.500 tahun, di India cuma ada 7,8 juta orang Buddhis, sedangkan Tiongkok memiliki 800 juta sampai 1 miliar orang Buddhis. Secara esensial, kebudayaan Tionghoa kurang dalam 3 hal: a) Siapa Allah; b) Ke mana manusia setelah mati; dan c) Bagaimana cara manusia memperkenan Allah. Kebudayaan Tionghoa hanya memperhatikan relasi yang baik antara suami-istri, anak-orang tua, pejabat-rakyat, persaudaraan, persahabatan, dan kehidupan moral-etis dalam masyarakat. Ini Lima Pertalian Moralitas Tionghoa. Maka, kekosongan agamawi yang tidak ada dalam kebudayaan Tionghoa langsung diisi Buddhisme, yang memikirkan bagaimana boleh hidup bahagia dalam kekekalan.

Tetapi, Buddhisme pun tetap memiliki kekurangan, karena mereka tidak mengetahui siapa Allah. Mereka hanya tahu dalil moralitas sebab-akibat. Jika berbuat baik, setelah mati akan reinkarnasi menjadi manusia. Jika berbuat tidak baik, setelah mati akan reinkarnasi menjadi hewan. Apa yang tidak ada pada Buddhisme, ada pada Hinduisme. Setelah memiliki Sakyamuni, India tetap tidak bisa menjadi Buddhis, karena ia membuang empat kasta yang sudah mendarah-daging dalam kebudayaan India.

Pengharapan Tionghoa pada Komunisme mengalami kekecewaan, lalu kekristenan masuk dan berkembang pesat dalam dua belas tahun terakhir, sedangkan India tidak merasa kecewa dengan Hinduisme, maka mereka tidak mau menjadi Kristen. Tiongkok selalu ditekan tradisi kuno, sampai Sun Yat-sen memperkenalkan kebudayaan demokrasi ke Tiongkok sekitar tahun 1911. Lima belas tahun kemudian, Mao Zedong membawa Komunisme melawan Kapitalisme, demokrasi, serta tradisi kuno, dan menjadikan Tiongkok negara Komunis.

Dalam masa sepuluh tahun (1966-1976), kepercayaan dan pengharapan rakyat pada Komunisme hancur. Ternyata melalui Komunisme, Mao menipu rakyat Tiongkok dan terbongkar satu per satu. Setelah sadar dan kecewa, hati mereka pun menjadi kosong. Timbullah pertanyaan, “Adakah kebenaran di dunia?” Sekitar 2.600 tahun dan 2.650 tahun yang lalu Tiongkok menghasilkan Konfusius dan India Sakyamuni. Kedua orang ini memiliki persamaan: Sakyamuni tidak percaya kasta, Konfusius pun tidak percaya lapisan masyarakat. Kita tidak boleh memisahkan manusia kaum bangsawan, kaum menengah (mediocre), dan kaum budak. Sistem empat kasta Hinduisme melawan kemanusiaan, maka Sakyamuni tidak setuju dengan Hinduisme. Konfusius juga tidak setuju adanya perbedaan lapisan dalam masyarakat, maka Konfusius menerima sekitar 3.000 murid untuk belajar filsafat, di antaranya ada pedagang besar dan ada tukang pikul barang.

Di masa Konfusius, dunia pendidikan tidak mengenal diskriminasi lapisan sosial. Konfusius menjadi revolusioner yang agung, salah satu guru terbesar dalam sejarah, maka kaum miskin di Tiongkok saat itu pasti bisa sekolah. Saya kira ini salah satu hal terpenting dalam kebudayaan Tionghoa, maka orang Tionghoa tidak dibuang oleh Tuhan.

Orang Tionghoa juga tidak pernah menjajah dan membunuh bangsa lain, sedangkan Jepang sempat memerkosa dan membunuh sekitar 320.000 wanita cantik di Tiongkok pada sekitar Agustus 1937 hingga 1938 di Nanjing. Ketika sebuah museum tentang pembantaian Jepang dibangun, di mana semua foto pembantaian yang ditemukan dipamerkan di sana, peristiwa ini mendapat perhatian seluruh dunia, karena dahulu dunia Barat tidak percaya bahwa orang Jepang bisa begitu kejam. Kini semua apa yang terjadi telah terbongkar. Yang paling menakutkan, pada tahun 2017 lalu, wakil Perdana Menteri Jepang berkata, “Biarlah kita menyatakan fakta yang pernah terjadi dalam sejarah dunia. Jepang memang memerkosa dan membunuh wanita-wanita Tionghoa.” Jepang terkejut, karena pengumuman ini mempermalukan orang Jepang. Karena tepat selama 80 tahun (1937-2017), orang Jepang sama sekali tidak mau mengakui bahwa mereka bersalah. Allah sejati harus mendapat respons yang selayaknya: iman yang jujur, yaitu credo.

Pengakuan Iman Rasuli ditulis dengan “Credo” pada Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, dan bagian Allah Anak memiliki isi yang paling panjang, karena inti iman pada Allah, melalui Roh Kudus yang membawa Kristus dalam hati, dan melalui Kristus memimpin kembali kepada Allah Bapa. Istilah credo, di dalam bahasa Yunani adalah pistos. Dalam Latin, ada istilah lain yang umum untuk iman, yaitu fide (Ing. faith).

Objek iman menentukan nilai iman. Tuhan patut diimani, karena dengan kesetiaan, ketidakberubahan, dan belas kasihan Ia mewahyukan kebenaran, maka kita tidak perlu takut dipermainkan, karena Allah tidak pernah menipu manusia. Jika engkau memiliki suami yang tidak menipumu dan ayah yang sungguh mendidikmu dengan jujur, engkau menjadi orang yang berbahagia. Jika engkau memiliki Tuhan yang memberikan wahyu yang sejati, dan engkau beriman dan menaati firman-Nya, engkau berbahagia. Itulah makna credo dengan sesungguh-sungguhnya.

“Aku percaya kepada Allah yang sejati dan sungguh mencintai kita,” namanya credo. Allah memberikan kebenaran, maka kita bisa berharap menerima kebenaran dengan interpretasi yang jujur. Maka, pendeta yang baik, yang belajar, mengerti firman, dan jujur dalam mengutarakan, khotbahnya akan berbeda. Alkitab tidak pernah berkata, siapa yang percaya Yesus pasti akan kaya. Tetapi ucapan itu muncul di beberapa gereja tertentu. Itu penipuan, karena tidak mau belajar firman Tuhan dengan benar dan menganggap diri benar. Gereja yang baik bukan yang banyak jemaatnya, karena banyak gereja mengumpulkan ribuan orang lalu menutup telinga mereka agar tidak mendengarkan kebenaran.
Beriman sungguh kepada yang sungguh patut diimani, inilah tugas orang Kristen. Tuhan kita adalah Tuhan yang sejati, yang patut dipercaya, yang mewahyukan diri-Nya, dan kita harus sungguh beriman kepada-Nya.

Inilah yang disebut credo. Aku percaya kepada Allah, aku percaya kepada Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Hanya tiga kali kata credo muncul dalam Pengakuan Iman Rasuli aslinya. Hanya tiga kali kata credo menyatakan Allah yang sejati, dan kita harus jujur mengikuti apa yang diwahyukan. Iman Kristen datang dari pendengaran. Sekarang kekristenan di Indonesia dilanda penipuan dari mimbar yang tidak belajar, tidak setia, dan tidak mengerti, hanya berteriak bersuara keras yang menyenangkan telinga dan berani berkhotbah, lalu langsung ribuan orang datang dan dicuci otaknya, dibius pikirannya, dilumpuhkan rasionya, asal percaya saja. Agama memiliki unsur yang membunuh iman, makin membaca Kitab Suci makin tidak mengerti tetapi makin merasa beriman. Inilah iman tanpa pengertian.

Alkitab tidak demikian. Orang-orang Reformed Injili tidak boleh begitu. Kita harus memberitakan firman dengan sungguh, bertanggung jawab, jujur, teliti, dan akurat, agar jemaat mengenal firman dan menyatakan iman yang jujur dan sejati pada Tuhan. “Aku mengerti Siapa yang aku percaya.” Dengan iman yang sejati pada Allah sejati, imanmu bertumbuh. Kristus sudah berinkarnasi, mati, dikuburkan, turun dalam kerajaan maut, bangkit pada hari yang ketiga, dan empat puluh hari kemudian naik ke sorga. Tetapi Yesus naik ke sorga jangan hanya dimengerti setelah mati, bangkit, baru naik ke sorga.

Alkitab berkata, saat di atas salib Ia berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Saat yang sama tabir di Bait Allah yang memisahkan Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus terbelah menjadi dua dari atas ke bawah. Ini mujizat besar. Karena tabir itu bukan di Bait Allah yang dibangun Salomo atau Zerubabel, tetapi dibangun oleh Herodes yang puluhan kali lebih besar daripada rumah ibadah biasa, termasuk Bait Allah buatan Zerubabel. Salomo membuat Bait Allah yang besar, tetapi tidak lebih besar dari Bait Allah buatan Herodes. Herodes seorang yang ambisinya liar, sangat egois. Ia bukan orang Yahudi, tetapi bisa dipilih oleh pemerintah Romawi untuk menjadi raja Israel. Untuk membuktikan bahwa ia bisa memimpin, dibuatnya Bait Allah terbesar untuk membius orang Yahudi bahwa ia pemimpin mereka yang baik dan agar mereka tunduk di bawah pemerintahannya.

Para pemimpin dunia dan politikus tahu bagaimana memperalat agama sebagai alat agar manusia percaya padanya. Tetapi, menurut saya, Bait Allah yang didirikan Herodes berfungsi hanya satu kali saja, yaitu saat tabir terbelah dua dari atas sampai bawah. Tabir yang sedemikian besar, tinggi, dan beratnya, sehingga memerlukan sekitar 300 orang untuk bisa menaikkannya ke atas, menunjukkan bahwa ketika tabir itu terbelah, itu bukan kuasa manusia.
Hanya dua kali tangan Allah langsung campur tangan. Pertama, terjadi di istana Belsyazar, tangan Allah menulis di dinding: “Mené, mené, tekél ufarsin.” (“Sudah dihitung Allah masamu, tuanku telah ditimbang neraca dan didapati terlalu ringan, kerajaan tuanku dipecah dan diberikan pada Media dan Persia.”) Itu tulisan tangan Tuhan, bukan manusia, berupa kalimat nubuat yang menakutkan. Peristiwa kedua, tangan Tuhan muncul di Bait Allah dengan membelah dua tabirnya dari atas sampai bawah, membuktikan sudah tidak perlu lagi manusia menjadi imam besar yang masuk ke dalam Ruang Mahakudus. Tuhan sudah merobeknya dan membuka jalan yang baru melalui kematian Kristus. Maka, saya percaya, sebelum bangkit, Yesus sudah naik ke sorga. Naik ke sorga sebelum naik ke sorga. Artinya: Pada saat Yesus mati, bangkit, maka empat puluh hari kemudian Ia naik ke sorga. Secara kronologis, setelah kematian dan kebangkitan-Nya, empat puluh hari kemudian barulah Ia naik ke sorga. Tetapi, secara rohani, Yesus sudah naik ke sorga pada saat di atas salib dan berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, kenapa Engkau meninggalkan Aku?” Amin.

Endnotes:
[1] Dalam versi bahasa Indonesia hanya dua kali muncul istilah “Aku percaya, …”

Tag: Pengakuan Iman Rasuli, Stephen Tong

Baca ini juga yuk

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 6: Butir Pertama (6)

Iman adalah hal yang paling serius dalam hidup manusia. Tanpa iman kepercayaan, tidak seorang pun diperkenan Allah. Di hadapan Allah bukan kelakuan yang diperhitungkan, karena kelakuan kita ...

Transkrip - Redaksi Pillar 8 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) … mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 21: Butir Kedua (15) … mati dan dikuburkan

Setiap manusia yang hidup tidak memiliki pengalaman mati. Maka pembicaraan tentang kematian adalah rahasia yang mustahil dimengerti oleh para filsuf, disadari oleh para rohaniwan, diuraikan oleh para ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 22: Butir Kedua (16) … turun ke dalam kerajaan maut.

Dari seluruh pembahasan tentang Kristus, hal yang paling memperkenan Allah Bapa di sorga adalah pengenalan akan Anak Tunggal Allah, segala rencana dan anugerah-Nya, serta firman tentang Kristus. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 23: Butir Kedua (17) … turun ke dalam kerajaan maut.

Tema “Yesus dikuburkan” senantiasa menggetarkan hati saya, karena seumur hidup Ia tidak pernah memikirkan bagaimana jika Ia mati, siapa yang akan menyediakan kuburan bagi-Nya. Yesus begitu rela ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 24: Butir Kedua (18) … turun ke dalam kerajaan maut.

Allah telah menyiapkan sebuah kuburan baru yang belum pernah dipakai untuk menyambut kematian Anak Allah yang tunggal, dan memberi-Nya tempat istirahat terbaik. Seperti telah diungkap sebelumnya, frasa ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 25: Butir Kedua (19) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristuslah Juruselamat yang menggantikan kita, mengalahkan kuasa maut, dan bangkit dari antara orang mati. Kalimat ini adalah kalimat yang amat dahsyat dan menggemparkan, karena tak seorang pun ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 26: Butir Kedua (20) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Yesus mati dan dikuburkan. Allah memberi-Nya kuburan di pinggir kota Yerusalem, dekat sebuah taman, sebuah kuburan baru milik seorang kaya, Yusuf Arimatea. Allah di sorga tahu kebutuhan, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 27: Butir Kedua (21) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristus turun ke dalam kerajaan maut dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi perayaan terpenting Abad Pertama, karena merupakan penerobosan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 28: Butir Kedua (22) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Melalui kebangkitan Kristus yang sulung, kita semua akan menerima tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, yang mirip dengan tubuh kebangkitan Yesus yang memiliki lima sifat yang berbeda dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 30: Butir Kedua (24) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Yesus yang kita percaya bukan hanya manusia yang hidup di dunia 33½ tahun saja, tetapi Ia sudah ada sejak kekekalan, dan di akhir zaman Ia akan datang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 31: Butir Ketiga (1) Aku percaya kepada Roh Kudus

Kini kita memasuki Pengakuan Iman Rasuli bagian ketiga. Bagian pertama tentang Allah Bapa, bagian kedua tentang Allah Anak dan ini yang terpanjang, dan bagian ketiga tentang Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 32: Butir Ketiga (2) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah butir ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli. Tidak ada agama yang berbicara adanya Pribadi Kedua dan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal. Mereka ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 36: Butir Ketiga (6) Aku percaya kepada Roh Kudus

Di dalam pikiran manusia, perlu ada peranan Roh Kudus untuk memimpin otak, fungsi rasio, dan menguasai seluruh intelektualitas manusia. Inilah yang dilawan oleh mereka yang mengaku penuh ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 39: Butir Ketiga (9) Aku percaya kepada Roh Kudus

Ketika Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia, ini merupakan pemberian terbesar bagi manusia; ketika Allah mengirimkan Roh Kudus bagi Gereja-Nya, ini merupakan pemberian terbesar bagi Gereja. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 41: Butir Ketiga (11) Gereja yang Kudus dan Am

Pengakuan Iman Rasuli terbentuk dari tiga kepercayaan, yaitu: Aku percaya kepada Allah, Aku percaya kepada Yesus Kristus, dan Aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah objek iman orang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 42: Butir Ketiga (12) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus

Kini kita membahas, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.” Kekristenan banyak dikritik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 43: Butir Ketiga (13) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Tubuh, dan Hidup yang Kekal. Amin

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Dari Nikea, untuk Gereja yang Akan Diperbarui (Bagian Pertama)

Dewasa ini, banyak orang dan gereja yang menganggap bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanyalah suatu prosesi ritual yang dapat dilakukan dapat tidak, sehingga bukan sesuatu yang terlalu perlu ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 7 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII