Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan

Teguran di dalam Kasih

18 Agustus 2026 | Grecia Agustina Purba 5 min read

1 Korintus 13

Menegur adalah hal yang sering kita lakukan di dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya di dalam berelasi. Namun, di dalam memberikan teguran, kita sering dihadapkan pada hal yang tidak kita harapkan. Teguran yang kita anggap baik justru berujung pada reaksi negatif, seperti kemarahan, tangisan, atau bahkan menimbulkan rasa kepahitan di pihak yang ditegur. 

Di sisi lain, saat kita ditegur, kita pun tak jarang merasa kehilangan rasa respek atau bahkan menimbulkan kepahitan terhadap orang yang menegur. Kondisi seperti inilah yang menunjukkan kita dan orang di sekitar kita sering kali salah atau bahkan keliru dalam cara menegur. 

Belajar dari Teladan Kasih Paulus 

Melihat tantangan ini, maka saya mengajak kita untuk belajar dari Rasul Paulus. Rasul Paulus menegaskan bahwa landasan utama dalam setiap interaksi termasuk dalam menegur adalah kasih. Rasul Paulus mendefinisikan kasih sebagai hal yang penting dalam beberapa aspek yaitu: murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Dalam konteksnya, Rasul Paulus menyatakan hal tentang kasih terhadap jemaat di Korintus agar mereka kembali kepada kehendak Allah. Saat itu, jemaat Korintus cenderung membanggakan karunia yang mereka miliki dan bahkan menganggap karunia yang mereka miliki lebih penting daripada apa yang sesamanya miliki. Oleh karena itu, saya akan mengangkat tiga hal yang akan menjadi dasar kasih di dalam menegur yang dapat kita terapkan.

Teguran dengan kemurahan hati

Di tengah-tengah permasalahan yang ada di jemaat Korintus, Paulus tetap menerapkan kasih di dalam menegur mereka dan menjelaskan bagaimana seharusnya hidup di dalam karunia yang kita miliki. Kita dapat melihat keluasan hati Rasul Paulus yang menegaskan dirinya terlebih dahulu dengan mengatakan sekalipun dia mempunyai segala sesuatu, jika tidak mempunyai kasih maka hal itu tidak berguna. Mempunyai kemurahan hati di dalam menegur seseorang berarti mengajarkan kita terlebih dahulu mengetahui posisi orang tersebut dengan segala keluasan hati. Kita perlu melihat apa yang dibutuhkan oleh seseorang di tengah-tengah segala kesalahan dan permasalahan yang dialami tanpa ingin menjatuhkan orang tersebut. Terkadang tanpa kita sadari, kita cenderung mengatakan apa yang kita anggap “paling benar” bagi mereka yang melakukan kesalahan atau belum bertobat, tanpa kemurahan hati untuk mendengarkan dan memahami kondisi mereka.

Dengan demikian, kita harus belajar bahwa menegur berarti menerima seseorang apa adanya dengan ketulusan hati kita dengan tujuan membuatnya bertumbuh dan bukan terjatuh. 

Mempunyai kemurahan hati di dalam menegur seseorang berarti mengajarkan kita terlebih dahulu mengetahui posisi orang tersebut dengan segala keluasan hati. Kita perlu melihat apa yang dibutuhkan oleh seseorang di tengah-tengah segala kesalahan dan permasalahan yang dialami tanpa ingin menjatuhkan orang tersebut.

Menegur dengan tidak memegahkan diri

Berapa banyak dari kita yang menegur seseorang dengan membandingkan dia dengan kita atau bahkan orang yang lebih baik? Kita perlu memiliki kepekaan dalam berkata-kata kepada seseorang, sebab terkadang kita harus memikirkan hal yang selayaknya untuk diucapkan. Teguran tanpa adanya kemegahan atas diri membuat kita rendah hati. Rasul Paulus selalu menyatakan diri sebagai hamba, bahkan tidak memegahkan diri atas kerasulannya dan menyatakan diri sebagai pelayan. Kita di dalam menegur harusnya membawa seseorang memandang kepada Kristus dan bukan diri kita. Kenapa kita tidak boleh membawa kepada diri kita? Karena kita juga mempunyai kelemahan yang sama, bahkan mungkin jauh lebih rumit, karena kita sama-sama adalah orang yang berdosa. Di balik diri kita yang berdosa, sesungguhnya tidak ada yang perlu dimegahkan. Hanya Yesus saja yang mampu menolong serta menyembuhkan setiap kita. 

Berapa banyak dari kita yang telah membuat hati orang lain makin terpuruk karena tekanan melalui kata-kata kita? Atau berapa banyak di antara kita yang sudah mengalaminya? Kita harus belajar di dalam menegur seseorang untuk tidak hanya menyatakan kesalahan dan hal yang harus diubah, tetapi juga mengulurkan tangan kita kepadanya dan membawanya di dalam kasih Kristus yang sejati, sehingga ia dapat belajar dari hidup dan teladan yang Yesus miliki. 

Menegur dengan tidak menyimpan kesalahan orang lain

Paulus, ketika menegur jemaat Korintus, bukan berfokus pada mengungkit-ungkit masa lalu tetapi mengarahkan kepada pemulihan kepada jalan yang benar. Berbeda dengan Paulus, kita sering menegur seseorang hanya karena kita sudah muak dengan kesalahan-kesalahan mereka yang sudah berlalu. Kita menyimpan terus kesalahan tersebut, yang pada akhirnya membuat teguran kita hanya melampiaskan emosi dan berfokus pada hal-hal negatifnya saja. Kita perlu menyelesaikan asumsi dan hal yang sudah kita simpan dari kesalahan seseorang agar teguran itu dapat bersifat membangun. Kita harus renungkan, apakah Tuhan yang selalu kita sakiti ketika kita datang Ia menyimpan kesalahan kita dan menjatuhkan kita dengan amarah-Nya? Justru Tuhan mengampuni segala kesalahan kita, menyembuhkan diri kita dari dosa, bahkan menebus hidup kita dan memberikan kita mahkota dengan kasih setia-Nya. Terkadang Tuhan memakai orang yang membuat kita kesal untuk memperluas hati kita juga. Kita harus mempunyai kasih yang mementingkan proses terhadap sesama. 

Kita perlu menyelesaikan asumsi dan hal yang sudah kita simpan dari kesalahan seseorang agar teguran itu dapat bersifat membangun.

Dari 1 Korintus 13, kita diingatkan bahwa penerapan kasih yang holistik juga tercermin di dalam teguran, sebagaimana Kristus yang menegur dengan kasih harusnya dapat kita terapkan di dalam kehidupan kita. Kiranya melalui teguran juga kita makin bertumbuh dan dalam memberikan teguran kita juga bertumbuh dengan cara yang bijaksana, sehingga relasi terhadap sesama menjadi cerminan buah kasih Kristus kepada kita. 

Grecia Agustina Purba
Mahasiswi STTRII Konsentrasi Misiologi

Tag: kasih, Kemurahan hati, Menegur, relasi, teguran

Baca ini juga yuk

Penebusan dalam The Shawshank Redemption dan Lars and the Real Girl

Yang satu diwarnai kekerasan; yang lain diwarnai keteduhan. Membandingkan The Shawshank Redemption dan Lars and the Real Girl secara sekilas, sulit membayangkan bagaimana dua film yang kelihatan ...

Seni & Budaya - Adi Kurniawan 14 min read

Go Back To Your First Love!

Apakah hubungan eskatologi dengan cinta pertama? Periode eschatos ditandai sebagai periode di antara kedatangan pertama Kristus ke dunia untuk menebus suatu umat kepunyaan-Nya dan kedatangan-Nya yang kedua ...

Alkitab & Theologi - Pdt. Heruarto Salim 15 min read

Where is the Love?

Apakah itu kasih? Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, ...

Renungan - Yana Valentina 2 min read

Kasih dari Kayu Salib

Oleh belas kasihan Tuhan, kita mendapatkan pengertian dari firman-Nya yang agung. Biarlah kita mengingat betapa besarnya kasih Tuhan. Betapa tinggi, panjang, lebar, dan dalamnya kasih Tuhan, khususnya ...

Renungan - Lukas Yuan Utomo 2 min read

Adakah Cinta yang Sombong?

Kita semua diajari untuk menyapa orang yang dengannya kita berpapasan, terutama mereka yang lebih tua dan dihormati. Demikianlah siswa harus bersikap terhadap guru, bawahan terhadap atasan, dan ...

Renungan - Erwan 2 min read

Cinta yang Menghanguskan

Di tengah-tengah ramainya suasana lebaran, saya menerima sebuah email ucapan dari salah satu perusahaan ternama, "Saatnya menyucikan diri dan memperbaiki silaturahmi.” Di saat yang sama ayat Alkitab ...

Renungan - Pdt. Heruarto Salim 2 min read

Iman, Pengharapan, dan Kasih (Bagian 27): Kasih (7)

Di dunia ini dalam hal rohani ada tiga hal yang tetap selamanya. Pertama, iman. Kedua, pengharapan. Ketiga, kasih. Di antara ketiga ini yang paling besar adalah kasih. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Tuhanlah Tuan atas Perasaanku

“Baper” atau “bawa perasaan” merujuk kepada suatu kondisi hati di mana seseorang terlalu sensitif dalam merespons sebuah peristiwa. Perasaan kita adalah pemberian Tuhan, dan kita patut bersyukur ...

Renungan - Fifi Kurniawan 5 min read

Kasih yang Menang Atas Kegelapan

Bulan September adalah Suicide Prevention Awareness Month. Belakangan ini, kita makin melihat maraknya gejala depresi dan pemikiran bunuh diri, khususnya pada kalangan anak muda di tengah masyarakat ...

Isu Terkini - Hani Kumala Kevin Nobel 18 min read

Mungkinkah Anda Mengasihi Allah?

Introduksi Mungkinkah manusia, yang “hari-harinya seperti rumput” ini (Mzm. 103:15) mengasihi Allah? Mungkinkah, yang “dicipta” mengasihi Penciptanya? Dengan lebih spesifik, mungkinkah Anda (orang Kristen) mengasihi Allah? Jika ...

Kehidupan Kristen - Victor Hansen Kristanto 8 min read

Arti Kasih yang Sejati

Renungan Matius 22:37-39 Banyak di antara kita yang seringkali berpikir bahwa ketika saya mengasihi orang lain, maka orang itu juga akan mengasihi saya. Namun, tidak semua hal ...

Renungan - Jesiska Danga Lila 4 min read

Spiritualitas Kovenan: Janji Allah pada Umat-Nya

Ketika kita mendengar kata “perjanjian”, sering kali hal yang dibayangkan adalah sebuah perjanjian kerja sama antara dua pihak yang ditulis pada sebuah kontrak, di atas kertas secara ...

Alkitab & Theologi - Kevin Nobel 12 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII