Kehidupan Kristen

Bagian ini memuat artikel-artikel yang menjelaskan dampak Alkitab dan theologi terhadap perspektif atau praktik sehari-hari orang Kristen.

Si Biasa Membaca

Perjalanan kali ini, saya ingin membawa setiap kita memasuki perspektif penebusan yang berasal dari kalimat: “Redeeming the time!” atau “Tebuslah waktumu!”Tentu kalimat ini bukan sebuah kalimat yang asing lagi di telinga kita sebagai orang-orang yang menganggap dirinya orang Reformed (kalaupun itu layak). Kalimat ini ...selengkapnya

Revisiting Our Desolation Row

Pada sebuah malam yang normal di Jakarta - angin panas yang meniup, tingkat polusi udara yang berada di ambang batas “beracun”, dan bunyi klakson kendaraan yang sesekali terdengar – terpampang sebuah pemandangan yang sangat lazim terlihat di jalanan kota besar pada jam pulang kantor, kemacetan arus lalu lintas “stadium ...selengkapnya

five children sitting on bench front of trees

I Labor, Therefore I Am: Refleksi Dunia Kerja Metropolitan

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi (walaupun) susah dijalani.”[1]Demikianlah celetuk seorang anak kecil di sebuah iklan komersial televisi. Iklan ini sedikit banyak menggambarkan apa yang ada di dalam benak kita ketika masa kecil yang manis itu masih ada di pangkuan kita. Apabila kita melayangkan memori kembali ke masa kanak-kanak, kita ...selengkapnya

Creation Regained

Pada suatu ketika, saya menonton sebuah adegan adu penalti dari pertandingan sepak bola di YouTube. Di video tersebut ditayangkan seorang kiper yang sedang bersiap menahan laju bola yang akan ditendang oleh pemain lawan dari titik penalti. Kiper tersebut bersiap di depan gawang sambil menunjukkan gayanya melompat kecil ke kiri dan ke kanan. Ketika ...selengkapnya

Creation of Man

Manusia… Sebagai orang Kristen, kita akan langsung membayangkan istilah-istilah seperti peta dan teladan Allah, makhluk ciptaan tertinggi, wakil atau duta Allah di dunia ini, dan lain sebagainya. Manusia... Alkitab mengatakan bahwa dia dibentuk Allah dari debu tanah. Allah mengambil debu tanah, dibentuk-Nyalah kepala, mata, hidung, mulut, ...selengkapnya

Worldview: Who is Your God in Your Life?

Sejak zaman jebot, kacamata — dari transparan, berwarna, sampai hitam kacanya — menjadi benda yang tidak lagi asing bagi kita. Jangankan manusia, kuda pun memakai kacamata waktu dinaiki orang. Keperluan akan kacamata bukanlah hal yang mengagetkan lagi. Berbentuk besar, kecil, lonjong, kotak, bahkan kacamata seperti tirai pun sekarang ...selengkapnya

Unseen Danger

Tuhan menciptakan manusia dengan sangat ajaib. Ia menciptakan kita berbeda dengan makhluk lainnya. Kita diciptakan menurut peta dan teladan Allah, cerminan dari kemuliaan Allah sendiri. Bukan hanya itu, Allah juga memberikan manusia tubuh dan roh, Dia sendiri yang menghembuskan nafas-Nya kepada manusia dan memberikan kekekalan dalam hati manusia. ...selengkapnya

Pengantar Wawasan Kristen

Pada bulan Juli sampai November, buletin PILLAR akan secara khusus membahas tema besar mengenai “Wawasan Kristen” atau “Christian Worldview”. Jika pembaca dengan setia mengikuti artikel-artikel PILLAR dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya tema mengenai worldview, presuposisi, wawasan dunia, dan arah hati sudah tersentuh ...selengkapnya

Kristus yang Berdaulat atas Segala Sesuatu: Abraham Kuyper dan Penebusan Masyarakat Sosial

Memasuki abad ke-20, dunia memasuki suatu periode yang memerlukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa perdamaian dunia tidak bisa terwujud?” “Mengapa ada kemiskinan?” “Bagaimana mengatasi eksploitasi manusia?” atau “Bagaimanakah sistem pemerintahan yang paling menjamin adanya kebebasan, ...selengkapnya

Dietrich Bonhoeffer

Gereja dan negara adalah dua lembaga dalam masyarakat. Keduanya memiliki peran yang berbeda, gereja adalah lembaga agama sedangkan negara adalah lembaga politik. Dampak sekularisme menyebabkan gereja hanya berperan di wilayah privat sedangkan negara berperan di wilayah publik. Tetapi benarkah dikotomi seperti ini? Apakah gereja tidak memiliki peran ...selengkapnya

Jonathan Edwards: Seorang Kristen Biasa

Puncak Everest...Itulah bagaimana D. Martyn Lloyd-Jones (1899-1981), seorang pendeta dan theolog yang sangat berpengaruh, melukiskan Jonathan Edwards. “Saya tergoda, mungkin bodoh, untuk menyamakan kaum Puritan dengan pegunungan Alpen, Luther, dan Calvin dengan pegunungan Himalaya, dan Jonathan Edwards dengan puncak Everest! Bagiku, ia selalu ...selengkapnya