Sejak zaman jebot, kacamata — dari transparan, berwarna, sampai hitam kacanya — menjadi benda yang tidak lagi asing bagi kita. Jangankan manusia, kuda pun memakai kacamata waktu dinaiki orang. Keperluan akan kacamata bukanlah hal yang mengagetkan lagi. Berbentuk besar, kecil, lonjong, kotak, bahkan kacamata seperti tirai pun sekarang ...selengkapnya
Tuhan menciptakan manusia dengan sangat ajaib. Ia menciptakan kita berbeda dengan makhluk lainnya. Kita diciptakan menurut peta dan teladan Allah, cerminan dari kemuliaan Allah sendiri. Bukan hanya itu, Allah juga memberikan manusia tubuh dan roh, Dia sendiri yang menghembuskan nafas-Nya kepada manusia dan memberikan kekekalan dalam hati manusia. ...selengkapnya
Pada bulan Juli sampai November, buletin PILLAR akan secara khusus membahas tema besar mengenai “Wawasan Kristen” atau “Christian Worldview”. Jika pembaca dengan setia mengikuti artikel-artikel PILLAR dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya tema mengenai worldview, presuposisi, wawasan dunia, dan arah hati sudah tersentuh ...selengkapnya
Sebagai orang Kristen, ketika ditanya apakah kekristenan itu, apakah jawaban kita? Apakah kekristenan ‘hanyalah’ salah satu dari enam agama yang diakui di Indonesia? Apakah agama Kristen adalah salah satu agama yang memperkenalkan salah satu cara untuk ke sorga di akhir hidup nanti? Tentu kita akan menjawab dengan tegas: Bukan, ...selengkapnya
Memasuki abad ke-20, dunia memasuki suatu periode yang memerlukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa perdamaian dunia tidak bisa terwujud?” “Mengapa ada kemiskinan?” “Bagaimana mengatasi eksploitasi manusia?” atau “Bagaimanakah sistem pemerintahan yang paling menjamin adanya kebebasan, ...selengkapnya
Tetapi jawab Yesus:
“Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,
dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk.
Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.”
Matius 16:2-3Ada banyak penyesalan yang mungkin muncul di dalam hidup manusia. Dan kata ...selengkapnya
Gereja dan negara adalah dua lembaga dalam masyarakat. Keduanya memiliki peran yang berbeda, gereja adalah lembaga agama sedangkan negara adalah lembaga politik. Dampak sekularisme menyebabkan gereja hanya berperan di wilayah privat sedangkan negara berperan di wilayah publik. Tetapi benarkah dikotomi seperti ini? Apakah gereja tidak memiliki peran ...selengkapnya
Pada artikel sebelumnya telah dibahas sejarah pandangan terhadap wanita dari berbagai perspektif: perspektif Bapa-bapa Gereja, zaman ini, hingga (sebagian) perspektif Alkitab. Perlu diakui bahwa sebenarnya pembahasan tentang wanita itu sendiri tidak cukup dimuat dalam dua artikel – tema tentang “wanita” bisa sangat beragam, luas, ...selengkapnya
Puncak Everest...Itulah bagaimana D. Martyn Lloyd-Jones (1899-1981), seorang pendeta dan theolog yang sangat berpengaruh, melukiskan Jonathan Edwards. “Saya tergoda, mungkin bodoh, untuk menyamakan kaum Puritan dengan pegunungan Alpen, Luther, dan Calvin dengan pegunungan Himalaya, dan Jonathan Edwards dengan puncak Everest! Bagiku, ia selalu ...selengkapnya
Bulan lalu tepatnya pada tanggal 8 Maret, dunia baru saja merayakan International Women’s Day, lalu bulan ini tanggal 21 April Indonesia memperingati Hari Kartini, dan bulan Mei merupakan bulan di mana Amerika merayakan Hari Ibu. Maka dari itu, pada kesempatan ini sesuai dengan konteks yang ada, pembahasan akan bersifat women-centered (bukan ...selengkapnya
Bagi Jonathan Edwards, mengenal Allah bukan menjadi suatu tanda yang menjamin bahwa seseorang adalah Kristen sejati. Dia mengatakan bahwa setan pun tahu bahwa Allah ada, dan setan gemetar mendengar nama-Nya, dia telah mengenal Allah jauh sebelum manusia diciptakan, dia lebih tahu tentang apa yang Allah dapat lakukan, apa yang Allah ketahui dan ...selengkapnya
Kemapanan atau establishment adalah hal yang mengerikan dalam dunia ini. Kita bisa melihatnya sendiri dalam sejarah. Yang sering kali mampu menghancurkan orang Kristen bukanlah senjata, kekerasan, pengucilan, atau apa pun yang menyakitkan, melainkan keamanan, kemapanan, kenikmatan, kesejahteraan, dan kemakmuran. Pencobaan inilah yang juga ternyata ...selengkapnya
Pada edisi yang lalu sudah dibahas panjang lebar tentang situasi Abad Pertengahan yang menjadi konteks di mana Reformasi menetas. Abad Pertengahan didominasi oleh gereja sebagai jantung kehidupan masyarakat yang mengontrol kehidupan beragama, pendidikan, sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya. Secara akal manusia hampir tidak mungkin seorang ...selengkapnya
“Pranggg..!!” Jumat itu begitu kelam.. Sedari pukul dua belas siang hingga pukul tiga sore, kegelapan meliputi Golgota dan sekitarnya. Bukit batu terbelah, gempa dan langit bergemuruh.. Dan lihatlah, tabir Bait Suci itu terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Para prajurit Romawi pun akhirnya turut mengakui bahwa, Engkau adalah Anak ...selengkapnya
Reformasi bukan suatu peristiwa yang hanya dimulai ketika Martin Luther memakukan 95 tesis di pintu gereja Schloßkirche di Jerman. Reformasi merupakan suatu peristiwa yang Tuhan sudah siapkan bahkan sebelum dunia dijadikan, dimulai, dan dipersiapkan bertahun-tahun sebelumnya dan oleh banyak orang yang mencintai Tuhan, namun pada hari ini tidak ...selengkapnya
Periode Abad Pertengahan (Middle Ages) atau yang juga dikenal sebagai Medieval Period merupakan periode dalam sejarah Gereja yang sepertinya terdengar asing di telinga kita. Kita sepertinya lebih familiar dengan periode-periode sejarah Gereja lainnya, sebut saja periode Gereja Kuno (Ancient Church) dan Reformasi (Reformation). Dari segi tokoh-tokoh ...selengkapnya
Abad Pertengahan (Middle Ages/Medieval Era) adalah salah satu era dalam sejarah yang terbentang cukup panjang, sehingga banyak orang yang bingung di mana dimulainya dan berakhirnya. Menurut para sejarawan, Abad Pertengahan dimulai sejak kejatuhan Kerajaan Romawi pada tahun 476. Kejatuhan Kerajaan Romawi ini terjadi tepat setelah masa seorang ...selengkapnya
Ketika kita hendak berbicara mengenai kisah Gereja Mula-mula, satu hal yang tidak dapat dilupakan dan yang telah menjadi konteks lahirnya perkembangan kekristenan adalah: penganiayaan. Ya, perkembangan kekristenan lahir di tengah-tengah konteks penganiayaan yang sangat hebat. Sekitar 300 tahun awal (67-300 AD), orang Kristen telah menghadapi banyak ...selengkapnya