Search Results for: akankah kita menjadi lima

Beban Menjadi Seorang Reformed Injili

Menjadi seorang Kristen di zaman ini memang nyaman; atau bahkan, menyenangkan. Dalam konteks ke-Indonesia-an, tampaknya keberadaan iman kita tidak terlalu diganggu oleh penganiayaan. Betul memang ada tekanan-tekanan yang belakangan ini terjadi, seperti larangan beribadah, penutupan gereja secara sepihak, pembubaran perayaan hari keagamaan sekalipun ...selengkapnya

Paul on Ecclesiology

Jika kita mengilas balik sejarah gereja, kita akan menemukan begitu banyak peristiwa yang luar biasa. Perjuangan orang-orang Kristen di dalam mempertahankan iman mereka dan menghadapi tantangan zaman adalah peristiwa yang begitu penting. Jemaat Gereja Mula-mula rela dibakar hidup-hidup dan diterkam oleh binatang buas di dalam Koloseum. Banyak orang ...selengkapnya

On Apologetics: The Point of Contact

Introduksi: Sebuah DilemaApakah kesan yang paling pertama muncul di benak kita jika mendengar kata “apologetika”? Rumit? “Membela” Allah? Perlu cari banyak bukti? Buang-buang waktu? Biasanya kalau kita mendengar kata ini, kita akan membayangkan ada seseorang (atau sekumpulan orang), yang “setidaknya sudah cukup ...selengkapnya

Pandemic and the Gospel

Sudah lima bulan lamanya, sejak laporan kematian pertama pada 11 Januari 2020, COVID-19 menjadi wabah yang menakutkan bagi dunia. Jutaan kasus dan ratusan ribu kematian telah terjadi sampai hari ini (dan angka ini pun akan terus bertambah). Seperti wabah-wabah yang pernah terjadi sebelumnya, faktor utama penyebaran COVID-19 adalah interaksi ...selengkapnya

Kekristenan yang Kalah

Profesor Pierre Berthoud membuka sesi kapita selekta (kapsel) siang itu dengan satu pernyataan, “Kekristenan di Eropa sudah lama mengafirmasi dunia.” Pernyataan itu disampaikan pada konferensi dunia World Reformed Fellowship, di Jakarta. Sabtu itu, 10 Agustus 2019, sekitar 1.000 orang dari berbagai negara berkumpul di ibu kota Indonesia dalam ...selengkapnya

Discontent Heart before God

Tidak ada seorang pun yang suka dengan kehidupan penuh tragedi atau kecelakaan. Bayangkan betapa menyakitkannya ketika ketulusan kita dibalas dengan kejahatan, kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, keramahan dibalas dengan kekejaman, dan kejujuran dibalas dengan dusta. Kehidupan yang seperti ini adalah kehidupan yang begitu malang. Namun di dalam ...selengkapnya

Reformed Theology and Economics (10): Redeeming Our View of Money

“Uang bukan segalanya, tetapi segala sesuatu butuh uang.” Ini adalah salah satu pernyataan mengenai uang yang sering kita dengar. Kalimat ini di dalam batasan tertentu bisa menggambarkan situasi kita saat ini. Kalimat ini menyatakan bahwa keberadaan uang, khususnya bagi masyarakat metropolitan saat ini, sangatlah krusial. Coba perhatikan sekitar ...selengkapnya

Imago Dei

Kisah penciptaan selalu menarik. Dan kisah penciptaan menjadi semakin menarik saat dibandingkan dengan kisah penciptaan lainnya. Pernahkah Anda menyelidiki mitologi penciptaan dari peradaban kuno seperti Sumeria, Mesir Kuno, Yunani, India, dan Tiongkok misalnya?Saat Musa menuliskan kisah penciptaan, salah satu tujuannya adalah menjadi ...selengkapnya

Kristus Sang Penebus

Panggung dunia tidak pernah berpengharapan jika kisah penebusan yang dikerjakan Allah tidak pernah hadir di dalam dunia. Jikalau kisah kejatuhan manusia menjadi duka yang mendalam yang mengawali pemberontakan manusia, maka kisah penebusan menjadi kisah yang membawa penghiburan dan memimpin manusia kepada pendamaian dengan Allah. Namun, sekalipun ...selengkapnya

I Labor, Therefore I Am: Refleksi Dunia Kerja Metropolitan

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi (walaupun) susah dijalani.”[1]Demikianlah celetuk seorang anak kecil di sebuah iklan komersial televisi. Iklan ini sedikit banyak menggambarkan apa yang ada di dalam benak kita ketika masa kecil yang manis itu masih ada di pangkuan kita. Apabila kita melayangkan memori kembali ke masa kanak-kanak, kita ...selengkapnya

Pentakosta

Sesudah merenungkan tentang Paskah selama tiga bulan pertama dalam kaitannya dengan tahun baru di Januari, tahun baru Imlek di Februari, dan Jumat Agung di Maret, dan diikuti oleh Buah Sulung sebagai kelanjutan dari Paskah di April (http://www.buletinpillar.org/renungan/the-festivals), saya mengajak pembaca Pillar sekalian untuk memikirkan tentang ...selengkapnya