Tulisan oleh "Pdt. Dr. Stephen Tong" (163 buah)

Transkrip

The Word (Part 3)

Injil Yohanes adalah kitab keempat yang Tuhan pakai untuk menyaksikan Anak-Nya datang ke dunia. Jelas bahwa kitab ini bukan saksi tunggal karena saksi tunggal tidak sesuai dengan prinsip kebenaran seturut firman Allah. Sejak dalam Perjanjian Lama tidak diizinkan seorang mengadu kepada tua-tua hanya dengan saksi tunggal. Jikalau engkau melihat seorang bersalah dan akan mengadukannya, maka engkau harus mempunyai dua atau tiga orang saksi. Saksi tunggal bukanlah prinsip Alkitab; saksi tunggal dianggap tidak sah karena saksi tunggal memberikan lowongan kepada Iblis, dapat memudahkan orang yang dendam untuk mencari-cari alasan menjatuhkan orang yang tidak bersalah. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan memakai prinsip yang sama, jika ada majelis atau penatua yang bersalah dan ada yang mau mengadukan, maka harus ada 2 atau 3 orang saksi.

Selengkapnya...

Transkrip

Creation or Evolution (Bagian 2)

Science atau Pseudo Science, Fakta atau Hipotesa

Selengkapnya...

Transkrip

Creation or Evolution (Bagian 3)

Kelemahan bukti-bukti evolusi

Selengkapnya...

Transkrip

Creation or Evolution (Bagian 4)

“Berapakah umur manusia”

Selengkapnya...

Transkrip

The Battle of the Ages (Bagian 1)

The Orthodox Faith

Selengkapnya...

Transkrip

The Battle of the Ages (Bagian 2)

The Importance of the Word

Selengkapnya...

Transkrip

The Battle of the Ages (Bagian 3)

Besar yang mengumpulkan sisa adalah besar yang tidak berarti; sebaliknya, kecil yang tetap bertumbuh tanpa ada batasan, itulah kecil yang menakutkan

Selengkapnya...

Transkrip

The Battle of the Ages (Bagian 4)

Athanasius menjawab: “Jikalau demikian, maka saya Athanasius akan melawan seluruh dunia, demi menegakkan doktrin yang benar. Saya harus memberitakan Allah Tritunggal, karena inilah ajaran yang benar dari Alkitab.” Adakah semangat seperti ini di dalam hatimu dan hatiku? Adakah pemuda-pemudi seperti Athanasius?

Selengkapnya...

Transkrip

The Battle of the Ages (Bagian 6)

Seorang yang tidak beres pelayanannya dibiarkan oleh setan, diampuni oleh pimpinan gereja, dan ditepuk-tangani oleh banyak orang atau pesuruh-pesuruh Iblis, dan dibiarkan oleh Tuhan

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 1)

Manusia yang hanya beberapa puluh kilogram ini bisa mendaki gunung yang paling tinggi, menembus laut yang dalam, meluncurkan roket ke ruang angkasa. Manusia adalah satu-satunya makhluk dengan potensi kemungkinan.

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 2)

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej 1:26-27)

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 3)

Sekali manusia lahir, ia tidak bisa musnah. Ia akan tetap ada, entah akan mati kekal atau hidup kekal. Hal ini menjadikan manusia unik dan sekaligus sangat berharga. Manusia tidak boleh sembarangan hidup. Ia tidak boleh mempermainkan kesempatan yang ada.

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 4)

Orang yang sungguh-sungguh bertanggung jawab adalah orang yang rela menaruh kebebasan yang Tuhan berikan di bawah kedaulatan pengaturan Tuhan

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 5)

Penggunaan kreativitas yang tidak benar adalah dosa

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 7)

Anak kecil tidak pernah tidak puas karena papanya miskin. Anak kecil tidak pernah tidak puas karena mamanya kurang cantik. Tidak ada anak yang tidak puas karena orang tuanya kurang kaya. Yang penting bagi anak-anak adalah apakah orang tua mereka adil.

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 6)

Hati nurani yang ada di dalam roh kita merupakan penjaga, pengawas, penyelidik diri kita sendiri.

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 10)

“Omni-Science God”

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 11)

“Kebajikan, Kesucian, dan Keadilan Tuhan”

Selengkapnya...

Sempat ditulis tapi batal diterbitkan

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 11)

“Kebajikan, Kesucian, dan Keadilan Tuhan”

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 12)

Kebenaran-Keadilan Allah

Selengkapnya...

Transkrip

Manusia: Peta Teladan Allah (Bagian 14)

“Allah adalah Kasih”

Selengkapnya...

Transkrip

Sifat Iman (Bagian 1)

Iman Anugerah

Selengkapnya...

Transkrip

Sifat Iman (Bagian 2)

Tantangan Iman

Selengkapnya...

Transkrip

Sifat Iman (Bagian 3)

Mengerti Iman

Selengkapnya...

Transkrip

Panggilan Sorgawi

“Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya.” (Ibrani 3:1-2)

Selengkapnya...

Transkrip

Pemuda dan Spirit Reformed Injili

Seminar Sehari, 11 April 2009

Selengkapnya...

Transkrip

Doktrin Roh Kudus (Bagian 1)

Kehadiran Roh Kudus

Selengkapnya...

Transkrip

Doktrin Roh Kudus (Bagian 2)

Turunnya Roh Kudus

Selengkapnya...

Transkrip

Doktrin Roh Kudus (Bagian 3)

Turunnya Roh Kudus di Rumah Kornelius

Selengkapnya...

Transkrip

Doktrin Roh Kudus (Bagian 4)

Turunnya Roh Kudus di Efesus

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 2)

Yohanes 1:1-3

Injil adalah kesaksian tentang Sang Anak ketika Ia datang mengunjungi sejarah. Secara waktu penulisan, Injil Markus adalah yang paling dini kemudian disusul dengan Injil Matius, Lukas, dan Injil Yohanes adalah yang terakhir. Meskipun demikian, Injil Yohanes dapat dikatakan sebagai Injil yang melampaui ketiga Injil sebelumnya. Injil ini mengungkapkan lebih banyak perdebatan Tuhan Yesus dengan orang Yahudi, juga banyak menegaskan doktrin Kristen.

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 4)

Yohanes adalah seorang rasul yang sebelumnya adalah seorang nelayan di Galilea. Seorang filsuf Perancis, Voltaire, pernah berkata, “Biarlah Yesus yang mendirikan agama-Nya bersama dengan dua belas orang Galilea menegakkan kekristenan; dan biarlah saya, seorang diri, orang Perancis, menghancurkan mereka semua.” Apa yang Voltaire katakan ternyata secara realita terjadi tepat kebalikannya. Yesus tidak memilih Nikodemus yang sangat akademik atau para ahli Taurat dari Yerusalem. Salah satu sekolah Reformed yang sempat menjadi sekolah yang paling penting di dunia, yaitu Free University of Amsterdam, setelah 80 tahun hancur imannya. Akademiknya kuat, tetapi imannya hilang. Pengaruh dari Petrus, Yohanes, dan Paulus melampaui Socrates, Aristotel dan Plato sepanjang 2.000 tahun sejarah manusia ini. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan orang bodoh yang salah memilih orang atau tidak mampu memilih orang yang pandai dan akademis.

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 5)

Gereja yang bertumbuh itu adalah gereja yang hidup. Atau jika kita balik, gereja yang tidak hidup adalah gereja yang tidak bertumbuh. Ada sebuah gereja yang setelah 20 tahun jemaatnya tetap 40 orang. Sepertinya stabil, yang dulu masih kecil sekarang sudah jadi besar, dan yang tua sekarang sudah meninggal. Di halaman bagian belakang gereja, ada kuburan. Jadi halaman depan untuk orang hidup yang datang ke gereja, halaman belakang untuk kuburan orang yang sudah mati. Dalam bahasa Belanda, ‘kerk’ itu gereja, kalau ‘kerkhof’ itu kuburan. Ketika saya bertanya apakah mereka pernah memberitakan Injil membawa orang lain datang kepada Tuhan, mereka menjawab bahwa membawa orang percaya begitu susah. Oleh karena itu, mereka lebih suka melahirkan anak saja, supaya jumlah tetap konstan. Inilah church growth by genetics (pertumbuhan gereja melalui kelahiran). Jika penginjilan tidak dijalankan, gereja tidak pernah berkembang secara sehat.

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 6)

Formasi di dalam Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman”, merupakan bentuk filsafat Gerika dalam upaya mereka mengerti segala sesuatu. Tiga generasi pertama filsuf Gerika kuno yaitu Thales, Anaximander, Anaximenes, masing-masing mengatakan, “Pada mulanya adalah air,” “Pada mulanya adalah udara,” “Pada mulanya adalah sesuatu yang tidak terbatas.” Sampai suatu waktu Yohanes mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman.” Di sini kita langsung melihat perbedaan kualitatif yang ada di antara wahyu Tuhan dan spekulasi manusia. Manusia berspekulasi tentang dunia yang ada di sekelilingnya, mempertanyakan ‘Apa yang pertama-tama ada di dunia dan apa yang memulai alam semesta?’ Manusia terus sibuk meneliti apa, apa dan apa, tidak pernah memikirkan kemungkinan ‘siapa’. Maka baik Atheisme maupun Naturalisme selalu mendasari teorinya di atas egosentris (human-antropocentric).

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 7)

Injil Yohanes, dapat disebut Injil di dalam Injil. Injil ini merupakan kesaksian Yohanes, yang ia tulis lebih dari dua puluh tahun setelah Paulus dan Petrus meninggal. Oleh karena itu, Injil ini memiliki kesiapan yang matang dalam menyaksikan Kristus; “Logos jadi manusia” merupakan proklamasi yang tidak pernah muncul dalam buku, ajaran agama, kebudayaan, atau filsafat manapun.

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 8)

Telah diutarakan sebelumnya bahwa di antara sekitar 20 kebudayaan terbesar yang pernah muncul dalam sejarah manusia, hanya 3 kebudayaan yang membicarakan tentang Logos. Dua kebudayaan berada di Asia (Tiongkok dan India) dan satu di Barat (Gerika). Sebenarnya tiga tokoh filsafat Gerika juga bukan berasal dari Barat, melainkan dari Asia Kecil (kota Miletus). Miletus benar-benar meletuskan filsafat dan aliran Miletusmenghasilkan tiga orang yang membicarakan tentang awal mula segala sesuatu. Hal ini menjadi permulaan manusia menyelidiki dengan spekulasi otak manusia tentang hal di luar diri manusia. Tetapi bagaimanapun hebatnya spekulasi manusia dan bagaimana dalamnya pemikiran manusia, tetap bertitik tolak dari manusia sebagai subyek yang memikirkan tentang alam semesta sebagai obyek.

Selengkapnya...

Artikel

Yang Telah Mati Dan Hidup Kembali (Bagian 2)

Danse Macabre: Beberapa tulang belulang manusia menari-nari di sekitar orang-orang yang masih hidup. Satu meniup bagpipe-nya dan yang lain tampak begitu “hidup” dan menari-nari sambil menggaet tangan orang-orang yang masih hidup. Dan lihatlah orang-orang yang masih hidup itu. Mereka terlihat begitu mati. Masih hidup, tetapi tanpa ekspresi.

Selengkapnya...

Sersan & TKB

Ecce Homo

Seorang gadis muda bernama Frances Ridley Havergal meninggalkan rumahnya di Inggris untuk melanjutkan studinya di kota Düsseldorf, Jerman. Pada suatu kesempatan, di dalam ruang belajar pendetanya, ia melihat ada moto yang tertulis di bawah suatu lukisan berjudul “Ecce Homo”. Lukisan tersebut sedang menggambarkan Kristus yang sedang dihakimi, disiksa tanpa belas kasihan, dan mengenakan mahkota duri dan jubah ungu sebagai tanda ejekan. Ia berdiri di antara massa yang menuntut hukuman mati bagi-Nya dan Pilatus, yang berkata, “Ecce Homo (Lihatlah manusia itu).” Gambaran yang mengharukan itu membuat Havergal merenungkan dengan dalam tentang kejadian dalam Alkitab tersebut. Sebelum ia meninggalkan ruangan itu, ia menyalin tulisan di bawah lukisan tersebut: “I did this for you. What have you done for me?” (Ini Kulakukan bagimu, apa yang kau lakukan bagi-Ku?)

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 9)

Pada zaman ini, kekristenan telah banyak diselewengkan oleh banyak pendeta dan gereja yang tidak bertanggung jawab. Reformed berarti kembali kepada Alkitab. Bagaimana kita bisa membawa banyak orang kembali mengikuti jalan Alkitab, jalur Alkitab, prinsip Alkitab secara benar? Inilah tugas berat yang harus kita emban. Firman itu bersama dengan Allah, tetapi di dalam alam ciptaan-Nya, ada tanda tangan-Nya, prinsip-prinsip dan dalil-dalil-Nya, sebagai tanda bahwa Dia telah berkarya di sini. Dengan demikian memungkinkan manusia mengarahkan imannya dari dunia sini menuju ke surga sana.

Selengkapnya...

Transkrip

The Word (Part 10)

Yohanes mengatakan bahwa Firman bukan di lapisan ciptaan, tetapi di lapisan Pencipta. Firman beserta dengan Allah dan Firman itu Allah. Logos ini berbeda dari pengertian Lao Zi, Konfusius, filsafat India, dan Gnostisisme serta semua filsafat Gerika yang merupakan pengertian manusia belaka. Pengungkapan di dalam Yohanes 1:3 sangat jelas. Dengan pembedaan kualitatif, Yohanes memutar balik semua pemikiran yang sudah muncul dalam sejarah. Dalam Yohanes 1:4 muncul satu berita yang penting, yaitu hidup ada di dalam Firman. Semua ajaran mengatakan firman ada di dalam otak hidup. Firman, Logos, Brahman, Tao, yang dikatakan oleh Lao Zi, Konfusius, Hindu dan oleh Zoroasterisme atau oleh Stoisime adalah logos yang ada di dalam pikiran logikos. Firman yang berada dalam pemikiran sebagai hasil rasio manusia. Yohanes membalik semuanya ini. Bukan firman di dalam hidup, tetapi hidup di dalam firman.

Selengkapnya...

Q&A

Q&A Oktober 2005

Bagaimana pandangan Theologi Reformed tentang suara Tuhan? Apakah Tuhan terus bicara secara pribadi kepada tiap-tiap kita di luar Firmannya yang ditulis di Alkitab? Apakah selain Alkitab masih ada suara-suara itu? Bagaimana ajaran doktrin Reformed menjelaskan Maleakhi 3:10-11? Apakah perpuluhan harus diberikan kepada gereja atau boleh diberikan kepada lembaga Kristen yang lain.

Selengkapnya...

Q&A

Q&A Januari 2006

Q1: Mengapa Bapak begitu tidak menyetujui atau tidak menerima Gereja Kharismatik dan bahasa rohnya? Tolong jelaskan. Q2: Bagaimana pendapat pak Tong tentang dialog antar agama?

Selengkapnya...

Transkrip

Visi Gerakan Reformed Injili

Gerakan Reformed Injili telah memasuki dekade yang ketiga. Gerakan ini dimulai pada tahun 1984 dengan SPIK I. Mengapa SPIK menjadi perintis gerakan ini? Bagaimana dengan tahap selanjutnya? Mengapa akhir-akhir ini kita mengadakan NREYC dan NREWC selama lima tahun berturut-turut? Apakah sebabnya gerakan Reformed Injili?

Selengkapnya...

Q&A

Mencari Allah dan Bertumbuh dalam Hikmat Sejati

Q1: Alkitab mengajarkan bahwa kita harus mencari Allah, tetapi sebenarnya kita tidak bisa mencari Allah. Bagaimana kita mengerti akan hal ini? Q2: Bagaimana caranya agar kita bertumbuh dalam hikmat sejati?

Selengkapnya...

Transkrip

The Call to Christian Leader (concise)

Di tengah hingar-bingarnya gereja dan dunia, ternyata secara hakekat mereka sedang tertidur, pemuda-pemudi dan para pemimpin Kristen tidur. Di lain pihak, berbagai agama lain sedang berjuang menegakkan ”iman” mereka. Kita puas dengan apa yang kita kerjakan, puas mencapai keuntungan materi, gereja besar, dan kehilangan inti isi iman Kristen. Di tengah situasi ini, saya ingin orang Kristen kembali kepada iman yang sejati. Inilah yang akan dikerjakan oleh Gerakan Reformed Injili.

Selengkapnya...

Q&A

Q&A Maret 2006

Q1: Bagaimana prinsip liturgi yang alkitabiah? Q2: Bagaimana kita tahu dan yakin bahwa kita bertalenta di suatu bidang tertentu?

Selengkapnya...

Transkrip

Reformed And History

Di dalam sejarah Reformasi, Tuhan membangkitkan dua orang, yang satu untuk merobohkan yang salah dan yang satu untuk membangun yang benar. Tuhan memakai Martin Luther untuk merobohkan yang salah dan Johanes Calvin untuk membangun yang benar. Ini yang disebut sebagai Reformed.

Selengkapnya...

Q&A

Q&A April 2006

Q: Apakah setan dapat membaca pikiran manusia dan tahu doa kita?
Q: Apa ada kehendak bebas pada malaikat?

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum

Sepuluh Hukum dalam Kitab Suci memang tidak ada bandingnya. Suatu pengajaran hukum yang sedemikian anggun, komprehensif, melimitasi sekaligus memberi kebebasan pada orang yang melakukannya. Sepuluh Hukum diawali dengan firman Allah: “Hai Israel, Akulah Tuhan Allahmu, yang membawamu keluar dari tanah Mesir, tempatmu diperbudak selama ratusan tahun. Sekarang, dengarlah hukum-hukum yang Kuberikan padamu” — introduksi yang sangat jelas bagi umat, yang Dia bebaskan dari belenggu dan kutukan dosa.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Pertama (Bagian 1)

Selain kekristenan, tidak ada theologi yang memiliki pengertian bahwa kita dicipta oleh Allah, kita dicipta bagi Allah, kita dicipta untuk hidup di hadapan Allah, dan kita dicipta untuk bertanggung jawab kepada Allah. Kita harus hidup bertanggung jawab kepada Allah karena kita dicipta oleh Allah dengan kapasitas yang khusus. Hal ini membuat kita tidak bisa hidup sembarangan. Di mana kita berada, di situ Allah juga berada. Dia mengawasi kita, Dia memperhatikan setiap segi kehidupan kita karena Dialah Pencipta kita.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Pertama (Bagian 2)

Sepuluh Hukum adalah perintah yang Tuhan berikan kepada Musa untuk diteruskan kepada bani Israel sekitar 3.500 tahun silam. Itu berarti Sepuluh Hukum seribu tahun lebih tua daripada syair Homer, seribu tahun lebih tua daripada Upanishads (Kitab Suci Hindu), dan seribu tahun lebih tua daripada Analects (karya Konfusius). Kita telah melihat bagaimana Feuerbach dan Nietzsche begitu keras melawan hukum pertama ini. Kita juga telah melihat bagaimana Allah membebaskan umat Israel dari tangan Mesir, Dia tidak mau ada ilah lain yang disembah oleh umat-Nya. Di sini terlihat bahwa kebenaran Allah mengikat sekaligus menjamin kebahagiaan yang sejati karena kebebasan yang tidak diikat oleh kebenaran cenderung mengumbar nafsu tanpa kontrol.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kedua

Ayat 5-6, terjemahan lainnya jangan sujud menyembahnya, juga jangan melayaninya. Sebab Aku, Allahmu adalah Allah yang cemburu. Barang siapa membenci-Ku, Aku akan menuntut kesalahannya sampai keturunannya yang ketiga dan keempat. Tetapi, barang siapa mengasihi-Ku, memegang perintah-Ku, Aku akan menunjukkan kasih setia-Ku sampai ribuan generasi (bukan beribu-ribu orang).

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Ketiga

Hukum ketiga bukan melarang kita menyerukan nama Tuhan, melainkan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Sama juga, orang Kristen boleh memiliki ambisi besar asal bukan untuk diri sendiri. Saya memiliki ambisi yang sangat besar. Saya tidak puas jika gedung gereja selesai dibangun. Gedung yang besar hanyalah anugerah Tuhan yang terkecil bagi gereja.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Keempat

Di dalam hukum keempat Allah memberi perintah yang cukup panjang dan itu hanya untuk membahas satu kata, yaitu ‘hari’. Di sini sebenarnya bukan ‘hari’ yang terpenting. Paulus menegaskan bahaya orang yang terlalu sibuk memelihara ‘hari’. Yesaya 1 juga mengatakan, “Aku membenci hari Sabatmu.” Maka kita perlu melihatnya secara rohani, bukan harfiah. Semua peraturan yang ketat tidak menjamin kita beres karena ada faktor X yang melampaui segala sesuatu. Bahasa kita sering terlalu terbatas dan terlalu rendah, dibandingkan dengan makna rohani yang kekal dan dinamis dari Tuhan. Maka orang yang mengikuti perintah Tuhan secara harfiah tidak akan dapat menaati perintah Tuhan yang dinamis dengan lincah. Orang Yahudi berupaya melakukan Hukum Taurat secara harfiah. Hotel Hilton di Tel Aviv adalah hotel pertama yang memiliki 15 lantai. Demi menghindarkan orang harus memencet tombol lift di hari Sabat, maka mereka membuat lift berhenti di setiap lantai.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kelima (Bagian 1)

Empat hukum telah kita bahas berkenaan dengan relasi vertikal antara manusia dan Allah. Seluruh ketidakberesan kehidupan dimulai dari individu yang relasinya tidak beres dengan Allah. Masalah diawali dengan sikap tidak takut akan Tuhan dan tidak mau bertanggung jawab kepada Sang Pencipta. Itu sebabnya, Allah mengawali hukum-Nya dengan empat hukum yang mengacu pada tanggung jawab manusia kepada-Nya.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kelima (Bagian 2)

Hukum kelima adalah hukum pertama dari tanggung jawab manusia terhadap sesamanya. Anak yang berusia baru dua tahun sudah bisa membuat ibunya pusing. Dia ingin mengatur segala sesuatu, semua harus tunduk dan mengikuti keinginannya. Demikian juga relasi manusia dengan Allah. Manusia sering kali ingin melawan kedaulatan Allah dan memaksakan keinginannya. Ketika Tuhan mengatakan bahwa manusia harus taat pada kehendak-Nya, manusia menjadi kesal. Pada dasarnya manusia memang sangat sulit untuk menaklukkan keinginan dirinya demi kepentingan orang lain, apalagi kepentingan Tuhan. Hal ini hanya bisa diselesaikan dengan suatu komitmen bahwa kuasa yang lebih tinggi menaklukkan kuasa yang rendah. Lalu raja merasa mendapat mandat dari sorga sehingga ia memiliki kuasa tertinggi, padahal mereka sendiri tidak tahu Tuhan itu siapa dan bagaimana.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Keenam (Bagian 1)

Hukum keenam merupakan hukum yang menyangkut relasi manusia dengan manusia secara umum tanpa kualifikasi khusus, seperti orang tua dan anak, atau pimpinan dan anak buah. Demikian ini berlaku untuk seluruh sisa hukum Taurat ini.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Keenam (Bagian 2)

Jangan membunuh adalah salah satu perintah yang paling kuat di dunia. Perintah ini bukan dari manusia kepada manusia, melainkan perintah dari Allah Pencipta kepada manusia ciptaan-Nya. Manusia adalah ciptaan yang bernilai, yang diberi peta teladan Allah untuk merefleksikan kemuliaan-Nya, menjadi pelaksana kehendak-Nya. Namun, justru karena manusia tidak mengenal nilai diri dan sesamanya maka dia selalu mencari-cari kesalahan, kekurangan orang lain, lalu membenci, merusak, bahkan sampai berhasil menyingkirkannya.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Keenam (Selesai)

Salah satu isu penting di dalam hukum keenam adalah mengapa Allah memerintahkan bangsa Israel untuk membunuh habis tujuh suku di Kanaan? Pada hari Sepuluh Hukum diturunkan, Musa memerintahkan orang Lewi untuk membunuh tiga ribu saudaranya sendiri. Sebagai suatu perbandingan yang unik, ketika Roh Kudus turun, tiga ribu orang diselamatkan. Ini sungguh suatu rahasia yang Alkitab bukakan kepada kita untuk mengerti bagaimana Tuhan bekerja.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Ketujuh (Bagian 1)

Kitab Suci, khususnya Perjanjian Lama, begitu menekankan “Jangan berzinah” karena Tuhan kita adalah Tuhan yang suci. Bakat, talenta, ilmu dapat kita pelajari atau palsukan, tetapi kesucian tidak mungkin dipalsukan atau dipelajari, karena kesucian adalah substansi yang paling esensial. Ada pendeta yang mempunyai banyak bakat, talenta, bahkan sanggup memukau massa, tetapi gagal dalam satu perkara, yaitu hidup suci. Ini menunjukkan bahwa kesucian tidak mungkin dipalsukan. Bagaimanapun setan memoles diri hingga terlihat sebagai malaikat terang, ia tetap tidak mungkin mencapai kesucian. Setan adalah si jahat, yang penuh dosa, kepalsuan, dan dia adalah bapa penipu.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Ketujuh (Bagian 2)

Dasar dari Hukum ketujuh “Jangan berzinah” adalah relasi kita dengan Tuhan. Relasi dengan Tuhan yang melandasi relasi kita dengan sesama. Oleh karena itu, Tuhan menuntut setiap umat-Nya untuk menghormati Dia dan hanya berbakti kepada-Nya sebagai satu-satunya Tuhan bagi hidupnya. “Cinta” harus terkait dengan “hanya memiliki satu sasaran”. Ini adalah dua hal yang tidak bisa dikompromikan. Jika seseorang mengaku mencintai Tuhan, tetapi di luar Tuhan masih ada ilah yang lain, maka pasti orang itu tidak mengenal Tuhan dan tidak mengasihi Tuhan dengan sungguh.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Ketujuh (Bagian 3)

Tidak ada satu bangsa pun yang menyetujui bahwa manusia boleh melampiaskan nafsu seks semaunya. Berhubungan seks adalah sesuatu yang sangat nikmat karena berdasarkan anugerah Tuhan manusia bisa menikmati kenikmatan seks sedemikian tinggi yang melampaui semua makhluk lainnya. Namun untuk itu, manusia juga dituntut untuk menjaga kesucian seksnya. Jika dilanggar, Tuhan akan menghukum orang itu. Lagi pula manusia tidak mungkin mencintai dua orang di saat yang sama dengan kadar cinta yang sama, tetapi dia mampu mencintai dua, empat, enam, sepuluh, bahkan belasan anaknya dengan kadar cinta yang sama.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kedelapan (Bagian 1)

Tidak ada satu pun agama, hukum, kebudayaan, dan adat istiadat dari negara manapun dan di zaman apa pun yang memandang pencuri sebagai orang bermoral. Namun terjadi satu peristiwa yang sangat mengejutkan saya, yaitu Mao Zedong tidak memandang para bandit, pembajak, perampok besar di dalam sejarah Tiongkok sebagai pendosa besar, tetapi justru sebagai pelopor revolusi.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kedelapan (Bagian 2)

Hukum kedelapan harus kita mengerti secara luas, tidak sekadar mengambil barang atau uang milik orang lain. Dasar dari mencuri adalah tamak, dasar dari tamak adalah egois, dan dasar dari egois adalah hidup yang berpusat pada diri, menganggap diri sendiri yang paling penting. Akibatnya, ia tidak mau menjalankan kehendak Allah, memerhatikan orang lain, atau merasa puas dengan apa yang ia sudah miliki.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kedelapan (Bagian 3)

Sekalipun filsuf dari zaman ke zaman sering tidak mengerti atau salah mengerti akan firman Tuhan, tetapi firman Tuhan tidak pernah salah. Ketika kita membandingkan Sokrates, Konfusius, Mensius, aliran Heraklisian, Plato, Aristoteles, dan yang lainnya, kita akan menemukan bahwa manusia sudah tercemari dosa Adam, sehingga hanya Kitab Suci sajalah yang murni, yang Allah berikan dari takhta-Nya yang paling objektif, paling netral dan kekal. Prinsip-prinsipnya tidak pernah perlu berubah.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kesembilan (Bagian 1)

Allah memberikan hukum kesembilan. Hukum ini secara khusus berbicara tentang etika berkata-kata. Yakobus mengatakan, “Orang yang sempurna adalah orang yang sanggup mengekang lidahnya.” Lidah bagaikan kemudi yang meskipun kecil namun sangat berpengaruh karena menentukan arah kapal yang besar. Seperti setir mobil, selain mengarahkan mobil juga menyangkut mati hidup penumpangnya. Begitu juga orang yang sanggup mengontrol lidahnya akan aman seumur hidupnya.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kesembilan (Bagian 2)

Dalam Sepuluh Hukum, hanya hukum kesembilan yang berkaitan dengan kata-kata yang kita ucapkan. Bagi orang Tionghoa, kata-kata lebih ampuh dari pukulan; tetapi tulisan lebih ampuh dari perkataan. Orang yang dipukul secara fisik hanya merasakan sakit sesaat pada fisiknya, tetapi sakitnya kata-kata yang menusuk bisa melukai hati dan terus dirasakan bertahun-tahun lamanya. Namun, tulisan yang memfitnah orang akan dibaca sampai ribuan tahun, sehingga kekuatan merugikannya bisa jauh lebih hebat dari kata-kata. Di sini kita melihat tingkatan yang berbeda-beda dalam mencelakakan orang.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kesembilan (Bagian 3)

Berbicara adalah salah satu hak terbesar yang Tuhan berikan kepada manusia. Tidak ada satu pun binatang yang dapat berbicara, karena mereka tidak dapat mengerti apa itu makna. Dengan sendirinya, mereka tidak mungkin mengutarakannya melalui suatu bahasa. Makna yang sejati didasarkan atas firman, yaitu Logos. Logos sejati itu adalah Tuhan sendiri. Manusia menjadi satu-satunya makhluk yang bisa berbahasa dengan makna adalah karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dicipta menurut peta teladan Allah, sehingga manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat mengerti firman.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kesembilan (Bagian 4)

Terjemahan yang paling tepat untuk hukum kesembilan adalah: Jangan bersaksi dusta untuk mencelakakan orang lain. Tuhan telah memberikan kapasitas berbicara kepada kita, dan menempatkan manusia di atas segala makhluk. Tidak ada satu pun makhluk seperti manusia, yang dapat mengaitkan kata-kata dengan rencana Allah yang kekal. Semua binatang hanya dapat menyuarakan kebutuhan nalurinya. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan atas kemampuan berbicara yang Ia berikan, sebagai bukti bahwa kita dicipta menurut peta teladan-Nya. Hanya kepada manusia Allah mewahyukan rencana-Nya yang kekal, lewat para nabi di Perjanjian Lama dan para rasul di Perjanjian Baru. Sungguh ini adalah suatu hak istimewa yang manusia boleh miliki di hadapan Allah.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kesepuluh (Bagian 1)

Melalui hukum kesembilan, kita telah belajar bagaimana kita mengontrol mulut kita. Kita harus berbicara dengan kata-kata yang benar, yang tidak mencelakakan atau merugikan orang lain. Kini kita masuk ke dalam satu tahap lagi, yang begitu panjang seolah merupakan rangkuman dari seluruh hukum yang kelima hingga kesembilan. Inti pembahasan di dalam hukum kesepuluh adalah tentang niat manusia.

Selengkapnya...

Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kesepuluh (Bagian 2)

Sepuluh Hukum berbeda dari hukum negara mana pun di sepanjang zaman, karena hukum dunia adalah produk dari pikiran manusia yang dicipta, terbatas, dan tercemar oleh dosa. Tiga unsur ini menyebabkan hukum negara tidak mungkin netral. Friedrich Nietzsche mengatakan bahwa hanya ada dua dasar hukum: 1) hukum yang ditetapkan oleh orang kuat untuk mengekang orang lemah, yang menyebabkan adanya diktator yang berbuat sewenang-wenang dan 2) hukum yang ditetapkan oleh orang lemah untuk mengekang orang kuat.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Yohanes 3:1-15)

Yohanes 3:1-15 merupakan pengajaran yang sangat penting. Bagian ini membahas satu perkara yang harus dialami oleh setiap orang Kristen yang sejati. Pengajaran penting ini hanya satu kali dikemukakan Tuhan Yesus. Tidak diungkapkan di depan ribuan orang, tetapi hanya kepada satu orang pemimpin agama yang datang menemui Dia secara pribadi. Pada saat itu, para pemimpin agama sedang menghina Tuhan Yesus dan menganggap diri mereka lebih pandai dan lebih mengerti daripada Tuhan Yesus.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 2)

“Orang miskin selalu bersamamu, tetapi Aku tidak.” Respons Tuhan Yesus ini sangat berbeda dengan apa yang dipikirkan manusia. Orang Yahudi sering memegang dan memutlakkan konsep mereka sendiri yang tertutup. Akhirnya respons mereka salah dan dibuang oleh Tuhan. Namun, mereka tidak menyadari kondisi mereka.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 3)

Pertemuan Nikodemus dengan Tuhan Yesus Kristus bukanlah suatu kebetulan, juga tidak direncanakan oleh manusia, melainkan merupakan rencana Allah. Bukan Yesus yang mencari Nikodemus, karena ketika Yesus hadir di dunia, Dia tidak pernah mencari raja, atau imam besar, atau orang kaya, atau pemimpin agama. Yesus menegaskan bahwa Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, yang tersesat, untuk menjadi kawan pemungut cukai dan orang berdosa. Ketika Yesus datang ke dunia, Ia menemui dan berdialog dengan perempuan pezina di pinggir sumur; Ia menemui dan menyembuhkan seorang yang sudah 38 tahun lumpuh di tepi kolam.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 4)

Nikodemus adalah satu-satunya – seorang akademisi, pemimpin agama Yahudi, dan orang Farisi – yang dengan inisiatifnya sendiri datang menemui Tuhan Yesus. Dia datang menemui Yesus di waktu malam, karena dia takut ketahuan oleh kelompoknya yang akan berakibat buruk baginya. Dia menemui Tuhan Yesus karena dia merasa bahwa Tuhan Yesus memiliki sesuatu yang tidak ia miliki. Hal ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang rendah hati dan tidak pernah puas dengan pengetahuan yang ada padanya. Ia mau terus menuntut diri untuk maju.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 5)

Sebagai seorang profesor agama yang sudah senior, berusia, dan mahir, biasanya sulit untuk rendah hati. Pada umumnya, orang mau rendah hati karena terpaksa, karena ia tidak memiliki sesuatu yang bisa ia banggakan, atau sekadar karena tata krama tradisi yang harus ia ikuti. Tetapi pada hakekatnya, ia tidak sungguh-sungguh rendah hati. Tetapi saya berani mengatakan bahwa Nikodemus adalah seorang yang sungguh-sungguh rendah hati, karena di dalam empat Injil, selain Nikodemus, tidak ada orang Farisi lain yang datang bertemu dan berdialog dengan Tuhan Yesus. Mereka menganggap diri mereka cukup hebat.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 6)

Pertemuan antara Tuhan Yesus dan Nikodemus adalah inisiatif dari Nikodemus dan ia mengakui bahwa Tuhan Yesus disertai oleh Allah. Pengakuan itu tidak serta-merta diterima oleh Tuhan Yesus, tetapi di sisi lain, Tuhan Yesus menunjukkan hal yang lebih penting yang belum diketahui oleh Nikodemus. Inilah keunikan dari cara pembicaraan Tuhan Yesus. Ia tidak mengenal basa-basi atau mencari perkenanan manusia. Ia dengan berterus terang mengatakan, “Dengan sesungguhnya, jika engkau tidak diperanakkan pula oleh Roh Kudus, engkau tidak dapat masuk ke Kerajaan Allah.” Memang, ada banyak orang Kristen yang sudah lama mendengar firman Tuhan, tetapi belum mengalami lahir baru. Saya dibaptis pada usia 2 tahun, jadi orang Kristen selama 15 tahun, tidak merokok, tidak berjudi, tidak berzinah, menjadi pemuda teladan, namun saya belum mencapai target yang Allah tetapkan.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 7)

Jika kita memerhatikan Injil Yohanes, kita mengetahui bahwa sejak semula Tuhan Yesus bersikap sangat tegas dan tidak berkompromi sedikit pun terhadap orang-orang Farisi. Tetapi berbeda sekali, Ia bersikap ramah dan bersahabat ketika berhadapan dengan orang-orang miskin, orang sakit, bahkan yang berpenyakit kusta, atau orang-orang yang dipandang rendah oleh masyarakat. Ini dikarenakan orang-orang Farisi sebagai pemimpin agama yang sudah mempelajari firman Tuhan, mengerti theologi, tetapi tidak melayani Allah dengan sungguh-sungguh dan jujur, malah mempermainkan Allah dan Bait-Nya. Itu sebabnya Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar bertobat, melainkan memanggil orang berdosa bertobat.”

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 8)

Nikodemus memulai pembicaraan dengan mengatakan, “Kami tahu…” Siapakah kami? Jelas di sini yang dimaksud dengan ‘kami’ bukanlah orang Farisi secara keseluruhan, karena orang Farisi tidak sepaham dan menolak Yesus. Yang dimaksud dengan ‘kami’ di sini adalah Nikodemus dan beberapa orang yang dia asumsi sepikiran dengannya, yang mengakui mujizat-mujizat yang Yesus lakukan, yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang tidak disertai Allah. Yesus tidak mengomentari pernyataan Nikodemus tersebut.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 9)

Ketika Nikodemus berkata kepada Tuhan Yesus, “Guru, kami tahu bahwa tidak mungkin seorang pun dapat melakukan mujizat yang Kaulakukan, jika Allah tidak menyertai Engkau,” Nikodemus tidak sedang berbicara tentang korps-nya sebagai orang Farisi atau anggota Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi). Mereka tidak pernah mau mengakui bahwa mujizat yang Yesus lakukan berasal dari Allah.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 10)

Nikodemus hanya memiliki satu kali kesempatan untuk berdialog dengan Tuhan Yesus. Setelah itu, dia tidak pernah mencari atau berdialog dengan Yesus lagi. Maka, jika kesempatan satu-satunya ini bisa membuahkan hasil yang baik, sungguh itu adalah anugerah Tuhan. Bukankah selama ini Tuhan Yesus memperlakukan para pemimpin agama Yahudi dengan tidak terlalu bersahabat? Mengapa malam itu Yesus mau menerima kedatangan Nikodemus? Di sini kita melihat bahwa Tuhan Yesus memandang Nikodemus sebagai seorang pemimpin agama yang berbeda dari yang lain, karena ia tidak munafik. Di antara sekian banyak pemimpin agama yang melawan Yesus, masih ada seorang yang sungguh-sungguh ingin mencari tahu kebenaran. Hal ini sangat Tuhan Yesus hargai.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 11)

Apa yang Yesus tuntut dari seorang guru? Guru harus mulai dengan diperanakkan pula. Ia harus mengerti apa itu dilahirkan kembali, apa itu lahir baru. Guru bukan mengajar bagaimana membereskan permasalahan hidup lama yang berdosa dengan memolesnya dari luar, melainkan membereskan masalah di dalam, yaitu dengan menggantikannya dengan hidup yang baru.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 12)

Nikodemus mewakili orang Israel, umat pilihan Tuhan, yang menganggap diri memiliki pengetahuan yang tinggi tentang Taurat. Ia menemui Yesus Kristus yang turun ke dunia untuk menyelamatkan kaum pilihan-Nya yang sejati dari segala bangsa. Di zaman Tuhan Yesus, kebudayaan Israel berjalan timpang. Mereka hanya meneliti Taurat secara akademis, tetapi tidak memiliki pengenalan yang benar akan Allah.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 13)

Yohanes 3:16 adalah ayat yang sangat terkenal dan populer di sejarah dunia. Saya percaya, hampir tidak ada orang Kristen yang tidak tahu ayat ini, bahkan banyak yang menghafalkan ayat ini. Tetapi saya ingin Anda mengerti satu hal, yaitu ayat ini muncul setelah dialog Tuhan Yesus dengan Nikodemus, tokoh agama yang merasakan ada sesuatu yang kurang di dalam agamanya. Dan Rasul Yohanes mendapatkan satu prinsip yang baru tentang hubungan Allah dan manusia.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 14)

Pertemuan antara Nikodemus dan Tuhan Yesus merupakan perwakilan pertemuan antara agama dan keselamatan. Manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa selalu beranggapan bahwa kalau aku sudah menjalankan syariat agama, Tuhan pasti akan berkenan kepada aku. Jika aku selalu berbuat baik seumur hidupku, pasti aku akan masuk ke sorga. Kerangka pikir religius seperti ini membuat hati nurani manusia masih dapat berfungsi dengan baik, berupaya membenahi diri, mencapai standar yang ditetapkan oleh agamanya, dan membuat jiwanya merasa tenang karena berharap Tuhan akan menerimanya.

Selengkapnya...

Transkrip

Nikodemus Menemui Yesus (Bagian 15)

Kita telah membahas tentang tujuan Kristus datang ke dunia, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan. Hal ini menyatakan makna hidup yang positif, yaitu ke mana pun engkau pergi, lakukan sesuatu yang bersifat konstruktif (membangun) bukan destruktif (merusak), sama dengan kehadiran Kristus di dunia.

Selengkapnya...

Transkrip

Yesus Menginjili Perempuan Samaria (Bagian 1)

Yohanes 3 dan 4 adalah dua pasal terpenting yang membahas tentang penginjilan pribadi. Intisari seluruh Kitab Suci mengajarkan bahwa orang Kristen tak boleh egois, harus membagikan anugerah Tuhan kepada orang-orang yang masih di dalam dosa. Contoh penginjilan pribadi terbaik adalah penginjilan yang Yesus Kristus lakukan.

Selengkapnya...

Transkrip

Yesus Menginjili Perempuan Samaria (Bagian 2)

Yohanes 3 dan 4 adalah dua contoh terbaik yang Yesus berikan kepada orang yang melakukan penginjilan pribadi. Di pasal 3, Yesus berdialog dengan seorang pria tua yang anggun, bermoral tinggi, dihormati masyarakat; di pasal 4, Dia berdialog dengan seorang wanita tak bermoral, yang berzinah, dan dijauhi masyarakat.

Selengkapnya...

Transkrip

Yesus Menginjili Perempuan Samaria (Bagian 3)

Mari kita mempelajari pengajaran penting tentang teladan penginjilan pribadi Yesus Kristus. Yesus menangani setiap orang dengan bijaksana ketika melakukan PI pribadi, Ia menemui pria tua di waktu malam, dan wanita muda yang amoral pada siang hari.

Selengkapnya...

Transkrip

Memuliakan Allah (Bagian 1)

Tuhan Yesus menyelesaikan pembicaraan di dalam Yohanes 16 agar murid-murid-Nya memperoleh damai sejahtera di dalam Dia. Ia menegaskan, “Di dalam dunia, engkau menderita aniaya, tetapi kuatkanlah hatimu, sebab Aku telah mengalahkan dunia.” Jadi orang yang benar-benar mengalahkan dunia bukanlah Iskandar Agung, Hannibal, Charlemagne, Napoleon, Hitler, dan lainnya, tetapi Yesus Kristus.

Selengkapnya...

Transkrip

Memuliakan Allah (Bagian 2)

Manusia berada di dalam diri, bukan melihat segala sesuatu dari Allah, maka dia merasa dihina dan menolak kekristenan. Penginjilan menjadi sulit karena kita harus berkata, “Datanglah kepada Tuhan, buanglah segala yang menjadi jasamu, dan bersandar kepada Dia, Sang Sumber anugerah.” Manusia berdosa, yang dalam segala hal melakukan dosa, memikirkan tentang Allah pun akan memakai pikiran orang berdosa. Ia akan memiliki konsep Allah seturut konsepnya yang berdosa.

Selengkapnya...

Transkrip

Dilahirkan dari Tuhan atau dari Dunia? (Bagian 1)

Setelah tiga setengah tahun Yesus hidup di dalam dunia, sebelum kembali, Ia menyerahkan dan mempertanggungjawabkan sepenuhnya apa yang diberikan Allah kepada-Nya. Ia berkata, “Nama-Mu sudah Kuberikan kepada mereka, dan mereka sekarang percaya bahwa Engkau mengutus Aku.” Hal ini sangat penting, karena perbedaan antara siapa diutus Allah langsung, yang menjadi wakil Tuhan di bumi, membawa keselamatan dari sorga ke dunia dan membawa orang berdosa kembali kepada Pencipta-Nya.

Selengkapnya...

Transkrip

Dilahirkan dari Tuhan atau dari Dunia? (Bagian 2)

Doa Yesus kepada Bapa tidak pernah tercatat selengkap dan sesempurna seperti Yohanes 17 ini. Allah memilih orang-orang untuk menjadi milik Kristus. Ini merupakan pusaka terbesar yang Kristus miliki. Sama seperti dikatakan di Mazmur 2, “Allah memberikan manusia yang Ia pilih, takdirkan, predestinasikan, dan selamatkan, kepada Yesus.” Kita adalah milik Tuhan, hadiah Bapa kepada Anak.

Selengkapnya...

Transkrip

Kesaksian Kaum Pilihan dan Pemeliharaan Tuhan (Yoh. 17:14–19)

Yohanes 17 merupakan doa Anak kepada Bapa. Inilah doa Imam Besar yang mewakili seluruh kaum pilihan di dunia, doa Gembala Agung bagi semua domba-Nya. Doa ini bukan doa untuk diri sendiri. Ia menyerahkan seluruh jemaat yang Ia tebus melalui kematian-Nya ke dalam tangan Bapa.

Selengkapnya...

Transkrip

Kesatuan dan Kekudusan Kaum Pilihan (Yoh. 17:10-17)

Yohanes 17 adalah satu-satunya pasal yang seluruhnya berisikan doa Tuhan Yesus. Tidak ada orang yang mengetahui berapa banyak Yesus berdoa kepada Bapa. Di dunia, Kristus menjadi manusia; Firman menjadi daging; Yang Tidak Kelihatan masuk ke dunia kelihatan; Sang Pencipta masuk ke dunia ciptaan yang berdarah daging.

Selengkapnya...

Transkrip

Kesatuan dan Kekudusan Kaum Pilihan (Bagian 2) (Yoh. 17:17-22)

Yohanes 17:17 adalah satu-satunya ayat yang menyatukan dua hal: Firman Tuhan dan kebenaran. “Kuduskanlah mereka di dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Apa itu kebenaran? Saya kira, selain Yesus tidak seorang pun berani, pernah, dan boleh mengatakan kesatuan yang begitu jitu, singkat, dan jelas konsepnya.

Selengkapnya...

Transkrip

Kaum Pilihan: Penilaian Diri & Prinsip Kesatuan (Yoh. 17:19-23)

Banyak orang terlalu tinggi menilai diri, menganggap diri tidak pernah melarang, padahal ia sudah melarang secara pasif. Memang kelihatannya tidak melarang secara aktif, tetapi ketika engkau tidak setuju, tidak mau membagi dan bekerja sama, sebenarnya engkau sudah menghambat dan melarang pekerjaan Tuhan. Bersyukurlah jika sudah kaukerjakan, lalu mohon kekuatan Tuhan untuk bisa terus mengerjakannya.

Selengkapnya...

Transkrip

Utusan Allah dan Kaum Pilihan (Yoh. 17:23-26)

Istilah ‘utusan’ (‘messenger’) di Perjanjian Lama dipakai untuk para malaikat. Semua malaikat adalah utusan Tuhan. Allah mengutus mereka melaksanakan kehendak Allah dalam ciptaan. Dalam Perjanjian Lama, messengers (utusan-utusan) adalah istilah khusus bagi para malaikat. Berapa jumlahnya? Jutaan. Allah mengutus jutaan malaikat melaksanakan kehendak-Nya. Dalam Mazmur 103 dikatakan, “Semua malaikat yang diutus menjalankan kehendak Allah mempunyai kuasa besar.” Malaikat itu makhluk rohani yang kuasanya sangat besar yang tugasnya melaksanakan kehendak Allah. Namun ada malaikat yang tidak mau melaksanakan kehendak Allah.

Selengkapnya...

Transkrip

Kemuliaan Kristus: Kasih dan Keadilan-Nya di Atas Salib (Yoh. 17:22-26)

Kita masuk ke penghujung pembelajaran kita akan doa syafaat Gembala Agung, Imam Besar, satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Fokus dari alam semesta ini adalah bumi; fokus dari bumi adalah manusia yang dicipta menurut peta dan teladan Allah; fokus dari manusia adalah kaum pilihan; dan fokus kaum pilihan adalah pada mereka yang mengerti tentang pemilihan.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 1: Bapa Kami yang di Sorga

Doa Bapa Kami dimulai dengan “Bapa kami yang di sorga.” Manusia diciptakan seturut peta teladan Allah, maka terdapat status dan kondisi yang tidak ada pada makhluk lain, yaitu manusia diciptakan dengan sifat relatif terhadap Sang Pencipta. 

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 2: Dikuduskanlah Nama-Mu

Allah yang suci ialah Allah sejati, allah yang tidak suci ialah allah palsu. Allah palsu tidak punya kekudusan, sedangkan Allah asli memiliki kekudusan pada diri-Nya sendiri. Allah sejati ialah Allah suprasejarah, suci di dalam segala hal, tidak berubah, kudus secara sifat diri-Nya sendiri. Allah asli ialah Allah yang melampaui waktu, tempat, dan yang ada pada diri sendiri.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 3: Dikuduskanlah Nama-Mu

“Engkau dikuduskan” yaitu agar orang bisa mengaku, menghormati, dan berbakti kepada Allah yang suci adanya. Telah dibahas bahwa konsep kesucian berbeda-beda, di Protestan diindikasikan dengan moralitas, di Katolik dengan tempat pengasingan, di agama lain sebagai sesuatu yang menakutkan dan tidak boleh sembarangan dekat. Di dalam faktanya, orang-orang yang dianggap orang suci kebanyakan hidup tidak suci. Istilah kesucian sudah dirancukan dengan berbagai pandangan, sehingga perlu kembali kepada Alkitab.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 4: Datanglah Kerajaan-Mu

Di hadapan Pilatus, Tuhan Yesus berkata, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.” Ketika Yesus di dunia, orang Israel mengikuti Dia, tetapi hati mereka tidak mengerti isi hati Tuhan, karena mereka hanya memikirkan tentang politik dunia. Mereka rindu datangnya kerajaan Israel, yaitu kemuliaan yang pernah mereka miliki di masa lalu. Setiap bangsa ingin memuliakan dan meninggikan bangsa-negaranya sendiri. Tetapi orang Kristen memuliakan Kerajaan Sorgawi.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 5: Datanglah Kerajaan-Mu

“Datanglah Kerajaan-Mu” berarti hidup di dunia ini, tetapi dengan iman menuju dunia lain, di mana janji dan kehendak Tuhan lebih tinggi daripada pemerintahan atau kerajaan di dunia ini. Tidak ada pemerintahan dunia yang memuaskan manusia dan bisa mencapai masyarakat adil dan makmur. Komunisme gagal. Indonesia harus mengalami lima kali intervensi Tuhan. Apakah peran kekristenan?

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 6: Jadilah Kehendak-Mu

Ketika kita mengharapkan datangnya Kerajaan Allah, kita harus menyadari bahwa kita masih memiliki tugas yang sangat berat, yaitu kita harus bersaksi bagi Kristus. Kita hidup di dunia ini mewakili Kristus, memasyhurkan dan memuliakan nama Tuhan. Maka kita harus bertahan, bersabar, konsisten, tekun mengikuti dan mencari kehendak Tuhan. Di sini Yesus menyambung Doa Bapa Kami dengan kalimat “Jadilah kehendak-Mu.”

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 7: Jadilah Kehendak-Mu

Dari pernyataan “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga,” terkandung arti yang dalam, yaitu tujuan ilahi atas ciptaan Tuhan; suatu telos (tujuan akhir) yang Tuhan ingin capai di dalam seluruh rencana penciptaan-Nya yang tidak boleh dilawan oleh manusia.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 8: Berilah Kami Makanan Secukupnya

Manusia yang bertubuh memiliki kebutuhan materi. Manusia membutuhkan pakaian, makanan, rumah, kendaraan, vitamin, dan uang, agar kita tidak kedinginan, kelaparan, kelelahan, dan tidak sakit. Pertanyaan penting adalah berapa banyak uang yang kita butuhkan. Adalah kurang ajar, jika engkau mengatakan bahwa engkau membutuhkan uang sebanyak-banyaknya, dan yang paling baik adalah kalau seluruh dunia bisa diberikan kepadamu. Di sini kita melihat satu kondisi paradoks.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 9: Ampunilah Kesalahan Kami

Doa Bapa Kami berbeda dari semua doa agama lain. Dapat dikatakan bahwa tidak ada pengajaran dari pendiri agama lain yang memperkenalkan dirinya mengenal Allah sejati dan mengutarakan permintaan mereka kepada Tuhan di sorga.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 10: Janganlah Membawa Kami ke dalam Pencobaan

Doa Bapa Kami mengungkapkan bagaimana seharusnya kita meminta kepada Tuhan segala kebutuhan yang hanya mungkin diisi dan diberikan oleh Allah saja. Doa ini berbeda dengan semua doa dalam agama lain yang berpusat pada diri (antroposentris), mengejar kepentingan kebutuhan diri, dan memakai kekuasaan dan kemahakuasaan Allah Bapa untuk diperalat manusia.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 11: Janganlah Membawa Kami ke dalam Pencobaan (2)

Manusia dicipta Tuhan di dalam status unik dan sebagai pribadi yang harus bertanggung jawab. Tuhan menciptakan manusia yang unik, berbahaya, dan statusnya berada di antara Allah dan setan. Allah berkata, “Marilah Kita menciptakan manusia menurut peta teladan Kita.” Salah satu elemen peta teladan Allah yang berhubungan dengan ayat ini adalah tentang kedaulatan. Allah memiliki kedaulatan. Kedaulatan berarti kebebasan sepenuhnya ada pada diri Allah sendiri, yang tidak pernah perlu ada desakan dari luar atau unsur pengaruh luar.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 12: Janganlah Membawa Kami ke dalam Pencobaan (3)

Socrates pernah berkata, “The unexamined life is not worth living” (Hidup yang tak teruji tidak layak dihidupi). Kesulitan Socrates adalah dia tidak pernah tahu apa ukuran ujian yang tertinggi. Semua filsuf tahu adanya ujian, dan ujian datang melalui penderitaan, bencana alam, dan kemelut antarpribadi. Itulah ujian yang sengit dan sulit dalam kehidupan manusia. Socrates tidak mengerti bahwa ada Allah yang menguji manusia, karena ia hidup di era 2.400 tahun yang lalu dan hidup di tengah masyarakat yang berkebudayaan mitologi Yunani kuno.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 14: Lepaskanlah Kami dari pada Yang Jahat (2)

Kalimat terakhir dalam doa di mana kita meminta Allah membantu kita di dalam empat urusan yang paling penting ini ialah, bagaimana Engkau melepaskan aku dari yang Jahat. Untuk itu kita perlu tahu bahwa setan itu jahat, rencananya jahat, dan segala pemberiannya juga jahat.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 15: Lepaskanlah Kami dari pada Yang Jahat (3)

Banyak orang tidak percaya Allah ada, tetapi seolah-olah mereka percaya setan ada, sehingga mereka tahu bahwa kejahatan itu ada di dalam masyarakat. Namun, mereka hanya tahu dari kategori moral, bukan kategori ontologis, yaitu hakikat kejahatan itu sendiri. Allah berseberangan dengan Iblis; Allah dan setan itu ada; keduanya roh adanya. Allah adalah Roh yang dari kekal sampai kekal, sementara Iblis adalah roh yang diberi sifat kekekalan melalui penciptaan Tuhan, yang kemudian diberi izin untuk melawan Tuhan.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 16: Engkaulah yang Empunya Kerajaan (1)

Kita telah membicarakan tentang lepas dari kejahatan natural (natural evil), kejahatan moral (moral evil), dan kejahatan dasar (ontological evil), yaitu si Jahat itu sendiri. Kita harus memerhatikan bagaimana lepas dari rencana si Jahat yang mau melawan Tuhan.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 17: Engkaulah yang Empunya Kerajaan (2)

Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus tidak kompromi. Dalam seluruh pikiran-Nya, Allah menjadi pusat, sumber berkat, kebenaran, dan yang menggenapi seluruh rencana kekal alam semesta.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 18: Engkaulah yang Empunya Kerajaan (3)

Tuhan Yesus menutup Doa Bapa Kami dengan kalimat, “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya.” Melalui akhir Doa Bapa Kami ini kita didesak untuk memiliki perasaan tanggung jawab I-Thou relationship.

Selengkapnya...

Transkrip

Doa Bapa Kami – Bagian 19 (Tamat): Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai Selamanya (4)

Kini kita akan membicarakan Allah yang empunya kemuliaan. Dari ketiga istilah ini: Kerajaan, kuasa, dan kemuliaan, kemuliaan merupakan yang paling tidak berwujud, bersifat supramaterial, dan sulit dimengerti. Ketika kita berbicara tentang Kerajaan Allah, kita mengetahui adanya raja, militer, dan pertahanan. Ketika bicara kuasa, kita mengetahui ada kuasa militer, ada kuasa pemerintahan. Demikian juga kuasa Allah yang melawan kuasa setan. Semua ini lebih mudah dimengerti. Namun, ketika kita berbicara tentang kemuliaan, kita mulai tercengang, bingung, dan sulit mengerti.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta dan menjadi pikiran terpenting.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang disimpulkan dalam tiga kalimat pendek, terkesan sederhana, tetapi sudah mencakup hal-hal yang paling penting secara komprehensif di dalam iman kekristenan.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita pikirkan baik-baik, karena mustahil firman Tuhan diturunkan, manusia bereaksi kepada firman Tuhan lalu tidak terjadi perubahan konsep dalam sejarah. Sejarah dibentuk oleh konsep-konsep yang kreatif, reaktif, dan responsif terhadap firman Tuhan. Dari situ manusia kemudian menentukan arah, prinsip, dan bagaimana meneruskan sejarah.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, sehingga memungkinkan manusia untuk mengerti dan menerima yang benar. Jikalau Allah yang jujur tidak rela memberikan kebenaran kepada manusia, maka Dia akan membiarkan kita mendapatkan semua yang tidak benar, dan Ia membiarkan kita menerima semua yang kurang beres.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang menjadi dasar budaya Barat telah begitu unggul meneliti fenomena alam, memberikan kekuatan pendidikan, yang membuat kita menyekolahkan anak kita ke Barat, bukan ke India atau Afrika.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus Allah bekerja, mempersatukan, dan menopang segala yang sudah diciptakan. PL mengandung Kristus, PB mewujudkan.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, dan Allah sejati. Siapa yang dilahirkan wanita yang boleh disebut Tuhan?

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati, mengalahkan kuasa maut, dosa, dan setan. “Tuhan, Engkau memilikiku karena Engkau telah membeliku kembali menjadi milik-Mu melalui darah-Mu sebagai pembayaran harga tunai dan mahal.”

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung dari Roh Kudus; dan 4) Lahir dari anak dara Maria. Di dalam empat frasa ini terkandung kelimpahan pengenalan kita akan Kristus.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan lahir menjadi Yesus yang mengunjungi dunia ini. Allah yang tidak tampak menjelma menjadi manusia yang bertubuh, berdaging, dan berdarah.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata kepadanya bahwa kuasa-Nya melampaui kuasa raja. Di zaman Daniel, Allah pun memberi tahu warga Babel bahwa kuasa-Nya melampaui kuasa raja di sana. Saat kaisar Romawi menyebut diri sebagai tuhan, maka Allah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal menjadi Tuhan bagi umat manusia.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk membicarakannya.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di dalam Pengakuan Iman Rasuli.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan dalam dosa, hidup dalam dosa, dan nantinya akan mati dalam dosa. Hanya Kristus yang tidak demikian.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada Allah Tritunggal. Kita masih secara khusus memperhatikan kalimat “menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus”.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati...

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan kasih. Tetapi semua akhirnya menyeleweng dan tercemar oleh dosa. Distorsi atau pencemaran ini sudah masuk ke dalam agama, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, politik, keuangan, masyarakat, dan segala aspek kehidupan manusia. Maka para politisi salah menjalankan keadilan, para pendidik salah mengajarkan kebenaran, para agamawan salah melaksanakan kehendak Allah.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati...

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak pernah berubah. Ini merupakan kuasa yang Allah berikan kepada pemerintah, yaitu memberi hadiah kepada mereka yang melakukan kebajikan dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan. 

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) ... mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan tempat, karena Allah menciptakan waktu dan tempat sebagai wadah untuk segala yang bersifat materi.

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

Apakah orang Kristen harus merayakan hari raya Purim juga?

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲