Pernahkah Saudara membaca kutipan dari Timothy Keller di bawah ini?“... God’s grace and forgiveness, while free to the recipient, are always costly for the giver.... From the earliest parts of the Bible, it was understood that God could not forgive without sacrifice. No one who is seriously wronged can “just forgive” the ...selengkapnya
Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, maka pelayanan-Nya dilanjutkan oleh para rasul.
Jelas pelayanan ini tidak mungkin bisa dikerjakan dengan kekuatan manusia semata. Roh
Kudus yang memulai semua pelayanan ini, maka para murid harus menunggu saatnya Dia
memimpin. Serangan Iblis segera nyata setelah Roh Kudus dicurahkan yaitu dengan adanya
pelecehan ...selengkapnya
Sesudah berbulan-bulan melewati pandemi dan merenung di tempat kita masing-masing,
mari kita melihat apa saja yang sudah kita renungkan seputar virus corona:
1. Melihat Tuhan (dan rencana-Nya) di balik semua yang kelihatan.[1]
2. Menghadapi ketakutan dengan mengasihi dan mengucap syukur.[2]
3. Melihat Tuhan (dalam kemurahan-keagungan-Nya) di dalam ...selengkapnya
Bukanlah kebetulan jika Lukas menempatkan khotbah Yesus tentang dua macam dasar setelah
pohon dan buahnya (Luk. 6). Kedua khotbah tersebut menyoroti kesatuan antara jati diri dengan
perbuatan. Namun, secara permukaan kedua khotbah tersebut tampak bertolak belakang. Pada
khotbah yang pertama, tampaknya tidak ada ruang untuk perbedaan antara buah dan ...selengkapnya
Salah satu hal yang menakutkan dalam hidup ini adalah hidup yang menguap tanpa signifikansi. Kitab Pengkhotbah menuliskan tentang kesia-siaan hidup dengan begitu gamblang, bagaimana setelah kita mati, jejak kita akan terhapus dari sejarah dan kita akan dilupakan! Lalu ditambah kenyataan bahwa Alkitab sudah ditutup sehingga tidak ada lagi ...selengkapnya
“Jangan deket-deket si bos kalo dia lagi marah atau ngamuk. Ntar bisa ikutan kena
murka!” Dalam banyak kasus memang menjauh dari “gunung meletus” atau “bos meletus”
memang tindakan yang bijaksana. Namun apa yang Musa lakukan ketika Tuhan murka melihat
bangsa Israel menyembah anak lembu emas di kaki gunung Sinai? Musa tidak menjauh.
Sebaliknya, ...selengkapnya
“Yah, jatuh ke tempat sampah” Apakah yang akan kita lakukan ketika kita sedang membuang
sisa makanan dari piring lalu sendok kita ikut terjatuh ke dalam tempat sampah yang penuh
dengan sampah yang kotor? Apakah kita akan berpikir, “Ah, biarkan saja, nanti aku beli
sendok baru” atau kita tetap akan meraihnya?Manusia telah jatuh ke dalam dosa yang ...selengkapnya
Sesudah berbulan-bulan melewati pandemi dan merenung di tempat kita masing-masing,
mari kita melihat apa saja yang sudah kita renungkan seputar virus corona:
1. Melihat Tuhan (dan rencana-Nya) di balik semua yang kelihatan. [1]
2. Menghadapi ketakutan dengan mengasihi dan mengucap syukur. [2]
3. Melihat Tuhan (dalam kemurahan-keagungan-Nya) di ...selengkapnya
Di dalam rangkaian konfrontasi antara orang Farisi-ahli Taurat dan Tuhan Yesus tentang
aturan Sabat, salah satu kejadian yang dimasukkan oleh Lukas adalah tentang penyembuhan
orang yang mati sebelah tangannya (Luk. 6:6-11). Lukas mencatat bahwa Yesus sedang mengajar
di rumah ibadat dan para ahli agama itu mengamat-amati untuk melihat apakah Dia ...selengkapnya
Wah, ini kalimat yang bersifat multitafsir. Kita mau bebas dari apa? Bebas dari penjajah,
itu sudah pasti. Negara kita sudah 75 tahun bebas. Atau maksud kita, mau bebas dari kekangan
orang tua, bos, overall otoritas? Ikan yang tidak berada di jala nelayan adalah ikan yang
bebas. Dia bebas berenang di lautan, tetapi dia tidak bebas dari ancaman: ...selengkapnya
Kasih Mengubahkan yang SempurnaMenyambung artikel sebelumnya, mengenai Kasih Mengubahkan dari Beauty and the Beast
yang perlu terus diproses, kita akan melihat Kasih Mengubahkan yang sempurna di dalam
artikel ini. Sesungguhnya adakah kisah yang too good to be true atau too wonderful to be true
itu? Kisah yang sebenarnya memang kabar baik dan ...selengkapnya
Kasih Mengubahkan yang BerprosesMenyambung artikel minggu lalu, yang mengangkat dan melihat derajat wanita itu tinggi,
karena itu tidaklah salah apabila ada komentator film yang menempatkan Beauty and the
Beast sebagai film Disney terbaik kedua sepanjang sejarah sesudah Lion King
(http://www.buletinpillar.org/renungan/keberanian).Seorang gadis ...selengkapnya
Kuat dan LembutDunia ini sedang mengalami krisis kepemimpinan. Saling curiga antara bangsa terjadi dan
PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) masih terus mengusahakan perdamaian dunia. Ciri
pemimpin yang sejati adalah “Benar, Berani, dan Setia”; yang juga menjadi tema NRETC
2020 (retret remaja online – nretc.stemi.id). Untuk mempelajari lebih lanjut ...selengkapnya
Selain membaca Alkitab, mendengar audio Bible dapat memperkaya perenungan akan firman Tuhan. Saya merekomendasikan Saudara untuk membaca Keluaran 14 terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca. Nah, saat mendengar audio Bible Keluaran 14, saya tersentak saat ayat 15 dibacakan, khususnya ketika Tuhan berkata, “Why ...selengkapnya
Sama halnya dengan banyak pekerjaan baik yang dibiasakan, doksologi mungkin sering
dilakukan tanpa perenungan mendalam. Namun, jika kita pikirkan kembali kata-katanya,
mungkin ada hal yang kita lewatkan selama ini. Kata-kata yang kita nyanyikan biasanya
adalah sebagai berikut.Puji Allah, Bapa, Putra
Puji Allah Rohul Kudus
Ketiganya yang Esa
Pohon ...selengkapnya
Sejak adanya pandemi COVID-19, kita makin terbiasa dengan istilah “jaga jarak”.
Sebenarnya ini bukan istilah yang baru bagi kita, karena tulisan ini sering terpampang di
bagian belakang truk atau mobil “belajar” (ed: pengendara sedang belajar menyetir). Bulan
tampak indah dari jauh dan mertua umumnya tampak lebih baik jika tidak serumah. ...selengkapnya
Bro, sudah “like” postingan foto terbaru gw belum? Bayangkan kalau orang ini
menghubungi semua temannya satu per satu dan minta mereka untuk like foto dia.
Kira-kira apa ya komentar teman-temannya terhadap dia? “Bro come on… gak usah senarsis
itu kalee!” Narsis banget, semua orang harus like, puji-puji foto dia.
Dasar narsis.Tetapi, bagaimana ...selengkapnya
Sesudah berbulan-bulan melewati pandemi dan merenung di tempat kita masing-masing,
mari kita melihat apa saja yang sudah kita renungkan seputar virus corona:
1. Melihat Tuhan (dan rencana-Nya) di balik semua yang kelihatan. [1]
2. Menghadapi ketakutan dengan mengasihi dan mengucap syukur. [2]
3. Melihat Tuhan (dalam kemurahan-keagungan-Nya) di ...selengkapnya