Bagian ini memuat artikel-artikel yang membahas tentang ayat-ayat Alkitab, tokoh-tokoh Alkitab, perumpamaan Tuhan Yesus di dalam Alkitab, dan juga membahas tentang theologi sistematika dan doktrin-doktrin Kristen, terutama doktrin Reformed.
Pada bagian terakhir dari artikel sebelumnya, kita telah membahas bahwa pola pewahyuan Allah dimulai dari karya penciptaan.[1] Karena itu, penting bagi kita untuk memahami beberapa hal dalam kisah penciptaan yang tertulis dalam Kejadian 1.Seluruh Wahyu Bersifat Supernatural (Lanjutan)Dalam Kejadian 1, kita melihat bahwa Allah menyatakan ...selengkapnya
Jika kita ditanya siapa theolog yang paling berpengaruh di dalam perkembangan Theologi Reformed, mayoritas akan menjawab nama-nama besar seperti Calvin, Bavinck, dan Van Til. Mungkin ada pula yang menjawab theolog di zaman ini seperti Richard Pratt, dan Pdt. Stephen Tong, pendiri Gerakan Reformed Injili. Tetapi cukup sedikit yang mengetahui seorang ...selengkapnya
Pada artikel sebelumnya, kita memulai pembahasan mengenai wahyu dengan melihat kesamaan konsep yang dimiliki oleh setiap agama mengenai wahyu.[1] Kesamaan ini menunjukkan adanya hubungan, harmoni, dan persetujuan antara kekristenan dan agama-agama yang lain, serta antara agama dan filsafat. Meskipun demikian, kekristenan tetaplah berbeda dari ...selengkapnya
Dalam kisah yang terkenal, Barth menjawab Brunner dengan penolakan keras atas kemampuan manusia untuk mendapatkan pengetahuan akan Allah di luar Kristus Yesus. Jawaban “Tidak”-nya menjadi jargon terkenal yang diulang terus-menerus ketika seseorang membicarakan theologi wahyu dari Barth. Bavinck, berbanding terbalik dengan Barth, ...selengkapnya
Di dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia, atau dikenal juga sebagai God’s condescension atau accommodation. Melalui pengertian ini, kita mengenal Allah sebagai keberadaan yang transenden, yang melampaui kapasitas kita untuk mengerti atau mengenal-Nya. Tanpa tindakan aktif Allah yang ...selengkapnya
Ketika kita makin mengenal Tuhan melalui Kitab Suci dan Pribadi Tuhan Yesus Kristus, kita akan mengetahui bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Dia bukanlah Tuhan yang dengan kuasa-Nya yang besar menciptakan dunia dengan jentikan jari, lalu membiarkan dunia berlalu dengan begitu saja. Dia bukanlah Tuhan yang bersemayam di atas sorga dan menonton ...selengkapnya
Injil Markus mengisahkan seseorang bernama Yesus yang berasal dari Nazaret, tanah Galilea (1:9). Markus ingin mengungkapkan bahwa Yesus ini adalah Kristus dan Anak Allah (1:1). Yesus membawa kabar baik dari Allah mengenai Kerajaan Allah (1:14-15). Sampai kepada pasal tiga, Yesus terus-menerus mewahyukan (mengungkapkan) diri-Nya sebagai Raja yang ...selengkapnya
Dalam satu tahun ke depan, Buletin PILLAR akan membahas mengenai wahyu. Doktrin wahyu adalah tema yang kompleks. Karena itu, di dalam artikel ini kita akan membahas tema ini hanya melalui satu sudut pandang, yaitu dari seorang theolog yang bernama Herman Bavinck. Kita akan memulai pembahasan dengan sebuah pertanyaan sederhana: Apa itu ...selengkapnya
Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mzm. 19:7)DefinisiSelama tahun 2022, Buletin PILLAR akan membahas tema besar mengenai wahyu (revelation). Ini merupakan suatu temabesar yang mencakup banyak aspek. Pdt. Stephen Tong sendiri pernah membahastema ini ...selengkapnya
Di sepanjang sejarah, manusia berusaha menerka-nerka mengenai keberadaan Allah dan juga tentang siapa Dia. Pada dasarnya, manusia tidak bisa terlepas dari konsep agama atau kepercayaan mengenai keberadaan Ilahi. Calvin menyatakan bahwa hal ini adalah bagian dari diri manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Mereka diciptakan dengan memiliki sense of ...selengkapnya
Setelah membedah Kitab Galatia, kita dapat melihat bagaimana Paulus memberikan gambaran tentang karunia yang besar. Peristiwa kehadiran Kristus digambarkan sebagai puncak dari karunia Allah. Allah Bapa, dalam kesempurnaan kasih-Nya, menganugerahkan Kristus—Anak-Nya yang tunggal—kepada kita yang tidak layak menerima-Nya, kepada yang ...selengkapnya
Salah satu hal yang tidak mungkin hilang dari sejarah manusia adalah pemikiran mengenai keberadaan yang Ilahi atau Allah. Di sepanjang sejarah manusia, baik di dalam agama, filsafat, maupun kebudayaan, konsep mengenai siapa Allah tidak pernah bosan untuk dibahas. Bahkan, kelompok yang menamakan diri atheis, atau tidak percaya keberadaan Allah, ...selengkapnya
Di dalam artikel sebelumnya, kita melihat bagaimana pembahasan Paulus tentang Taurat di seluruh Galatia 3-4 diarahkan kepada tujuan praktis. Dalam mengesampingkan Taurat dalam narasi perjanjian dan dalam menyatakan ketidakmampuan Taurat untuk memengaruhi pemenuhan janji-janji Allah dalam berbagai cara, Paulus telah melakukan hal yang lebih jauh ...selengkapnya
Jika kita mengilas balik sejarah gereja, kita akan menemukan begitu banyak peristiwa yang luar biasa. Perjuangan orang-orang Kristen di dalam mempertahankan iman mereka dan menghadapi tantangan zaman adalah peristiwa yang begitu penting. Jemaat Gereja Mula-mula rela dibakar hidup-hidup dan diterkam oleh binatang buas di dalam Koloseum. Banyak orang ...selengkapnya
Pada zaman sebelum Reformasi Gereja abad ke-16, anugerah tidaklah dimengerti sebagaimana kita mengerti sekarang. Di zaman itu, selain anugerah Allah (prevenient grace), tanggung jawab manusia seakan diperlukan untuk membuat manusia layak diterima oleh Tuhan. Anugerah hanya diberikan Allah kepada orang yang menyesal dan insaf sehingga mereka ...selengkapnya
Di bagian sebelumnya, kita telah melihat bagaimana Paulus mencoba menjelaskan bahwa peristiwa Kristus bukanlah sekadar peristiwa yang muncul lalu berlalu begitu saja. Karena bagi Paulus, peristiwa ini merupakan karunia tanpa syarat, yang tidak berdasarkan pada kelayakan ataupun kesiapan dari penerimanya, melainkan sesuai dengan janji dan rencana ...selengkapnya
Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus. (Flm 1:8-9)Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, ...selengkapnya
Bagaimanakah kita menjelaskan sesuatu yang terjadi pada Kristus bisa memiliki relasi dengan hidup kita? Paulus di dalam surat-suratnya menyatakan bahwa yang Kristus alami dan genapkan itu bisa diaplikasikan dan memberikan signifikansi bagi umat-Nya. Cara berpikir seperti apa yang sedang ingin Paulus ajarkan kepada kita? Paulus memberikan jawaban, ...selengkapnya